Investor Asing Kembali Bangun Pabrik di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Kabupaten Jepara kembali menjadi incaran investor asing untuk membangun pabrik baru. Pabrik yang rencananya akan dibangun tersebut bernama PT Peak Nusantara Industrial.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Arif Darmawan, mengatakan lokasi pembangunan pabrik berada di Desa Sengonbugel, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Pabrik tersebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sejak 10 Juni 2024.

-Advertisement-

“Saat ini masih dalam proses pengurusan AMDAL (izin lingkungan),” kata Arif saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Setelah proses perizinan AMDAL selesai, lanjut Arif, tahapan berikutnya adalah pengurusan izin usaha di Kementerian Perdagangan.

Arif mengatakan, hingga saat ini pembangunan fisik pabrik belum dimulai. Namun, sekitar April lalu pihak perusahaan telah menggelar groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi yang akan dibangun.

“Progres pembangunan belum mulai, baru netepi dino kalau istilahnya orang Jawa (groundbreaking),” ujarnya.

Baca juga : Perjalanan PT Samwon, Investor Asal Korea yang Pernah Berkembang Pesat Kini Tutup Pabrik di Jepara

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada DPMPTSP Kabupaten Jepara, M. Zainal Arifin, mengatakan berdasarkan data pada Online Single Submission (OSS), perusahaan tersebut bergerak di bidang industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan pribadi.

Namun, berdasarkan data yang tercantum, belum dijelaskan secara rinci jenis barang yang akan diproduksi.

“Pemilik modal utamanya siapa juga belum ada, hanya ada susunan pengurus yang berasal dari China, Singapura, dan Hong Kong,” sebutnya.

Arifin menambahkan, perusahaan juga belum mencantumkan jadwal mulai pembangunan maupun operasional pabrik. Nilai investasi yang akan ditanamkan mencapai Rp10,1 miliar.

Menurut Arifin, komunikasi terakhir pihak perusahaan dengan DPMPTSP dilakukan pada 21 November 2025.

“Belum tahu kapan mulai dibangun dan mulai beroperasi. Terakhir melakukan konsultasi publik itu sekitar November lalu, saat itu lokasinya masih berupa lahan,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER