BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mengebut pekerjaan infrastruktur guna memastikan jalan bebas lubang serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat total 58 paket pekerjaan infrastruktur. Hingga Mei 2026, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 30 persen.
“Pekerjaan infrastruktur kita progresnya sudah 30 persen. Kita akan pastikan pekerjaan tepat waktu dan tetap menjaga kualitas mutu bangunan,” ujar Harry belum lama ini.
Ia menuturkan, 58 paket pekerjaan infrastruktur tersebut terdiri atas tiga bidang, yakni Bidang Jasa Marga, Bidang Sumber Daya Air, serta Bidang Tata Bangunan dan Drainase.
“Alokasi anggaran kurang lebih sebesar Rp92 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” beber Harry.
Menurutnya, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur pada 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Baca juga :Menuju Indonesia Emas 2045, Kudus Perkuat Program Keluarga Berkualitas
“Meski ada efisiensi, sesuai instruksi Bupati Kudus, perbaikan infrastruktur harus tetap maksimal. Jalan-jalan yang berlubang segera dilakukan penambalan,” tandasnya.
Disinggung terkait dampak kenaikan kurs dolar, Harry mengakui kondisi tersebut turut memengaruhi belanja material bangunan. Pasalnya, beberapa material masih bergantung pada impor.
“Khususnya aspal, itu harganya sangat terdampak pada kurs dolar. Oleh karena itu, pengaspalan jalan akan kita sesuaikan kembali volumenya,” sebutnya.
Untuk pekerjaan, kata Harry, jumlah paket kemungkinan tetap 58 titik. Namun, volume dan panjang pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Pekerjaan akan tetap 58 paket. Tetapi mungkin panjang infrastruktur yang dibangun atau diperbaiki yang akan dikurangi,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

