Kualitas Terjamin, Pembudidaya Ikan Rela Antre Demi Benih dari BBI Hadipolo Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) Hadipolo di Kabupaten Kudus menjadi rujukan para pembudidaya ikan dari berbagai daerah untuk mendapatkan benih ikan berkualitas. Tingginya permintaan membuat sejumlah pembeli bahkan rela mengosongkan kolam mereka ketika stok benih di BBI Hadipolo tidak tersedia.

Kepala UPTD Balai Benih Pertanian dan Perikanan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Aji Sutrisno menyampaikan, antusiasme masyarakat terhadap benih ikan produksi BBI Hadipolo sangat tinggi. Pembeli tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari luar daerah seperti Demak, Grobogan, hingga Boyolali.

“Banyak pelanggan yang sudah percaya kualitas benih di sini. Bahkan ada yang rela menunggu dan mengosongkan kolamnya saat stok kami habis,” bebernya saat ditemui di lokasi belum lama ini.

-Advertisement-

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas benih ikan dari BBI Hadipolo tidak lepas dari sistem pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan secara ketat. Pengelolaan pembenihan di tempat tersebut juga berada dalam pengawasan lembaga kementerian terkait.

Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang rutin memperoleh penilaian bagus hingga kategori excellent.

Baca juga : Kampanyekan Posyandu 6 SPM, Endhah Minta Kader Aktif Edukasi Warga

“Kami menggunakan induk ikan bersertifikat dengan surat keterangan. Jadi tidak asal mengambil ikan besar untuk dijadikan indukan,” terangnya.

Saat ini, BBI Hadipolo memiliki luas area sekitar satu hektare dengan total 48 kolam. Kolam tersebut terdiri dari 15 kolam besar dan sejumlah kolam kecil untuk berbagai tahapan pembenihan. Kolam kecil digunakan untuk proses pemijahan induk ikan nila dan lele, sementara kolam pendederan dipakai untuk merawat benih hasil penetasan sebelum siap dipasarkan.

“Setelah telur menetas dan benih siap makan pelet, baru dipindahkan ke kolam pendederan sampai ukurannya siap jual,” jelasnya.

Dalam satu tahun, BBI Hadipolo menjalankan tiga siklus produksi benih. Setiap satu kali panen, pihaknya mampu menghasilkan sekitar 13 ribu benih ikan nila dan lele siap jual. Untuk harga, benih ikan dijual Rp100 hingga Rp150 per ekor dengan ukuran sekitar 5 sampai 9 sentimeter atau usia kurang lebih dua bulan.

Aji menambahkan, masyarakat yang ingin membeli benih ikan bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui WhatsApp. Setelah itu, benih yang telah dipesan akan dipindahkan ke kolam pemberokan sebelum diambil pembeli.

“Selama di kolam pemberokan, ikan tidak diberi makan selama satu sampai dua hari. Tujuannya supaya kondisi ikan tetap bagus saat perjalanan dan tidak mudah sakit,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER