BETANEWS.ID, KUDUS — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Loram Kulon mulai memunculkan warna baru. Salah satu bakal calon yang mencuri perhatian adalah Muhammad Wahyu Saputro (32), pemuda asli Loram Kulon yang maju dalam bursa pencalonan kepala desa.
Pada Jumat (8/5/2026) pagi, Wahyu datang ke Balai Desa Loram Kulon bersama keluarganya untuk mengembalikan berkas pendaftaran. Sebelum menuju balai desa, ia terlebih dahulu mendatangi Masjid Wali At-Taqwa dan makam Syekh Abdurrahman atau Mbah Tuan Sangsang.
Dengan mengenakan busana rapi dan peci hitam, Wahyu datang ke Balai Desa Loram Kulon bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Sejumlah anggota keluarga juga turut mendampingi dan mengantarnya saat mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Loram Kulon.
Wahyu mengaku sengaja mendatangi masjid dan makam wali sebelum mendaftarkan diri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus silaturahmi. Ia juga membawa nasi kepel untuk dibagikan.
“Alhamdulillah sebelum ke balai desa kami ke Masjid Wali untuk silaturahmi dan memberikan nasi kepel sebagai wujud rasa syukur. Setelah itu lanjut ke makam Syekh Abdurrahman Tuan Sangsang,” ujarnya di Balai Desa Loram Kulon, Jumat (8/5/2026).
Pria yang tinggal di RT 1 RW 3 Desa Loram Kulon itu mengaku terpanggil maju dalam Pilkades PAW karena ingin memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mengaku memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas atau sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Baca juga : Pilkades PAW Loram Kulon Masuk Tahap Penjaringan, Tiga Kandidat Sudah Kembalikan Berkas
“Kalau bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Loram Kulon, tentu akan saya jalankan. Niat awal saya memang ingin memberikan manfaat untuk desa,” katanya.
Selain itu, Wahyu juga ingin melanjutkan program kepala desa sebelumnya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, sejumlah program dan visi pembangunan desa masih perlu diteruskan hingga beberapa tahun ke depan.
Ia menilai pembangunan fisik di Desa Loram Kulon sudah cukup baik. Karena itu, dirinya ingin lebih menekankan pembangunan nonfisik, terutama penguatan mental dan pembinaan generasi muda.
“Kami ingin generasi muda Loram Kulon benar-benar bisa berkembang dan bermanfaat bagi desa maupun bangsa. Nanti tentu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran desa,” jelasnya.
Di usianya yang masih 32 tahun, Wahyu menjadi salah satu kandidat termuda dalam Pilkades PAW Loram Kulon. Meski tergolong muda, ia mengaku optimistis bisa ikut membawa perubahan dan inovasi bagi desa hingga tahun 2030 mendatang.
Editor: Kholistiono

