BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Green Orientation, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Green Kampus Sadar Lingkungan untuk mendorong mahasiswa dan seluruh ekosistem kampus ikut menjaga kelestarian alam.
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium UMK tersebut diikuti oleh ribuan mahasiswa. Sementara narasumber yang hadir yakni Program Officer BLDF Dandy Mahendra serta dua anggota Pandawara, Muhammad Rafly dan Muchamad Ikhsan.
Dandy Mahendra mengatakan, Green Kampus Sadar Lingkungan mulai dicanangkan BLDF tahun ini. Program tersebut tidak hanya berupa diskusi atau talkshow, tetapi dirancang secara berkelanjutan melalui pendampingan mahasiswa hingga menghasilkan aksi dan proyek lingkungan.
“Program ini memiliki lima tahapan yang diawali dengan Green Orientation. Tahap pertama menyasar kampus yang sedang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), sehingga mahasiswa sejak awal akan mendapatkan pemahaman mengenai persoalan lingkungan,” ujar Dandy.
Setelah Green Orientation, lanjutnya, mahasiswa akan mengikuti tahap Green Narrative. BLDF akan memilih sekitar 100 mahasiswa dari masing-masing kampus untuk mendapatkan pendampingan intensif selama kurang lebih tiga bulan.
“Pendampingan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi dan menyampaikan narasi mengenai isu lingkungan secara menarik serta relevan bagi generasi muda. Pengetahuan mengenai lingkungan yang dimiliki mahasiswa perlu diikuti kemampuan untuk menyampaikannya kepada masyarakat,” bebernya.
Tahap ketiga yakni Green Leadership Conference yang berisi workshop dan pelatihan lebih mendalam mengenai isu lingkungan. Setelah itu, mahasiswa diberi kesempatan melakukan aksi nyata melalui Green Action.
“Aksi ini dapat berupa penanaman mangrove, penghijauan kawasan Muria maupun kegiatan penghijauan di sekitar kampus. BLDF nantinya menyesuaikan bentuk aksi dengan kebutuhan dan persoalan lingkungan di masing-masing lokasi,” jelasnya.
Tahap terakhir, tuturnya, yakni Green Impact Project. Tahap ini menjadi wadah untuk menggabungkan pengetahuan, kemampuan bernarasi, dan pengalaman aksi mahasiswa dalam sebuah proyek yang menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan di kampus.
Proyek ini, kata Dandy, akan dikurasi pada akhir semester kedua dan hasilnya dikembalikan kepada kampus. Dengan demikian, gagasan yang dihasilkan mahasiswa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diteruskan oleh mahasiswa pada periode berikutnya.
“Jadi setiap tahun kampus mendapat ide-ide baru, lalu mahasiswanya juga dapat pengalaman baru tentang lingkungan. Tahun berikutnya juniornya lagi akan meneruskan dan berputar seperti itu,” kata Dandy.
Menurut Dandy, gerakan Green Kampus yang diinisiasi BLDF saat ini telah menyasar tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dan UMK. Setelah UMK, program tersebut akan dilanjutkan ke Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) di Cimahi, Bandung.
“Dalam pelaksanaan Green Orientation di UMK, kami turut menggandeng Pandawara. Kami menilai komunitas tersebut mampu menyampaikan isu lingkungan dengan cara yang relevan dan dekat dengan generasi muda,” sebutnya.
Wakil Rektor III UMK, Prof. Sugeng Slamet, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memahami pembelajaran dan organisasi, tetapi juga memiliki wawasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Ini menjadi satu pembelajaran bersama bahwa keseimbangan alam ini perlu kita jaga. Alam tidak akan melawan manusia bilamana mereka tidak terusik,” kata Sugeng.
Sugeng menyebut UMK memiliki sekitar 2.350 mahasiswa baru yang terdiri atas mahasiswa S1, S2, dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Edukasi lingkungan ke depan akan diperkuat melalui berbagai kegiatan, mulai dari menjaga kebersihan kampus hingga penghijauan lahan kering.
Selain itu, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan bina desa, reboisasi, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan mahasiswa dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di masyarakat.
Salah satu mahasiswa baru UMK, Hikmah Kib’rotun Nisa, menyambut positif program Green Kampus yang diinisiasi BLDF. Menurutnya, anak muda harus mulai peduli dengan pelestarian lingkungan.
“Program ini sangat bagus dan bermanfaat. Kegiatan ini membuka wawasan agar anak muda seperti saya ini untuk ambil bagian dalam pelestarian alam. Jika bukan kita yang merawat alam, lalu siapa?” ujar gadis yang suka dengan dunia pendakian tersebut.
Editor: Kholistiono

