BETANEWS.ID, KUDUS – Jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, mengalami kerusakan akibat longsoran yang terjadi pada Februari 2026 lalu. Kerusakan saluran pipa tersebut menyebabkan suplai air bersih ke permukiman warga terganggu sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
Mendengar laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bergerak cepat melakukan dropping air bersih bagi warga terdampak. Bantuan air bersih mulai disalurkan pada Jumat (8/5/2026), dengan sasaran utama wilayah terdampak di Dukuh Krobokan dan Dukuh Sompok, Desa Menawan.
Distribusi bantuan air bersih dilakukan secara estafet guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses perbaikan jaringan pipa berlangsung. Berdasarkan laporan, wilayah terdampak meliputi RT 03 RW 02 dan RT 04 RW 01 dengan jumlah warga mencapai sekitar 700 kepala keluarga (KK).
Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah, menyampaikan bahwa kerusakan jaringan pipa terjadi akibat material longsor yang menghantam jalur distribusi utama air bersih milik Pemerintah Desa Menawan. Menurutnya, hingga saat ini proses perbaikan jaringan air masih berlangsung.
Kondisi tersebut memaksa warga mengandalkan bantuan distribusi air bersih karena aliran dari sumber Pegunungan Muria belum kembali normal.
Baca juga : Awal 2026 Positif, Penerimaan Bea Cukai Kudus Lampaui Target
“Ini gangguan distribusi air bersih akibat pipa utama dari Pegunungan Muria rusak terkena longsor. Longsor terjadi sejak Februari 2026 dan sampai sekarang masih dalam tahap perbaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, perbaikan jaringan telah dilakukan selama kurang lebih dua minggu terakhir. Meski begitu, debit air yang mengalir ke permukiman warga belum stabil dan belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Dalam pendistribusian tersebut, setidaknya sebanyak 5.000 liter air didistribusikan kepada warga terdampak secara estafet. Hingga pukul 10.45 WIB, tercatat sudah tiga tangki air berhasil disalurkan langsung kepada masyarakat.
“Selain bantuan dari BPBD, bantuan juga datang dari pihak swasta dan warga setempat yang turut membantu suplai air menggunakan lima tangki tambahan,” terangnya.
Ia menuturkan, warga terdampak membutuhkan air bersih mencapai puluhan ribu liter untuk mengisi tandon utama milik desa. Bantuan pengisian tandon dimaksudkan agar menjadi sumber distribusi bagi masyarakat sekitar, khususnya warga terdampak.
“Perkiraan kebutuhan mendesak warga saat ini mencapai 75.000 liter atau setara 15 tangki air untuk mengisi tandon utama milik desa yang menjadi sumber distribusi bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

