BETANEWS.ID, KUDUS – Empat kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum sejak 2023 belum membuat Farnas Rozan Iraqee menyerah mengejar impiannya. Pebulutangkis putra KU-12 asal Sampang, Madura, Jawa Timur, itu kembali datang ke Kudus pada Audisi Umum PB Djarum 2026 dengan tekad menembus persaingan dan mendapatkan Super Tiket menuju tahap karantina.
Kesempatan tersebut mulai dibuktikannya pada Tahap Turnamen di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026). Farnas tampil dominan saat menghadapi Dimas Purnama Putra asal Jepara, Jawa Tengah, dan mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-6.
Farnas mengatakan keinginannya bergabung dengan PB Djarum tidak berubah meski beberapa kali belum berhasil lolos pada audisi sebelumnya. Ia ingin berprestasi sekaligus membanggakan orang tua yang terus memberikan dukungan kepadanya.
“Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua. Sebagai persiapan audisi, aku fokus latihan selama seminggu,” kata Farnas di GOR Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026).
Empat kali mencoba membuat Farnas semakin memahami ketatnya persaingan untuk menjadi bagian dari PB Djarum. Tahun ini, ia mendapat pesan dari orang tuanya agar tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berani memberikan kemampuan terbaik hingga mendapatkan tiket menuju karantina.
“Orang tua saya bilang harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum. Meski persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang,” ujarnya.
Perjuangan serupa juga terlihat dari peserta lainnya yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya Keanu Al Fathir Rahadi, atlet putra KU-12 asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang juga kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum setelah pada 2024 terhenti di Tahap Turnamen.
Keanu datang dengan persiapan lebih matang dan menjalani latihan hingga 11 kali dalam sepekan. Pada hari pertama Tahap Turnamen, kerja kerasnya berbuah kemenangan setelah mengalahkan Nidan Mauludi Fathan asal Kuningan, Jawa Barat, dengan skor 21-10 dan 21-13.
“Untuk persiapan audisi ini, saya latihan seminggu 11 kali. Saya ingin bergabung dengan PB Djarum karena banyak atletnya yang menjadi juara dunia,” kata Keanu.
Selain latihan, Keanu juga membiasakan diri hidup disiplin dan mandiri. Ia belajar mencuci pakaian sendiri di asrama, menjaga pola makan, serta membatasi penggunaan handphone agar tetap fokus berlatih dan bertanding.
Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan Kiandra Agustian Kardiana asal Kuningan, Jawa Barat. Meski harus menelan kekalahan pada Tahap Turnamen, pengalaman pertamanya mengikuti audisi justru membuatnya semakin termotivasi untuk kembali mencoba tahun depan jika masih memenuhi batas usia.
“Baru kali ini aku ikut audisi, rasanya seru sekali karena lawannya pun kuat-kuat. Kalah menang tidak masalah, aku sudah maksimal saat pertandingan tadi,” ujar Kiandra.
Tahun ini sebanyak 576 atlet yang lolos fase screening bersaing pada Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026. Meningkatnya kualitas peserta membuat persaingan di lapangan semakin ketat, termasuk di sektor putra yang menjadi arena bagi para pebulutangkis muda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Legenda PB Djarum sekaligus Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Aryono Miranat, mengaku cukup gembira melihat kualitas peserta tahun ini. Menurutnya, tim pencari bakat tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga cara peserta merespons permainan dan menjaga sikap selama pertandingan.
“Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus. Selain dari Pulau Jawa, saya juga melihat ada yang dari Kalimantan itu juga bagus. Bagaimana cara merespon permainan, misal posisi jatuhnya bola di tengah atau di samping, pengembalian bolanya apakah tetap taktis atau seenaknya,” ucap Aryono.
Menurut Aryono, attitude menjadi bagian penting dalam proses pencarian bibit atlet. Sikap peserta ketika menang maupun kalah, termasuk bagaimana mereka menyikapi lawan dan mengendalikan emosi di lapangan, turut menjadi perhatian tim pencari bakat.
“Selain skill, sikap pemain ketika bertanding juga kita pantau dan masuk penilaian. Semoga kami bisa memantau bibit dan talenta terbaik,” harapnya.
Perjuangan para peserta untuk mendapatkan Super Tiket masih berlanjut hingga hari terakhir Tahap Turnamen pada Sabtu (12/9/2026). Untuk sektor putra, peserta wajib menembus babak semifinal untuk mengamankan Super Tiket, sedangkan di sektor putri tiket diberikan kepada pebulutangkis yang berhasil mencapai babak final.
Namun, peluang tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Tim Pencari Bakat juga memiliki Super Tiket Pilihan yang dapat diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan untuk diasah lebih lanjut meski gagal mencapai semifinal atau final.
Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Leonard Holvy de Pauw, menuturkan peserta yang mendapatkan Super Tiket belum bisa menganggap perjuangannya selesai. Mereka masih harus melewati karantina selama empat pekan untuk membuktikan kesiapan menjadi atlet binaan PB Djarum.
“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat,” jelas Holvy.
Selama karantina, para peserta akan menjalani kehidupan seperti atlet PB Djarum, termasuk mengikuti latihan, menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, serta menjalani kehidupan di asrama. Dari tahap tersebut, tim akan melihat siapa yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain, tetapi juga siap dibina dalam jangka panjang.
Editor: Kholistiono

