BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 57 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus telah rampung dibentuk dan siap dioperasionalkan. Pemerintah daerah bersama jajaran TNI, Polri, hingga pemerintah desa terus mempercepat penyelesaian program tersebut dengan target seluruh koperasi selesai sebelum Agustus 2026.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menyampaikan percepatan pembentukan dan operasional KDKMP terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Kudus. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berhenti pada tahap peresmian, tetapi juga dipastikan dapat berjalan dan berkembang untuk mendukung perekonomian masyarakat.
“Target KDKMP kita 100 persen. Sebelum bulan Agustus semuanya harus sudah selesai. Setiap hari terus ada progres sehingga pembangunan dan pengoperasionalannya bisa berjalan lebih baik,” katanya usai peresmian KDKMP di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, pengoperasian KDKMP dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, kepala desa, hingga pengurus koperasi di masing-masing wilayah.
“Ini kerja tim besar. Ada dinas terkait, kepala desa, pengurus koperasi, semuanya berkolaborasi supaya KDKMP ini benar-benar berkembang dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 57 koperasi telah selesai dibentuk. Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan berbagai sarana pendukung operasional koperasi.
“Sudah ada 57 koperasi yang selesai. Kemudian didukung 11 kendaraan operasional, ada 20 titik koperasi yang sudah dipasang AC, dan 10 koperasi lainnya mulai hari ini dipasang perlengkapan tambahan,” jelasnya.
Baca juga : 30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menerima bantuan perlengkapan lain seperti kendaraan pikap, motor operasional, hingga fasilitas gerai pendukung seperti perlengkapan apotek dan ruang dokter.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa percepatan pembentukan KDKMP akan terus dikawal bersama seluruh unsur pemerintah hingga tingkat desa dan RT/RW.
“Kita gas terus untuk Kabupaten Kudus. Dengan dimulainya peresmian ini bukan berarti selesai, tetapi bagaimana koperasi ini benar-benar bisa berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, KDKMP tidak dibentuk untuk mematikan pelaku UMKM atau usaha kecil yang sudah ada. Sebaliknya, koperasi justru diharapkan menjadi ruang kolaborasi ekonomi berbasis kearifan lokal di masing-masing wilayah.
“KDKMP ini merangkul semua pihak dan mengangkat kearifan lokal. Jadi terjadi interaksi dan sinergi antara koperasi dengan UMKM maupun pedagang sekitar. Persaingan itu bukan mematikan, tetapi saling menguatkan ekonomi Kabupaten Kudus,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap koperasi nantinya memiliki konsep “KDKMP Plus” yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing desa atau kelurahan.
“Karena setiap wilayah punya keunggulan sendiri-sendiri, maka koperasinya juga akan berkembang sesuai potensi daerahnya masing-masing,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

