Beranda blog Halaman 1839

Kisah Mas’ud, Tukang Pijat yang Sukses Jadi Kades Ploso

0
Kepala Desa Ploso Mas'ud. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai. Beberapa orang terlihat berbincang-bincang di kursi-kursi yang ditempatkan di tengah bangunan yang cukup luas tersebut. Salah seorang di antaranya adalah Mas’ud, kepala desa yang baru terpilih lima bulan lalu.

Lelaki berbatik biru itu kemudian bergeser melayani salah seorang pemuda. Bapak dari tiga anak tersebut juga terlihat cukup ramah saat melayani warga yang datang ke balai desa. Dalam waktu senggangnya, ia bercerita awal mula tergerak untuk mencalonkan diri jadi kepala desa.

“Kalau pekerjaan sebelumnya, saya guru di salah satu SMK di Kudus. Sudah sekitar 15 tahun. Guru olahraga. Selain itu juga pelatih Karate. Dan satu lagi, membuka praktik pijat,” papar Mas’ud, Rabu (20/5/2020).

Kepala Desa Ploso Mas’ud saat melayani warganya yang datang ke Balai Desa, Rabu (20/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Sederet pengalaman tersebut membawa Mas’ud menjadi salah satu tukang pijat yang piawai. Dalam praktiknya, ia sudah menangani berbagai cidera yang dialami pasien, mulai dari cedera angkle, otot, dan saraf. Jasa pijat sendiri sudah dibukanya sejak sekitar 8 tahun yang lalu.

“Awalnya karena memang sejak kuliah mengambil jurusan Ilmu Keolahragaan. Terus jadi pelatih karate juga dan sering menemui orang yang cedera. Akhirnya berani buka praktik sendiri di rumah. Jadi pasien bisa langsung datang, kecuali orangnya sampai tidak bisa jalan. Nanti saya yang ke sana,” ungkap dia.

Baca juga: Rindy dan Rizka Mulai Jual Hijab Pintu ke Pintu Hingga Tembus Pasar Mancanegara

Karena ada dorongan keluarga, teman dan masyarakat sekitar, Mas’ud kemudian tergerak untuk mencalonkan diri menjadi kepala desa. Itu selaras dengan keinginannya untuk memajukan desa kelahiran.

“Saya sendiri juga punya keinginan untuk memajukan Desa Ploso ini. Selain itu, ya, karena merasa tertantang, bagaimana terjun langsung menangani beraneka ragam persoalan di sekitar,” kata dia.

Pengalaman menjadi kepala desa baru-baru ini memang cukup menantang, lantaran bisa belajar menghadapi pribadi warga yang beragam. Mas’ud juga berharap, selalu bisa terjun langsung ke lapangan selama menjadi kades.

“Untuk membenahi Desa Ploso berdasarkan keluhan dan aspirasi warga desa,” terangnya.

Baca juga: Kisah Mbah Jaimah, Hidup Sebatang Kara Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Saat ini, Mas’ud sudah menggerakkan beberapa program. Di antaranya penataan makam Ploso, sosialisasi penertiban limbah tahu bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH), serta penertiban miras dan limbah. Tak hanya itu, rencananya juga ada pembuatan wisata air di sekitar Jembatan Tambaklulang Ploso, tapi tertunda karena Covid-19.

“Seperti limbah tahu, di sini banyak usaha itu dan secara limbah memang menumpuk. Akhirnya kami berniat untuk mengolah limbah tahu itu menjadi biogas. Jadi air yang keluar juga nggak keruh,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Penjualan Mobil di Bursa Mobil Bekas Kudus Turun Drastis

0
Deretan mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Dewi Sartika, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus tampak ratusan mobil berjejer rapi. Mobil dengan berbagai model dan merek itu terlihat masih kinclong. Di antara mobil tersebut tiga orang pria sedang mengobrol. Tempat tersebut yakni Bursa Mobil Bekas Kudus.

Karyawan di dealer Bursa Mobil Bekas Kudus Nur Sa’di (55) menuturkan, sejak ada  pandemi covid-19, penjualan mobil turun drastis. Menurutnya, penurunan itu menyentuh lebih dari 50 persen.

Deretan mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Kudus. Foto: Rabu Sipan.

“Walah, sejak ada Corona penjualan mobil turun drastis. Sepi jarang ada yang datang, apalagi beli mobil,” ujar pria yang akrab disapa Sa’di, Rabu (20/5/2020).

Warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu menambahkan, sebelum ada pandemi, penjualan mobil bekas di tempatnya bisa mencapai 25 unit sebulan, bahkan lebih. Namun, sejak Corona mewabah, sebulan hanya mampu jual sekitar 10 mobil.

Baca juga: Berawal dari Hobi, Nur Kholis Rintis Bisnis Rental Mobil

“Yang laku itu pun yang harganya kurang dari Rp 100 juta. Kalau yang mobil harga di atas Rp 100 juta tak ada yang tersentuh. Kalau pun ada itu tukar tambah. Padahal harga juga sudah diturunkan hingga 35 persen dari harga pasaran sebelumnya,” jelasnya.

Mobil bekas dengan harga di bawah Rp 100 juta yang tersedia di Bursa Mobil Bekas Kudus tuturnya, antara lain Avanza tahun 2010, Calya, Agya, Sigra, Datsun Go, Mitsubishi Mariage, dan lain sebagainya.

Di Bursa Mobil Bekas Kudus, kata dia, saat ini ada sekitar 200 unit mobil dari berbagai merek, jenis dan model mobil.  Dari yang paling murah mobil Datsun Go dan Mitsubishi Galant yang harganya Rp 70 juta, serta yang paling mahal Mitsubishi Pajero Rp 420 juta.

“Semoga saja Corona cepat hilang. Dan semoga ekonomi membaik. Usaha jual beli mobil kembali bergeliat seperti sedia kala,” tutup Sa’di.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tak Ingin Berpangku Tangan, Pria Difabel Ini Rintis Usaha Pembuatan Jok

0
Rukani Adiputra sedang mengerjakan pembuatan jok. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Sunten RT 06 RW 05, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tampak sebuah bangunan beratap asbes. Di bangunan tersebut, terlihat seorang pria dengan tongkat di tangannya sedang mengangkati kursi. Kemudian, kursi kayu tersebut ditempeli busa jok olehnya. Pria tersebut adalah Rukani Adiputra (40), seorang penyandang difabel dan pemilik usaha Rohman Mebel.

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, pria yang akrab disapa Rukani itu sudi berbagi kisah tentang hidupnya. Dia mengatakan, kaki kirinya mengalami kecacatan sejak ia usia umur lima tahun. Pada waktu itu, tuturnya, ia mengalami demam, sehingga dia dibawa oleh ibunya ke dokter.

Rukani Adiputra, seorang difabel yang kini tekuni usaha pembuatan jok. Foto : Rabu Sipan

“Setelah dibawa ke dokter dan disuntik, demam saya sembuh, tapi kaki kanan saya mengalami cacat. Kaki saya mengecil dan tidak bisa tumbuh normal,” ujarnya kepada betanews.id, Kamis (21/5/2020).

Baca juga : Bosan Jadi Buruh Terus-Terusan, Muchtar Nekat Rintis Usaha Jok Mobil di Kudus

Setelah mengetahui kakinya yang tidak normal, dia mengaku pasrah. Pasrah dalam artian menerima takdir Tuhan dan hidup tetap harus berlanjut, karena memang tidak perlu menyalahkan keadaan. Setelah lulus sekolah dasar (SD) dia mengaku tidak melanjutkan sekolah, karena biaya.

“Karena tidak lanjut sekolah itu, daripada saya hanya berdiam diri di rumah dan berpangku tangan, saya pun menerima tawaran saudara untuk bekerja di mebel,” tuturnya.

Kerja di mebel lanjutnya, dilalui hingga puluhan tahun. Karena ada keinginan untuk mandiri dan punya usaha sendiri, pada tahun 2015 Rukani memutuskan untuk membuka usaha bernama Rohman Mebel.

Usahanya itu, tambahnya, menerima pesanan aneka produk furniture, pembuatan jok, sofa dan spring bed. Untuk harga dijamin bersaing, bahkan bisa lebih murah dibanding tempat lainnya. Kualitas dijamin bagus serta kuat.

“Yang paling utama lagi, produk kami ada garansinya satu tahun. Garansi itu untuk kerusakan ya, bukan dimakan teter dan rayap,” jelasnya.

Baca juga : Jok Mobil Berkualitas dan Bergaransi, JP Leather Car Punya Banyak Pelanggan

Selama ini, kata dia, hanya melayani pesanan saja. Dia berharap, bisa memproduksi setiap hari, dan hasilnya nanti dititipkan di toko – toko. Namun, karena kekurangan modal keinginan tersebut dia pendam. Sebab kata dia, titip barang di toko itu sistemnya dibayar setelah barang laku.

“Saya berharap usaha saya ini makin maju dan semoga saja ada dermawan atau pemerintah yang peduli dan mau kerja sama atau memberi modal. Agar bisa saya buat modal untuk mengembangkan usaha,” harapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kayla, Model Cilik Asal Kudus Go Internasional

0
Kayla Althafunisya Sismaputri, model cilik asal Kudus. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan Perumahan Muria Indah II, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak cukup lengang siang itu. Tak terkecuali rumah warna hijau, lantai dua nomor 36. Rumah tersebut merupakan kediaman orang tua dari Kayla Althafunisya Sismaputri (9), model cilik asal Kudus yang tahun ini maju sebagai salah satu perwakilan Indonesia di ajang model Internasional.

Setidaknya, Kayla sudah dua kali mendapatkan kesempatan untuk maju di ajang Internasional. Namun, satu kesempatan tidak diambil, karena ketika itu dirinya sedang menghadapi ujian sekolah.

“Pada 2019 lalu, Kayla berhasil menyabet juara umum The Best Model Putra-Putri Batik 2019 dan berhak maju ke ajang internasional. Tapi, hal itu dengan berat hati terpaksa kami cancel, karena Kayla sedang menghadapi ujian. Sekolah harus tetap nomor satu,” ujar Ike Lyna Rakhmawati (39), ibunda Kayla.

Baca juga : Khayra, Model Cilik Asal Kudus Bakal Wakili Indonesia di Ajang Internasional

Perempuan asli Semarang itu mengatakan, pada 2020, Kayla kembali mengikuti ajang Indonesian Face Model 2020. Pada kesempatan itu, Kayla berhasil menyabet dua ketegori sekaligus. Yakni juara harapan II kategori B dan juara favorit II. Berkat hal itu, Kayla berkesempatan untuk menjadi salah satu model perwakilan Indonesia di ajang Internasional di Singapura pada Juli mendatang.

Ike mengatakan, jika anak pertama dari dua bersaudara itu baru setahun mengikuti kelas modeling di Studio 5. Hal itu dikatakan Ike, karena si anak memang tipe pemalu. Sehingga bakat dan potensi yang selama ini sudah mulai terlihat, baru benar-benar di asah di Studio 5 sejak Kayla duduk di kelas 3 menuju kelas 4 sekolah dasar. Hingga akhirnya mampu maju ke ajang internasional.

“Awalnya tidak terlalu berharap dia menjadi juara. Meskipun sebenarnya dari 3 tahun, sudah terlihat potensi sama bakatnya. Dulu ikutnya lomba-lomba biasa dari kecil, dan memang sudah sering juara. Cuma ya untuk lomba yang di Jakarta sempet tidak menyangka juga bisa menyabet juara,” papar dia.

Baca juga : Tampil Cantik dengan Bulu Mata Lentik di Faeyza Beauty Eyelash

Ike selanjutnya mengatakan, jika selama ini dia dan suami terus mendukung bakat sang anak. Gadis yang awalnya fokus les musik itu, akhirnya menemukan jalannya di bidang modeling. Bahkan dikatakan Ike, awal mengikuti kelas modeling, Kayla sering menangis karena takut. Namun sekarang anaknya sudah mulai berani dan tampil pede berjalan di catwalk. Untuk kostum sendiri, dikatakan Ike mereka menyiapkan baju khusus yang di antaranya dibuat sendiri.

“Kalau baju yang dipakai kemaren, ada yang beli. Itu baju pesta. Tapi ada yang saya desain dan buat sendiri. Terus yang batik itu saya juga desain, yang jahit eyangnya. Karena eyangnya memang desainer,” papar dia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Cuma Butuh Nomor WA untuk Daftar Layanan Inklusi Sosial Berbasis Online

0
Aktivitas di Perpusda Kabupaten Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Mulai 18 Mei 2020, Dinas Kersipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus melakukan Sosialisasi dan Launching Pelayanan Perpustakaan Inklusi Sosial Berbasis Online (Lapis Online). Menurut Ninik Mustikawati, Kasi Pengelola Pustaka, cara mendaftar cukup mudah, hanya perlu nomor ponsel yang aktif aplikasi WhatsApp (WA).

Perempuan yang akrab disapa Ninik itu menjelaskan, untuk konfirmasi pendaftaran akan melalui aplikasi WA. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan komunikasi peserta dengan pihak penyelenggara. Bagi warga yang ingin mendaftar, bisa membuka website lapisonline.kuduskab.go.id.

Baca juga : Perpusda Kudus Buka Layanan Inklusi Sosial Berbasis Online

“Setelah itu akan masuk ke halaman beranda yang berisi gambaran umum konten aplikasi Lapis Online ini. Kemudian warga bisa memilih kelas yang tersedia. Kemudian pilih mendaftar sesuai kelas yang diinginkan,” terangnya.

Untuk mendaftar, warga diminta untuk mengisi nama lengkap, jenis kelamin, dan alamat lengkap. Selanjutnya, memilih jenis pekerjaan, memasukkan nama sekolah atau kampus jika masih pelajar atau mahasiswa. Baru memasukkan nomor WA untuk konfirmasi, dan kirim.

“Warga yang sudah mendaftar tinggal menunggu konfirmasi dari kami. Setelah terdaftar, warga harus menunggu kelas dilaksanakan. Karena pandemi Covid-19 kelas masih ditunda hingga kondisi membaik,” paparnya, Selasa (19/5/2020).

Baca juga : Perpusda Kudus Sediakan 326 E-Book di Aplikasi iKudus

Dia juga menambahkan, bahwa saat ini masih belum ada yang mendaftar. Karena baru dilaunching, jadi masih belum banyak warga Kudus yang tahu. Dengan membuka layanan pendaftaran secara online, dia berharap warga Kudus bisa segera mendaftar.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya dan skill warga. Sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea

0
Para pekerja sedang membungkus media penanaman bibit jamur tiram di CV Agro Muria, Jumat (15/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Serbuk kayu bercampur kapur bertaburan di sekitar tempat budi daya jamur tiram milik Ali Mustofa (36) di Desa Ngembes, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (15/5/2020). Beberapa orang terlihat memasukkan limbah kayu tersebut ke sebuah plastik dengan ukuran tertentu. Setelah itu, plastik-plastik tersebut kemudian dikasih bibit jamur dan ditata dalam sebuah rak yang telah disiapkan.

Pria yang mulai budi daya jamur tiram sejak 12 tahun lalu itu mengatakan, ketertarikannya muncul ketika masih kuliah di Unissula mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di daerah Ungaran. Di sana, ia berjumpa dengan berbagai petani jamur tiram yang akhirnya menjadi jalannya untuk berbisnis.

Pembudidaya jamur tiram ALi MUsthofa. Foto: Titis Widjayanti.

“Awalnya bisa dibilang sering diremehkan orang. Bahkan dari keluarga besar sendiri juga. Sampai keluarga besar bahasanya ‘keweleh’ buat negur saya. Kenapa milih ‘utek-utek’ jamur. Tapi memang saya tipe yang tidak pantang menyerah,” kata Ali.

Baca juga: Harga Sentuh Rp 5 juta per Ekor, Suyatno Bagikan Tips Sukses Ternak Ayam Kalkun

Dari pandangan sebelah mata itulah, Ali kemudian bertekad untuk membangun bisnis jamur tiram hingga kini menjadi sebuah perusahaan yang cukup besar dan menjanjikan bernama CV Agro Muria. Sekarang ini, dia sudah memiliki mitra petani jamur tiram sebanyak 100 orang lebih di Karesidenan Pati.

“Tadinya, ketersediaan jamur di pasaran tidak stabil. Jadi saya memutuskan untuk membangun pasar sendiri dengan mengajak orang lain untuk bertani jamur,” beber Ali.

Dalam model kemitraan ini, pihaknya terus membuka peluang kepada petani untuk menjalin kerja sama. Teknisnya, Ali menyediakan bibit jamur dan hasilnya akan ditampung. Petani pemula juga tidak perlu takut bermitra dengannya. Sebab, mereka akan mendapatkan pembinaan dari pembuatan kandang, perawatan, hingga hasil akhir yang akan ditampung.

“Sekarang ini, setiap minggu saya mengirim 15 ribu baglog bibit jamur tiram kepada para petani yang tergabung dalam paguyuban. Jumlah tersebut bisa bertambah jika ada permintaan tambahan atau anggota baru,” beber Ali.

Baca juga: Perawatan Mudah dan Makin Diminati, Ida Rintis Wisata Edukasi Kaktus

Dengan produksi tersebut, ia kini mulai menjajal pasar luar negeri, dengan menyediakan tepung jamur tiram. Beberapa negara yang sudah siap menerima produk jamur adalah Korea dan China. Menurutnya, jamur tiram mengandung berbagai zat penting dalam tubuh, seperti obat pencegah kanker.

“Akhirnya ada jalan dan sudah siap semua, mulai dari administrasi, mitra dan konsumen untuk ekspor. Hanya saja, yang seharusnya tahun ini sudah jalan, sedikit terkendala karena ada Covid-19. Tapi semua sudah beres. Tinggal jalan dan kirim saja,” pungkas Ali.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Desa Ploso Tetap Laksanakan Salat Idul Fitri di Masjid

0
Kepala Desa Ploso Mas'ud saat ditemui seusai rapat membahas salat idul fitri, Rabu (20/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang berbatik terlihat duduk-duduk santai sambil ngobrol di Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (20/5/2020). Di antaranya adalah para perangkat desa dan babinsa. Ternyata, mereka usai mengikuti musyawarah dengan pengurus masjid dan musala desa.

Kepala Desa Ploso Mas’ud mengatakan, musyawarah tersebut membahas pelaksanaan kegiatan takbir keliling dan salat Idul Fitri di Desa Ploso. Rapat yang dimulai dari pukul 11.00 WIB itu mendapatkan beberapa hasil, di antaranya peraturan yang memperbolehkan pelaksanaan salat Id dengan protokol kesehatan yang ditentukan.

Baca juga: Salat Idul Fitri, Hartopo: ‘Saya Instruksikan untuk Ditiadakan’

“Untuk pelaksanaan salat Id, keputusan kami tetap boleh. Namun, ada beberapa syarat untuk memenuhi protokol kesehatan demi menghindari dan memutus pandemi Covid-19. Yaitu wajib memakai masker, mencuci tangan terlebih dahulu, dan tidak bersalaman,” papar Mas’ud.

Selain itu, pihak desa akan meniadakan takbir keliling. Hal itu disepakati dengan alasan untuk menghindari adanya kerumunan yang memang tidak diperbolehkan. Sehingga takbir akan dikumandangkan melalui masjid dan musala-musala saja.

“Kami akan membagi tempat-tempat untuk salat nanti. Kami memutuskan akan memakai tiga tempat untuk salat Id. Pertama adalah Masjid Istiqlal, Masjid Al Mujahiddin, dan di wilayah RT 03 RW 04,” rincinya.

Baca juga: Sesalkan Keputusan Bupati yang Perbolehkan Salat Id di Masjid, Ganjar : Ikuti Ketentuan Pemerintah

Khusus untuk pemudik, Mas’ud menyarankan untuk menjalani karantina secara mandiri selama 14 hari. Jika masa isolasi belum mencapai saat pelaksanaan salat Idul Fitri, mereka tidak diperbolehkan untuk mengikuti salat di masjid atau wilayah masing-masing.

“Para pemudik lebih baik salat Id di rumah saja,” pungkas Mas’ud.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sanggar Kayun Beri Ruang Warga untuk Berkesenian

0
Sanggar Kayun di Desa Kayen, Pati, memberikan wadah bagi warga untuk mengasah bakat di bidang seni dan lainnya. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah rumah di dekat sungai kecil yang berada di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati terlihat cukup berbeda dengan beberapa rumah lainnya di komplek tersebut. Gebyok khas ornamen Jawa menghiasi bagian depan rumah. Kediaman milik pasangan suami istri Tri Luwih Winarto dan Dewi Yuni Lestari juga, juga menjadi sanggar kesenian.

Menurut Yuni, sanggar tersebut diberi nama Sanggar Kayun. Sanggar ini sebagai wadah untuk mengembangkan kesenian. Diharapkan hal itu bisa menjadikan tempat bagi pemilik sanggar untuk membagikan pengalaman yang dimiliki dan menjadi wadah bagi warga sekitar untuk berkreasi.

Baca juga : 11 Tahun Teater Keset Berkarya

“Kalau sanggar ini sejak 1995 udah ada, tetapi pengesahan secara notaris memang baru 2013. Memang saya basicnya tari, sedangkan suami dalang. Untuk kegiatan sekarang, saya lebih banyak mengajar tari dan membuat kostum tari. Jadi ya mendirikan sanggar ini berharap bisa jadi ruang kesenian. Utamanya di daerah ini. Selain itu bisa jadi tempat jujugan anak-anak. Jadi kami buka 24 jam memang,” papar Yuni, Rabu (13/5/2020).

Ia mengatakan jika selain berkesenian, dirinya pribadi sering mengajak anak-anak sanggar untuk berkegiatan lain. Beberapa di antaranya, melibatkan mereka dalam pembuatan madu mongso. Di mana nanti penghasilannya digunakan untuk modal bahan dan dibagi kepada anak-anak sanggar. Tidak hanya itu, ia bersama suami juga berkeinginan kegiatan tersebut juga bisa menggerakkan masyarakat sekitar untuk produktif.

Baca juga : Setelah Sepuluh Tahun Merantau, Cipto Kembali ke Kudus Rintis Usaha di Bidang Seni

Hal senada juga disampaikan Wiwin. Menurutnya, kegiatan sanggar membebaskan para anggota untuk mengasah potensi masing-masing. Lelaki berambut gondrong itu mengatakan jika beberapa anak sanggar memiliki hobi masing-masing. Melalui Sanggar Kayun, lantas dikembangkan dan sebisa mungkin dibantu untuk mewujudkan. Mulai dari tari, teater dan lainnya.

Sejauh ini dikatakannya, Sanggar Kayun yang beberapa kali mengikuti kegiatan parade dan festival daerah hingga Jawa Tengah itu memang tidak mengikat anggota. Karena dari nama pun lebih ditekankan pada ruang berproses. Sehingga ketika ada aktivitas di luar sanggar yang mengharuskan anggotanya tidak bisa datang, ia dan istri tidak pernah memaksa.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Perpusda Kudus Buka Layanan Inklusi Sosial Berbasis Online

0
Ninik Mustikawati, Kasi Pengelola Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus mengembangkan layanan perpustakaan inklusi sosial berbasis online. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam meningkatkan literasi. Selain itu, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku semata, melainkan menjadi pusat literasi informasi dan pusat pembelajaran.

Ninik Mustikawati, Kasi Pengelola Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang program tersebut. Inklusi sosial akan dibagi menjadi empat kegiatan, di antaranya English Fun Learning, Literasi Tuna Netra, Posyandu Penyakit Jantung Bawaan dan Kelas Web Design.

Baca juga : Perpusda Kudus Sediakan 326 E-Book di Aplikasi iKudus

Menurutnya, saat ini program tersebut masih belum banyak dimintai masyarakat. Hal itu dikarenakan media informasi layanan kegiatan yang belum tersedia. Sehingga, pihaknya akan membangun sistem informasi secara online agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Agar pelaksanaan pengembangan dapat berjalan baik, maka kami melakukan inovasi dengan membangun sistem informasi secara online. Mulai saat ini, informasi dan pendaftaran dapat di Akses melalui website lapisonline.kuduskab.go.id,” jelas Nanik sapaan akrabnya.

Dia juga menjelaskan, pelatihan dan pembelajaran tersebut melalui peer learning activities dan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan. Nantinya akan diarahkan untuk peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Kegiatan pelatihan dan pembelajaran gratis ini sudah dimulai sejak November 2019. Tetapi karena pandemi Covid-19, untuk sementara semua layanan tatap muka di tutup. Sebelumnya pendaftaran manual, kini dialihkan secara online,” terangnya, Selasa (19/5/2020).

Baca juga : Jadikan Stay at Home Gak Ngebosenin dengan Cara Ini

Ninik juga menambahkan, hingga saat ini masih belum ada yang mendaftar. Untuk jumlah peserta saat ini masih belum ada pembatasan. Untuk pendaftaran online ini sudah dibuka mulai Senin, 18 Mei 2020.

“Melihat minat masyarakat yang masih kurang, saat ini kami masih melakukan evaluasi sambil berjalan. Untuk pelaksanaan kegiatan ini masih menunggu perkembangan pandemi Covid-19 hingga kami diizinkan membuka layanan tatap muka,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kontak, Minuman Legendaris dari Undaan Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam ruangan salah satu rumah di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kudus tampak drum berisi air berwarna hitam pekat. Air yang masih panas itu coba didinginkan dengan kipas angin. Di sampingnya ada beberapa perempuan sedang mengisi botol dengan air hitam tersebut, namun yang sudah dingin. Rumah itu yakni tempat produksi minuman jamu kontak yang begitu legendaris.

Izzatin Habibah (63), pemilik usaha tersebut menuturkan, minuman kontak itu memang begitu legendaris di Undaan. Minuman tersebut dirintis oleh eyangnya, kemungkinan 100 tahun yang lalu. Setelah Eyangnya mangkat, kemudian usaha itu diwariskan kepada ayahnya.

Kontak, minuman legendaris yang berasal dari Undaan, Kudus. Foto : Rabu Sipan

Karena dirinya anak pertama, usaha minuman jamu kontak itu dilanjutkannya, setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 1980. “Jadi saya itu generasi ketiga penerus usaha minuman kontak,” ujar perempuan yang akrab disapa Zattin kepada betanews.id, Sabtu (16/5/2020).

Baca juga : Kisah Jitun Olah Minuman Sari Rempah, Awalnya Tak Laku Sampai Berhenti Produksi

Sejak melanjutkan usaha pembuatan minuman jamu kontak, dia tetap menjaga resep leluhurnya. Tidak ada yang diganti sedikitpun. Dari bahannya sampai proses pembuatannya masih sama, tetap secara tradisional. Yang beda hanya, bila dulu pakai pakai kayu untuk memasaknya. Sekarang pakai gas.

Minuman kontak tuturnya, merupakan jamu taqwiyah yang dibuat dengan rempah yang berkhasiat mustajab. Yang bisa menghilangkan penyakit pegel linu, masuk angin, perut sakit, mules, meriang, demam panas, sekalor serta badan lemah.

Sedangkan bahan rempahnya antara lain, jahe, kunir, kunci, daun salam, kencur, sereh, kayu manis, blengke, merica, ketumbar, jinten, temu ireng, temulawak, jadam Arab/ sokan gula pasir, lengkuas, temu giring, jahe merah, serta cengkeh.

“Hampir ada 20 rempah yang dijadikan bahan pembuatan minuman jamu kontak. Itulah sebabnya, minuman kontak banyak khasiatnya dan manjur,. Sehingga diminati masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Setiap produksi tambahnya, bisa menghasilkan 350 botol jamu kontak, yang dijualnya dengan harga Rp 4 ribu sebotol. Dulu, saat raganya masih kuat, dia bisa rutin produksi minuman kontak tiga hari sekali. Tapi setelah sudah renta ini, terkadang produksi lima hari sekali atau sepekan sekali.

“Namanya juga badan tua Mas. Tidak bisa produktif kayak waktu muda. Sekarang gampang capek,” keluhnya.

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

Perempuan yang sudah dikaruniai 11 cucu itu mengatakan, untuk pemasaran dipasrahkan kepada para putranya. Namun kata dia, selama ini paling banyak permintaan masih sekitaran Kecamatan Undaan saja.

Dia bersyukur dengan usaha minuman jamu kontak Cap Lampu Sepeda itu, ia bisa memintarkan semua anaknya. Sekarang mereka sudah ada yang punya usaha sendiri, ada jadi kiai, bahkan ada yang sudah haji.

“Aku juga bersyukur minuman jamu kontak cap lampu sepeda masih diminati hingga sekarang. Bahkan kalau agak lama tidak produksi, banyak tetangga yang menanyakan. Kata mereka sudah cocok dengan jamu kontak untuk sembuhkan badan pegel dan sakit lainnya,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Disebut Fadli Zon Jadi Tukang Parkir, Ganjar: ‘Sayung Kini Sudah Lancar Pak’

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek penanganan rob belum lama ini. Foto: Ist

BETANEWS.ID, DEMAK – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek perkembangan arus lalulintas di kawasan Sayung, Kamis (21/5/2020). Kawasan tersebut sebelumnya terjadi kemacetan akibat genangan rob. Hasil pengecekan menunjukkan, lalulintas kawasan tersebut kini sudah lancar.

Pengecekan tersebut disebut Ganjar juga sebagai laporan kepada Fadli Zon yang sebelumnya menyindirnya telah merebut pekerjaan tukang parkir. Wakil Ketua Partai Gerindra itu mengunggah cuitan bernada sindiran, karena melihat Ganjar mengatur lalulintas di kawasan Sayung yang terkena macet parah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memantau lalulintas Sayung. Foto: Ist

“Ini sekaligus saya melapor untuk Pak Fadli Zon. Saya tidak mengambil pekerjaan tukang parkir lagi, karena sekarang jalannya sudah lancar. Tugas sudah saya laksanakan dengan baik,” ujar Ganjar.

Sebelumnya, Fadli Zon berkomentar Ganjar telah mengambil tugas juru parkir karena ikut mengurai kemacetan di jalur Pantura itu. Melalui akun Twitter-nya @fadlizon, pada Senin (18/5) dia mengetweet “sebaiknya Gubernur @ganjarpranowo jangan ambil alih pekerjaan tukang parkir n aparat terkait spt polisi lalu lintas n dishub.”

Baca juga: Tak Ada Petugas Satupun Tangani Kemacetan di Sayung, Ganjar Turun Langsung Atur Lalulintas

Lancarnya lalu lintas, kata Ganjar, karena penanganan genangan rob yang menyebabkan kemacetan sudah diatasi. Pembangunan tanggul sementara penahan air sudah berfungsi dengan baik.

“Perkembangannya bagus. Tanggul (sementara) ini dibangun agar air tidak melimpas ke jalan,” ujar Ganjar datang ke kawasan tersebut dengan bersepeda.

Dalam pengecekan tersebut, Ganjar menemui tiga pekerja yang bertugas memompa air dari kawasan jalan menuju kanal. Jika sebelumnya genangan bisa mencapai betis orang dewasa, kali ini tidak ditemukan genangan sama sekali.

Menurut Ganjar, selain penanganan rob yang menggenangi jalan, perbaikan jalan juga dilakukan di jalur Pantura Semarang-Demak tersebut. Beberapa jalan yang berlubang sudah ditambal menggunakan aspal. Minggu lalu, kemacetan terjadi sepanjang lebih kurang 10 kilometer. Kini jalur tersebut tidak macet lagi.

“Kawan-kawan dari Balai Besar Jalan dan BBWS bekerja optimal. Sebelumnya jalan Sayung Demak macet parah, setelah ada penanganan, tiga hari ini tidak ada kemacetan lagi,” ujar Ganjar.

Baca juga: Paska Ganjar Turun Sendiri Atur Lalulintas, Kini Sayung Dipenuhi Petugas

Sebelumnya diberitakan, mobil yang dinaiki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terjebak macet cukup panjang ketika sampai Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Hal itu terjadi saat perjalanan pulang, usai Ganjar melakukan kunjungan di pabrik rokok di Kudus. Usut punya usut, air pasang atau rob menggenangi sebagian jalan pantura itu membuat kendaraan harus bergantian melintas.

Karena macet cukup lama, Ganjar pun meminta mobil Patwal yang mengawalnya untuk contra flow atau melawan arus. Bukan untuk mencari aman, Ganjar justru memutuskan lawan arah untuk mencari penyebab kemacetan. Saat tiba di ujung kemacetan, ia melihat mobil bergantian melintas dengan pelan karena air rob cukup tinggi.

Editor: Suwoko

- advertisement -

20 Nasabah BCA Kudus Ajukan Penangguhan Kredit

0
Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kudus Yonathan Kurniawan. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 20 nasabah Bank Central Asia (BCA) Cabang Kudus telah mengajukan penangguhan pembayaran pinjaman. Hal tersebut dilakukan karena mengaku terdampak Covid-19.

Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kudus Yonathan Kurniawan menuturkan, saat ini 20 nasabah yang sudah mengajukan penangguhan dan keringanan cicilan pembayaran sedang dilakukan analisa. Menurutnya, pihaknya perlu melakukan survey lapangan untuk mengetahui kondisi nasabah sebenarnya.

“Nanti akan kami analisa dulu. Bisa juga pengajuan penangguhan, namun mendapatkan keringanan. Jadi tergantung kondisi,” ungkapnya saat memberikan bantuan sembako di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2020).

Dia menjelaskan, dalam pandemi Covid-19, penangguhan dan keringanan kredit boleh diajukan nasabah. Pihaknya akan mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Baca juga: 535 Nasabah BPR BKK Kudus Ajukan Restrukturisasi Kredit, 159 Disetujui

Dalam praktikknya, Yonathan menjelaskan, nasabah yang mendapatkan penangguhan tidak perlu membayar tagihan utang pokok. Namun cukup membayar bunganya saja.

Sedangkan, nasabah yang mendapatkan keringanan cicilan, akan mendapatkan penurunan suku bunga.

“Kami tentu menyesuaikan kondisi masing-masing nasabah,” ungkapnya.

Yontahan menambahkan, pihaknya memberi syarat khusus nasabah yang bisa mengajukan penangguhan dan keringanan. Yakni pelaku usaha skala kecil hingga menengah. Pinjaman yang dilakukan maksimal Rp 15 miliar.

“Jika lebih Rp 15 miliar itu sudah masuk komersial,” jelasnya.

Baca juga: Sejak April Hingga September 2020, Pemerintah Tanggung Pajak UMKM

Namun menurut Yonathan, terdapat juga nasabah yang menolak penangguhan dan keringanan kredit, karena nasabah tersebut masih mampu untuk membayar.

“Semua masih proses untuk restrukturisasi kredit, ya. Jadi total keseluruhan dan yang kami setujui masih kami hitung,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Konsumsi BBM Jenis Solar di Kudus Merosot Tajam

0
Operator SPBU bagian BBM jenis Solar tampak sedang duduk santai karena sepi pembeli. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang mengenakan seragam berwarna merah terlihat sedang duduk sambil berbincang-bincang. Mereka tak lain adalah operator SPBU di Jalan A Yani No 3, Kudus. Operator bagian BBM Solar itu tampak bersantai karena belum ada pelanggan.

Satu di antaranya mereka yakni Susilo Nugroho mengungkapkan, bahwa saat ini pembeli bahan bakar jenis Solar sudah jarang. Berbeda dengan Premium dan Pertamax, meski ada penurunan tetapi tidak begitu banyak.

Sementara itu, Zakia (37), Admin SPBU 4459304 membenarkan hal tersebut. Dia juga menjelaskan persentase penurunan di sana. Untuk BBM jenis Solar, penurunan hingga 75 persen, Premium tidak ada penurunan dan Pertalite turun 30 persen.

Baca juga : Pertamina Promo Pertamax Cashback 30 Persen, Banyak Warga Kudus Belum Tahu

“Sedangkan Pertamax turun hingga 20 persen, Pertamax Turbo masih stabil,
Pertamax Dex turun 50 persen. Premium masih stabil, karena cuma ada tiga kali dalam seminggu dan permintaan tinggi,” terangnya kepada betanews.id.

Hartono (69), selaku penanggung jawab SPBU 4459304 menambahakan, bahwa saat ini memang mengalami penurunan konsumen. Meski dari pihak Pertamina sudah melakukan promo dan program cash back, tetapi masih belum secara maksimal diakses warga.

“Penjualan Bio Solar yang biasanya 6 hingga 7 ton, sekarang menjadi 2 ton per bulan. Pertalite yang biasanya 15 ton, sekarang 10 hingga 12 ton. Pertamax biasanya 5 ton sekarang sekitar 4 ton. Pertamax Turbo masih stabil 400 liter. Pertamax Dex biasanya bisa sampai 400 liter, sekarang turun 200 liter,” tambahnya.

Sama halnya dengan SPBU di Jl. Raya Kudus-Jepara Km 5. Ahmad Shiddiq, Pengawas SPBU 44.593.13 mengungkapkan, di SPBU tersebut juga terjadi penurunan penjualan. Dia merinci, penjualan di dua bulan terakhir.

Baca juga : Program Ramadan Cashback, Pertamina Obral Pertamax

“Pada bulan Maret lalu, penjualan Pertamax 80.684 liter, Pertalite 214.835 liter, Permium 101.865 liter dan Bio Solar 99.228 liter. Sedangkan pada bulan April 2020, penjualan Pertamax 20.654 liter, Pertalite 60.559 liter, Premium 30.210 liter dan Bio solar 31.167 liter,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Teddy Hermawan, Kasi Fasilitasi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kudus menyampaikan, jika penggunaan BBM jenis Bio Solar di Kudus mengalami penurunan drastis akibat dampak Covid-19.

“Penyaluran BBM jenis Bio Solar bulan Januari 7.115.090 liter, bulan Februari 6.789.407 liter, bulan Maret 6.682.305 liter dan bulan April 4.715.728 liter. Untuk BBM jenis lain tidak banyak menurun,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Hotel @Hom Tawarkan Promo Menarik saat Lebaran

0
Paket promo yang disiapkan Hotel @Hom. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Lobi Hotel @Hom di Jalan Tanjung, Kecamatan Kota, Kudus tampak lengang, Rabu (20/5/2020) siang itu. Di ruang yang didominasi dinding & furnintur warna merah itu, nampak beberapa staf sedang duduk. Dua di meja resepsionis dan satu lagi di meja dekat resto hotel. Satu di antaranya adalah Manager On Duty (MOD) Hotel @Hom Desy Kurniasari (31).

Siang itu, dia mengabarkan adanya paket menarik yang diadakan menyambut libur Lebaran. Promo tersebut adalah memberi diskon Superior Room dari Rp 500 ribu menjadi Rp 425 ribu per malam. Harga tersebut juga sudah termasuk sarapan dan fasilitas lengkap dari hotel.

Dua staf Hotel @Hom sedang menunggu konsumen. Foto: Titis Widjayanti.

“Dengan kondisi semacam ini, kami memberikan promo dengan special price. Dari harga Rp 500 ribu menjadi Rp 425 ribu dan include breakfast. Fasilitas kamar juga lengkap, ada wifi, air minum, dan lain sebagainya,” bebernya.

Sambil berjalan menunjukkan kamar yang dimaksud, Desy melanjutkan, penyediaan promo itu juga dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yaitu menjaga kamar tetap steril dengan rutin menyemprot dengan disinfektan.

Baca juga: Promosi ala Rom Lee Channel dengan Berbagi Takjil dan Masker

Menurutnya, diskon ini menarik, lantaran di momen lebaran sebelumnya, untuk Superior Room bisa naik hingga Rp 700 ribu per malam. Sedangkan saat ini bisa didapatkan dengan harga jauh di bawahnya.

“Hotel @Hom memberikan special price tersebut mulai dari 22 Mei sampai dengan 27 Mei 2020,” info Desy.

Di sisi lain, Market Sales Hotel @Hom Reyaldus (31) menambahkan, selain diskon kamar, pihak hotel juga ada beberapa program lain yang ditawarkan. Seperti program Pak De Ku dari resto hotel yang menyediakan berbagai paket makanan dengan ongkos kirim gratis se Kota Kudus.

“Jadi yang mau di rumah saja di kondisi semacam ini bisa memesan dan menikmati berbagai menu yang ada. Selain itu kami juga ada dimsum. Namanya Warung Dimsum, di GrabFood atau GoFood sudah ada. Dan itu warung dimsum satu-satunya di Kudus,” papar lelaki yang akrab disapa Rey tersebut.

Baca juga: Jual Produk dari 12 Brand Lokal Ternama, Seventyfour Paling Diminati di Distro Javaz

Tak hanya itu, pihaknya menyelenggarakan undian berhadiah yang tidak dipungut biaya sepeser pun. Caranya, tamu yang menginap sekaligus bisa mengumpulkan kupon untuk diundi di akhir tahun. Rey mengatakan, program undian tersebut jadi program unggulan yang membedakan Hotel @Hom dengan hotel-hotel lain.

“Untuk yang spesial juga, kami ada undian tiap akhir tahun. Untuk tahun ini kami ada (Hadiah Yamaha) NMAX dan Fino. Tamu cukup membayar kamar saat menginap, lalu dapat kupon undian yang bisa dikumpulkan dan dapat (sepeda) motor di akhir tahun,” tutup Rey.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sepi Job Manggung, Mandala Angklung Semarang Ngamen di Kudus

0
Mandala Angklung Semarang sedang mengamen di Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, traffic light di Perempatan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, menyala merah. Kendaraan dari arah selatan serta merta berhenti. Kemudian dari tepi jalan mulai terdengar alunan suara musik yang didominasi suara angklung. Terlihat, sambil menunggu lampu hijau menyala, para pengendara begitu menikmati alunan musik yang dimainkan empat orang tersebut. Mereka adalah grup musik Mandala Angklung.

Kasman (63), ketua grup sekaligus pemain angklung menuturkan, grup musik Mandala Angklung berasal dari Semarang. Setiap sepi orderan manggung, serta untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dia bersama rekannya yang tergabung dalam grup memutuskan untuk mengamen di pinggir jalan. Tepatnya di tepi perempatan jalan yang ada lampu lalu lintasnya.

Grup Mandala Angklung dari Semarang sedang mengamen di Kudus karena sepi job manggung. Foto : Rabu Sipan

“Dari dulu Mas, kalau sepi manggung ya kami mengamen. Kalau tidak begitu nanti tidak ada pemasukan. Lha nanti yang ngasih makan anak dan istri kami siapa,” kata Kasman kepada betanews.id, Sabtu (16/5/2020).

Baca juga : Mengenal Band Tanpa Nada, Tak Persoalkan Aliran Musik Agar Leluasa Berkarya

Pria yang sudah punya lima anak itu menambahkan, untuk mengamen ia bersama rekannya memilih pindah – pindah kota. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak bosan dengan keberadaannya. Paling lama mengamen di satu kota itu dua hari, setelah itu pindah lagi. Beberapa pekan kemudian, baru ke kota tersebut lagi.

“Kalau kami memilih mengamen pindah – pindah kota. Banyak kota yang telah kami singgahi untuk menjajakan alunan alat musik kami. Selain Kudus, ada Jepara, Salatiga, Demak, Boyolali, semarang dan kota – kota lainnya,” ungkapnya.

Di Kudus sendiri tambahnya, ia bersama rekannya memilih lampu lalulintas Peganjaran untuk menjajakan alunan alat musiknya. Sedang kalau di Jepara, dia memilih lampu merah Ngabul sebagai tempat untuk menghibur orang lewat.

“Di Kudus sendiri ini sudah hari kedua. Kemarin di sini, karena ramai yang ngasih. Jadi kami putuskan di Kudus lagi. Kalau sudah sedikit yang sodakoh kami akan pindah ke kota lain,” bebernya.

Setiap mengamen, kata dia, sehari ia bersama rekannya paling kebagian Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per orangnya. Sebab, hasil yang didapatkannya harus dipotong sewa mobil perhari dan sewa alat musiknya terlebih dulu. Baru sisanya baru dibagi rata.

“Kami memang sewa mobil untuk mengangkut rombongan dan alat musik. Harga sewa mobil Rp 320 ribu sehari. Belum juga harga sewa alat musiknya. Namun nerapapun sisanya, yang penting ada pemasukan dan keluarga bisa tetap makan,” ujarnya.

Baca juga : Bantu Seniman yang Kehilangan Penghasilan, Ganjar Galang Donasi Lewat Panggung Kahanan

Dia mengaku, grup musik Mandala Angklung dibentuk dua tahun lalu. Ada empat musik yang dimainkan yaitu, angklung, teplak, geduk dan bastem. Biasanya kata dia, sering mendapatkan job manggung untuk acara khitanan, tujuh belasan, ulang tahun dan lain sebagainya.

“Di Kudus sendiri kami cukup dikenal dan beberapa kali dapat job untuk memeriahkan acara. Namun yang belum kenal dan ingin menggunakan jasa kami bisa menghubungi nomer 081225298487,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -