Meriah, Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus ke-477

BETANEWS.ID, KUDUS – Festival Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 berlangsung sangat meriah, Sabtu malam (12/9/2026). Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Simpang Tujuh tersebut dipadati ribuan warga yang tampak antusias menyaksikan berbagai seni budaya yang ditampilkan.

Sejumlah sekolah dan desa yang mewakili kecamatan masing-masing menampilkan seni budaya khas Kota Kretek. Usai penampilan, masing-masing kontingen menyerahkan hasil bumi, karya seni, ataupun yang lainnya kepada Bupati Kudus.

Acara berlangsung sangat meriah sejak awal hingga selesai. Antusiasme warga bahkan membuat sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi dipenuhi penonton.

-Advertisement-

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan permohonan maaf apabila tingginya antusiasme masyarakat membuat sebagian pengguna jalan maupun warga yang hendak melintas merasa terganggu.

“Alhamdulillah kegiatan lancar, tapi kami juga minta maaf bilamana di antara warga yang terganggu atau pengguna jalan yang tidak nyaman, atau masyarakat yang mau masuk tidak bisa karena begitu antusiasnya masyarakat untuk mengikuti acara karnaval hari ini,” ujar Sam’ani usai acara.

Menurut Sam’ani, Festival Karnaval Budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dalam momentum Hari Jadi Kudus ke-477. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggugah masyarakat untuk mengenali, merawat, sekaligus mengembangkan potensi budaya yang dimiliki masing-masing daerah.

Ia berharap potensi yang ditampilkan dalam karnaval tidak berhenti sebagai pertunjukan semata. Berbagai budaya lokal tersebut dinilai bisa dikembangkan, seperti kuliner dan karya seni lainnya.

Baca juga : KIVFEST 2026, Bupati Sam’ani Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Budaya Antikorupsi

“Karya yang ditampilkan tadi adalah potensi yang ada di desa atau di kecamatan maupun di sekolah. Potensi harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi sebuah kearifan lokal yang kita angkat menjadi sebuah objek wisata yang bisa memberikan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sam’ani juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama dalam menyambut kedatangan wisatawan maupun peziarah ke Kabupaten Kudus. Menurutnya, wisatawan merupakan aset yang perlu dijaga dan dihormati agar memberikan dampak positif bagi daerah.

“Jaga kebersihan, jaga kesehatan ya, untuk menerima para peziarah atau para wisatawan yang hadir di Kabupaten Kudus ini. Karena wisatawan adalah aset kita yang kita jaga dan kita hormati,” jelasnya.

Memasuki usia ke-477, Sam’ani berharap semangat Hari Jadi Kudus dengan tema “Urip Ngurupi” dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Ia ingin momentum tersebut mendorong masyarakat semakin aktif bekerja dan bergerak sehingga perdagangan tumbuh, ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong.

“Semoga masyarakat ini bergeliat dalam perdagangan, bekerja, sehingga ekonominya meningkat. Sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” kata Sam’ani.

Dari berbagai penampilan yang disaksikannya, Sam’ani secara khusus mengapresiasi sajian bertema hajatan yang ditampilkan SMP 1 Kudus. Menurutnya, pertunjukan tersebut menggambarkan kearifan lokal yang tidak sekadar berupa tradisi, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan kepedulian antarmasyarakat.

“Hajatan itu kearifan lokal ya, bahwa budaya berbagi, sedekah, termasuk memperhatikan warganya, termasuk nguri-uri budaya-budaya kita, kita apresiasi,” ucapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER