BETANEWS.ID, KUDUS — Ali Esmanto terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus periode 2026–2031. Pria yang akrab disapa Esmanto tersebut berjanji akan membawa koperasi di Kota Kretek menjadi lebih sehat dan mandiri.
Esmanto terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Ruang Serbaguna Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus, Kamis (21/5/2026). Musda tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah, Sri Hartini.
Esmanto menyampaikan, Dekopinda merupakan wadah tunggal gerakan koperasi di Kabupaten Kudus. Ia berharap, di bawah kepemimpinannya, koperasi di Kudus mampu menjadi lebih sehat, baik secara administrasi maupun usaha.
“Alhamdulillah saya dipercaya memimpin Dekopinda Kudus periode 2026–2031. Visi saya mewujudkan koperasi di Kota Kretek ini sehat dan mandiri,” ujar Esmanto.
Ia menuturkan, saat ini terdapat kurang lebih 600 koperasi di Kabupaten Kudus. Jumlah tersebut termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Esmanto tidak memungkiri masih banyak koperasi di Kudus yang mati suri. Menurutnya, minimnya regenerasi pengurus menjadi faktor utama koperasi tidak kembali aktif dan tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Baca juga : Dekopinda Kudus Siapkan Musda, Bahas Regenerasi hingga Penguatan Koperasi
“Hal itu akan menjadi fokus kerja kami. Nantinya akan ada pembinaan dan pendampingan supaya koperasi-koperasi itu bisa aktif kembali,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Sri Hartini, berharap pimpinan dan pengurus baru Dekopinda nantinya dapat menjadi rumah bagi koperasi se-Kabupaten Kudus. Selain itu, Dekopinda juga diharapkan mampu memfasilitasi sinergi antara koperasi primer, Koperasi Merah Putih, dan pemerintah daerah.
“Kita tahu banyak koperasi yang mati suri. Oleh karena itu, Dekopinda harus bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pendampingan agar koperasi-koperasi tersebut kembali aktif,” ujar Sri Hartini.
Di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Sri Hartini, koperasi mendapatkan perhatian istimewa. Sebab, jika dikelola dengan baik dan profesional, koperasi mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
“Ketika hal itu terjadi, maka hasilnya adalah kesejahteraan masyarakat meningkat. Oleh karena itu, pengelolaan koperasi jangan jadul lagi, tetapi harus modern dan profesional,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

