BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah ketatnya persaingan Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026, Syarifah Adshila Nugroho datang membawa tekad untuk menebus kegagalan tahun lalu. Atlet KU-12 putri asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu bahkan harus menjalani perjuangannya di Kudus tanpa ditemani orang tua.
Bagi Syarifah atau akrab disapa Shila, kembali ke Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar mencoba peruntungan untuk kedua kalinya. Tahun lalu, langkahnya terhenti di tahap karantina setelah tim pelatih menilai semangatnya ketika bertanding masih kurang.
Kegagalan tersebut justru menjadi bahan evaluasi bagi Shila untuk mempersiapkan diri lebih matang tahun ini. Ia meningkatkan kondisi fisik, berusaha mengontrol diri, dan membangun kepercayaan diri agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama.
Tekad itu kemudian ia buktikan ketika turun pada babak 32 besar, Sabtu (12/9/2026). Sempat kalah pada gim pertama, Shila bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan rubber game 12-21, 21-17, dan 21-10 atas Riezqy Magisthira Nasruddin dari PB Champion Klaten.
Kemenangan tersebut terasa penting bagi Shila karena menjadi kesempatan untuk menunjukkan perubahan dalam dirinya. Ia ingin membuktikan bahwa catatan tentang kurangnya semangat pada audisi tahun lalu kini telah menjadi motivasi untuk tampil lebih ngotot.
“Waktu itu gak berhasil masuk PB Djarum karena tim pelatihnya merasa aku tampil kurang semangat. Jadi sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan, secara fisik juga harus ditingkatkan,” kata Shila di GOR Jati, Sabtu (12/9/2026).
Tahun ini, Shila juga harus menghadapi audisi tanpa kehadiran orang tua yang biasanya menjadi pendamping selama menjalani pertandingan. Kondisi itu tidak membuatnya mundur, justru menjadi dorongan tersendiri untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa ia mampu memperbaiki kekurangannya.
“Apalagi sekarang aku ke sini tanpa ditemani orang tua. Jadi lebih terpacu untuk membuktikan diri kalau aku bisa memperbaiki apa yang kurang tahun lalu. Jadi aku akan memaksimalkan di audisi kali ini,” ujarnya.
Anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Maria Kristin Yulianti, menilai semangat juang menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan. Peserta yang gagal melaju melalui jalur turnamen pun masih bisa mendapat kesempatan apabila menunjukkan kerja keras dan potensi selama bertanding.
“Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar. Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata,” tutur peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut.
Menurut Maria Kristin, pemain yang terus berusaha dan menunjukkan keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan bisa menjadi perhatian tersendiri bagi Tim Pencari Bakat. Karakter seperti itulah yang dinilai penting untuk dikembangkan dalam perjalanan panjang seorang atlet menuju level yang lebih tinggi.
Di sektor putra, perjuangan tak kalah heroik ditunjukkan oleh Jethro Alexander. Atlet KU-11 asal Palembang itu sudah tiga kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum sejak pertama kali datang pada 2024.
Perjalanan Jethro memang tidak selalu berjalan mulus karena pada audisi pertamanya ia langsung kalah di pertandingan awal. Tahun berikutnya, ia sempat masuk karantina tetapi gagal melanjutkan perjuangan setelah kondisi tubuhnya menurun karena sakit.
Tahun ini, Jethro akhirnya mendapatkan kemenangan yang terasa lebih istimewa. Ia berhasil mengalahkan pemain yang sebelumnya menyingkirkannya pada audisi tahun lalu dan melangkah ke babak berikutnya.
“Saya sudah tiga kali ikut Audisi Umum PB Djarum. Waktu pertama kali ikut saya langsung kalah di pertandingan pertama, tahun lalu sempat masuk karantina tetapi akhirnya gagal lolos karena waktu itu saya sakit,” ucap Jethro.
Kemenangan atas lawan yang pernah mengalahkannya membuat Jethro semakin yakin untuk mengejar mimpinya menjadi bagian dari PB Djarum. Ia juga ingin perjuangannya di lapangan menjadi bentuk balasan atas dukungan dan pengorbanan orang tuanya selama ini.
“Hari ini saya berhasil menang melawan pemain yang ngalahin saya di audisi tahun lalu, senang banget. Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat dan bisa bikin bangga orang tua yang sudah banyak berkorban untuk saya latihan bulutangkis,” katanya.
Legenda bulutangkis PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Hastomo Arbi, mengatakan pengamatan terhadap peserta dilakukan secara bervariatif dan komprehensif. Selama empat hari berada di tepi lapangan, ia telah mengantongi sejumlah nama yang dinilai memiliki kemampuan dan karakter berbeda dari peserta lainnya.
“Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” ucap Hastomo.
Menurut peraih Piala Thomas 1984 tersebut, kemampuan saat ini bukan satu-satunya ukuran dalam menentukan kandidat penerima Super Tiket. Tim Pencari Bakat juga memproyeksikan apakah kemampuan seorang pemain masih bisa diasah hingga berkembang menjadi atlet berkualitas di masa mendatang.
Tahapan Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus memasuki tahap akhir pada Minggu (13/9/2026). Peserta putra wajib menembus semifinal untuk mengamankan Super Tiket, sedangkan peserta putri harus mencapai babak final.
Namun, peluang untuk melanjutkan perjuangan tetap terbuka bagi peserta yang gagal mencapai batas tersebut. Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat dapat diberikan kepada pemain yang dinilai memiliki potensi menjanjikan berdasarkan kemampuan, karakter, kerja keras, dan daya juangnya.
Setelah mendapatkan Super Tiket, para peserta akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Mereka akan dinilai dari berbagai aspek, mulai dari fisik, kedisiplinan, skill, hingga perilaku sehari-hari di luar lapangan sebelum ditentukan layak menjadi atlet binaan PB Djarum.
Editor: Kholistiono

