BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan petarung dari berbagai sasana dipastikan bakal memanaskan ring dalam ajang Shaduk Jotosh x Kudus Wani Tanding (KWT) di GOR Kudus, Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 70 partai telah disiapkan panitia dengan menghadirkan pertandingan boxing dan kickboxing dari berbagai kategori, mulai kelas influencer, amatir profesional (Ampro), hingga pemula umum.
Promotor Kudus Wani Tanding, Blegoh Alun Sadayu, mengatakan seluruh peserta telah menjalani persiapan secara maksimal. Mulai dari latihan rutin, pencocokan kelas berat badan, hingga penyusunan partai dilakukan agar setiap duel berlangsung kompetitif dan aman.
Menurut Alun, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan edisi sebelumnya. Atlet dari berbagai sasana datang dengan kesiapan matang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas ring.
“Kami melihat semangat atlet luar biasa. Mereka datang dari berbagai sasana dengan persiapan yang matang. Harapan kami seluruh pertandingan berjalan sportif, aman, dan menjadi ajang pembuktian kemampuan para petarung,” ujar Alun.
Ia menjelaskan, Kudus Wani Tanding sengaja membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua kalangan petarung. Tidak hanya atlet yang sudah berpengalaman, tetapi juga petarung pemula hingga influencer yang serius menekuni olahraga tarung.
“Melalui KWT kami ingin memberi kesempatan yang sama kepada semua. Ada atlet berprestasi, petarung muda, sampai influencer yang serius berlatih. Semoga dari sini lahir atlet-atlet baru yang mampu berprestasi di level lebih tinggi,” katanya.
Salah satu yang paling dinantikan ialah Influencer Class yang memperebutkan Sabuk Shaduk Jotosh dan Sabuk KWT. Sejumlah laga diprediksi menyedot perhatian penonton, di antaranya Husen Hafid melawan SarbomX87 dan Polsek Thailand menghadapi Eko Sudaryanto04.
“Kemudian ada Ameng versus Kitty Sabrina, Safriyanto ‘Pipik’ melawan Bagas, Duta Cangkeman menghadapi Rondo Royal, Rajhananda melawan Masshuda22, Icha Febriyana bertemu Windashop, hingga Yeni Akmalasari menghadapi Yesti Duwi Rahmayanti,” bebernya.
Alun menambahkan, persaingan sengit juga tersaji pada kategori Amatir Profesional (Ampro) yang diikuti atlet dari berbagai sasana berpengalaman. Beberapa duel diprediksi berlangsung ketat.
“Antara lain Rashya Hamzaira Al-Queno Putra melawan Muhammad Nezha Al Fattah, Tio Ahmadi Junaedi menghadapi Andika Kurniawan (LA KDS), Mujahidin melawan Muhammad Abid Abdullah, Angga Witarto menghadapi Yanto KH, Ahmad Naufal Aqila Fikri bertemu M. AF Rizal dari TRI PWD, serta laga putri Hanifah Nur Hayati kontra Keysa Ragil dari TRI PWD,” ungkapnya.
Sementara itu, lanjutnya, kategori Pemula Umum Class menjadi kelas dengan jumlah peserta terbanyak. Puluhan atlet dari Sasana DJONG, LA KDS, TRI PWD, Sasana JPR, hingga berbagai sasana lokal lainnya akan saling berhadapan berdasarkan kelas berat badan pada nomor boxing maupun kickboxing.
“Nama-nama seperti Alif Rohman, Ahmad Galuh Erik E, Kholid Firdaus Azami, M. Adam Dimas, Rizqi Akbarsyah, Apip, Bayu Satria Aji, Abdul Muid, Muhammad Miftahul Arifin, M. Aufa Dhurofi, Sabrina, hingga Sintia Afila Kusuma dipastikan ikut meramaikan persaingan. Selain petarung yang sudah berpengalaman, sejumlah wajah baru juga akan menjalani debut mereka di atas ring,” sebutnya.
Alun menegaskan, penyusunan partai dilakukan secara cermat agar setiap petarung memperoleh lawan yang seimbang sesuai kelasnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pertandingan yang menarik tanpa mengesampingkan faktor keselamatan atlet.
“Kami ingin semua peserta mendapatkan lawan yang sepadan. Tujuannya bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding yang berkualitas bagi seluruh atlet,” tandasnya.
Dengan total 70 partai yang siap dipertandingkan, Shaduk Jotosh x Kudus Wani Tanding diharapkan menjadi panggung lahirnya petarung-petarung baru sekaligus memperkuat pembinaan olahraga tarung di Kabupaten Kudus. Panitia optimistis seluruh pertandingan akan berlangsung seru, kompetitif, dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat.
Editor: Kholistiono

