31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Mengenal Band Tanpa Nada, Tak Persoalkan Aliran Musik Agar Leluasa Berkarya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Band Tanpa Nada beberapa hari ini banyak disorot setelah mengeluarkan lagu “Tak Terhitung” yang dipersembahkan khusus untuk pejuang Covid-19. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi band asal Semarang itu dengan dua penyanyi perempuan, yakni Devia dari grup duo-pop Figura Renata dan Fanny dari grup trio-pop folk Soegi Bornean.

Salah seorang personel Band Tanpa Nada Aristya Kusuma Verdana (34) mengatakan, lagu ini merupakan cara mereka merespon fenomena terkini, yaitu adanya pandemi Covid-19. Khusunya untuk tenaga medis sebagai garda terdepan, pasien yang berjuang, dan masyarakat yang senantiasa menjaga kesehatan.

Menurutnya, kecenderungan untuk merespon berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat, membuat band yang sudah berdiri selama 12 tahun itu tak pernah mempertahankan jenis aliran musik khusus di setiap karyanya. Makanya, Tanpa Nada lebih leluasa merespon berbagai fenomena untuk selanjutnya dituangkan menjadi karya.

-Advertisement-

“Dari awal kami suka eksplorasi. Setiap karya punya keunikannya sendiri. Tidak ada jenis musik khusus yang kami patuhi. Karena memang dari masing-masing personel juga punya latar belakang aliran sendiri, seperti hardcore, emo, punk, metal, rock hingga tradisional,” terangnya, Jumat (8/4/2020).

Baca juga: Tak Mempan dengan Keris, Kekebalan Cakil Luntur Karena Disinfektan

Tak hanya latar belakang bermusik, lanjut Aristya, perjalanan karir anggota band yang berisi tujuh orang itu juga tidak sama. Ia menyebut, mereka datang dari berbagai profesi, mulai dari teater, sastra, dosen, jurnalis, marketing, event organizer, hingga kontraktor.

“Perpaduan tersebut membuat pandangan dalam berkarya kami jadi holistik, bukan parsial. Dan kami memandang musik adalah gagasan yang tidak pernah memiliki batas,” papar pria yang juga berprofesi sebagai jurnalis itu.

Selain mengeluarkan single, band yang digawangi Erick (vokal), Fajar “Cepot” Leksono (vokal), Lutfi Firmansyah (Gitar/Vokal), Adi “Kempul” Prasetyo (gitar), Samid (bass), Lazuardy “Ambon” Inu (drum) dan dirinya sendiri di etnik, sejauh ini sudah mengeluarkan dua album. Album pertama berjudul Duniaku Ini Duniamu rilis 2010 dan Diorama Kakofani pada 2017.

Baca juga: ‘Tak Terhitung’, Lagu Ciptaan Band Tanpa Nada untuk Pejuang Covid-19

Sedangkan khusus untuk lagu Tak Terhitung, mereka berkolaborasi dengan dua vokalis wanita, kemudian Antok Riyanto dalam mixing dan mastering. Untuk pembuatan video musik digarap oleh @officialgemb dan sampul lagu dirancang oleh Nur Soleh, dengan merespons foto karya Dini Failasufa.

“Dari berbagai kerja sama tersebut, akhirnya lahir karya Tak Terhitung yang diharapkan mampu dinikmati oleh seluruh pendengar,” pungkas Aristya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER