31 C
Kudus
Rabu, Februari 25, 2026

Terinspirasi Kasus BBM Oplosan, Film Confessio Garapan Sineas Kudus Raih Prestasi Internasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Film pendek berjudul Confessio garapan sineas Kudus menorehkan prestasi mentereng di tingkat Internasional. Film yang bercerita tentang pengakuan dosa seorang koruptor tersebut mampu masuk tiga besar dalam festival film pendek internasional di Italia, Mirabile Dictu, yang diumumkan pada 30 Januari 2026.

Film Confessio digarap GsT Production, rumah produksi yang beralamat di Jalan Kelapa Sawit, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Film tersebut ditulis oleh Asa Jatmiko dan disutradari oleh anaknya yang bernama Cornel Innos.

Asa Jatmiko menyampaikan, rasa syukur atas raihan karyanya tersebut. Pembuatan film Confessio ini terinspirasi dari kasus pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang di tangani oleh Kejaksaan Agung pada Februari 2025.

-Advertisement-

“Dari kasus oplosan BBM tersebut mobil saya rusak. Karena selama ini, saya selalu isi Pertamax, tapi ternyata oplosan. Kemudian terinspirasilah untuk membuat film dan diberi judul Confessio,” ujar Asa kepada Betanews.id, Selasa (24/2/2026).

Dalam cerita film Confessio, lanjut Asa, pengakuan dosa tokoh utama tidak terkait pengoplosan BBM. Namun, diganti dengan beras oplosan.

“Tetapi ketika film Confessio sudah jadi, muncul kasus beras bantuan yang dioplos juga,” ucap Asa tertawa.

Baca juga: Dari Kolong Imajinasi, Teater 9,9 Lahir di Desa Megawon Kudus

Sinopsis film Confessio, Dwijo (tokoh utama) nampak sebagai orang sukses dan dermawan di mata masyarakat. Pun ia baik di mata umat lingkungan gereja.

Di mata Tuhan, Dwijo menyadari dia termasuk biang keresahan rakyat karena beras oplosannya. Usahanya lancar dengan menyogok para pejabat pemerintah.

Dwijo juga mengkhianati kesetiaan istrinya, berselingkuh dengan anak buahnya di yayasan “Dia Foundation” yang ia dirikan.

Kemudian, memilih hidup jujur dan memulai hidup yang baru, butuh pengorbanan dan keberanian. Sebuah pertarungan batin Dwijo yang berat untuk jujur mengakui, bertobat dan berkomitmen tidak akan mengulangi perbuatan (dosa) itu.

Asa mengungkapkan, sempat mengirimkan film Confessio untuk ikut di dua ajang festival film di dalam negeri. Antara lain, Festival Film Indonesia (FFI) dan Anti Corruption Film Festival (ACFFEST) programnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2025, tapi kalah.

“Tetapi puji tuhan, film Confessio bisa masuk tiga besar pada Festival Film Pendek Internasional di Italia, Mirabile Dictu. Tentu sangat membanggakan,” ungkapnya.

Sutradara, Cornel Innos mengatakan, film Confessio berdurasi 21 menit. Penggarapan film tersebut melibatkan kurang lebih 60 orang. Terdiri dari 50 pemain dan 10 kru. Pembuatan film dilakukan pada 23-25 Maret 2025 di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

“Kita pilih Ambarawa, karena film ini tentang pengakuan dosa. Jadi kita ambil setting gereja yang masih otentik. Di Ambarawa gerejanya masih ada sentuhan ornamen Belanda,” ujar Innos.

Terkait kesulitan memproduksi film Confessio, menurut Innos, tak ada kendala yang begitu signifikan. Kesulitan terbesarnya, mengarahkan teman-teman pemain yang baru pertama akting.

“Apalagi di film ini banyak gundah-gulananya. Aktor harus bisa mengekspresikan kesedihan secara natural. Ekspresinya itu tidak hanya di mimik wajah saja, tetapi harus dari hati, supaya akting sedihnya sampai ke penonton,” bebernya.

Baca juga: Pentas Tahunan ke-18, Widyas Budaya Suguhkan Sendratari Ramayana

Untuk rencana selanjutnya, kata Innos, belum ada kepikiran untuk ikut festival lagi. Pihaknya akan melakukan pemutaran film Confessio di beberapa lokasi, di antaranya di Kudus dan Ambarawa.

“Di Ambarawa khususnya, kita ingin banget skrining film di sana. Pasalnya, dari proses awal pembuatan hingga saat ini, teman-teman kru itu belum ada yang pernah nonton film Confessio,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Confessio merupakan film pertama garapan GsT Production dan ternyata sukses bisa masuk tiga besar fetival film pendek Internasional di Italia, Mirabile Dictu. Tentu ini sangat membanggakan.

“Dalam film Confessio ini kita ingin menyampaikan, bahwa sebagai manusia kita harus punya rasa maaf seluas samudra. Sebenci dan sedendam apapun, kunci utamanya adalah memaafkan,” imbuh pria yang juga penyanyi sekaligus penulis lagu tersebut.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER