Dispertan Kudus Perketat Pemeriksaan Jelang Iduladha, Pastikan Kondisi Hewan Ternak Aman

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus tengah melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Salah satu lokasi yang disasar yakni kandang kerbau UD Mahesa Muda di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bersama dokter hewan dan tim paramedis guna memastikan kesehatan ternak serta ketersediaan stok hewan kurban.

“Untuk ketersediaan stok Iduladha ini alhamdulillah masih relatif aman. Memang dari informasi pedagang ada sedikit penurunan permintaan dibanding tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemantauan, Selasa (12/5/2026).

-Advertisement-

Menurutnya, kandang kerbau tersebut saat ini hampir 90 persen ternaknya telah terjual. Namun, sebagian besar hewan masih dititipkan di kandang untuk dirawat hingga mendekati hari penyembelihan.

“Kalau kita amati, ini seperti hotel kerbau. Jadi, hewan dititipkan terlebih dahulu sampai nanti mendekati Iduladha baru dikirim ke pembeli,” jelasnya.

Baca juga : 60 Peserta Ikuti Pelatihan Juleha di Kudus, Persiapan Jelang Iduladha 2026

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan tiga tahapan pemeriksaan. Pertama, pendataan populasi ternak. Kedua, pemeriksaan kesehatan hewan terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun kondisi kesehatan umum lainnya. Ketiga, pemberian vitamin dan obat-obatan guna menjaga kebugaran ternak.

“Khusus vaksinasi saat ini tidak dilakukan lagi karena waktunya sudah terlalu dekat dengan Iduladha. Namun, vitamin dan obat-obatan tetap kami berikan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan di sejumlah lokasi, pihaknya memastikan belum ditemukan kasus PMK aktif pada hewan ternak di Kudus. Beberapa ternak yang sebelumnya sempat terpapar kini dinyatakan sembuh.

“Untuk lokasi pemantauan yang sudah kami datangi, tidak ditemukan kasus PMK aktif. Kalau ada yang dulu pernah terkena, sekarang sudah sembuh,” terangnya.

Arin mengungkapkan, mayoritas pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi faktor ekonomi masyarakat.

“Kalau kita amati, memang faktor ekonomi masyarakat yang paling berpengaruh. Sementara dari sisi kesehatan hewan seperti PMK atau LSD, justru saat ini kasusnya sudah sangat kecil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengawasan lalu lintas ternak juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar daerah. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sejumlah pos pemeriksaan di wilayah perbatasan guna memantau keluar masuk ternak.

“Kalau ada laporan kasus dari luar daerah biasanya langsung diinformasikan. Namun, kami di kabupaten tetap melakukan tindak lanjut dan pengawasan,” imbuhnya.

Sementara terkait harga, Arin menyebut menjelang Iduladha memang terjadi kenaikan dibanding hari biasa. Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga hewan kurban relatif stabil.

“Untuk sapi dan kerbau biasanya naik sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta saat Iduladha. Namun, dibanding Iduladha tahun lalu, harga saat ini relatif hampir sama,” tandasnya.

Sementara itu, pemilik UD Mahesa Muda, Sholikul Huda, mengaku senang lokasi ternaknya ditinjau langsung oleh dinas. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa dinas sangat memperhatikan kondisi ternak yang dirawat.

“Terima kasih karena dinas sudah mengecek kesehatan hewan-hewan di kandang saya. Sehingga layak dijadikan hewan kurban tanpa ada penyakit PMK dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER