BETANEWS.ID, KUDUS – Kekhawatiran mulai dirasakan kalangan suporter Persiku Kudus menyusul rencana manajemen melepas saham mayoritas klub pada musim mendatang. Publik sepak bola di Kota Kretek cemas apabila perubahan kepemilikan itu berujung pada perpindahan lisensi maupun identitas klub.
Ketua Suporter Macan Muria (SMM) Kudus, Krisna Andrian, mengatakan kabar terkait pelepasan saham mayoritas Persiku sudah terdengar di kalangan suporter. Kondisi tersebut memunculkan ketidakpastian mengenai arah dan masa depan tim Macan Muria.
Menurutnya, suporter tidak ingin Persiku mengalami nasib serupa seperti sejumlah klub lain yang berpindah kepemilikan lalu berganti nama maupun markas. Salah satu contoh yang disoroti yakni Persikas Subang yang kini berubah menjadi Sumsel United.
“Kami khawatir setelah saham mayoritas dilepas nanti justru lisensi klub ikut dipindahkan,” ujarnya belum lama ini.
Baca juga : Persiku Kudus Cari Investor Baru, Saham Mayoritas Bakal Dilepas
Ia menegaskan para suporter tetap berharap Persiku mempertahankan identitas sebagai klub asal Kudus. Dukungan penuh dari suporter disebut akan terus diberikan selama Persiku tetap dekat dengan basis pendukungnya.
Selain itu, suporter juga berharap Persiku tetap bermarkas di wilayah Jawa Tengah. Stadion dr. H. Moch. Soebroto di Magelang dinilai bisa menjadi salah satu alternatif kandang sementara bagi tim.
“Kami berharap Persiku tidak bermain terlalu jauh, apalagi kalau sampai di Jawa Barat. Ongkos untuk mendukung langsung tentu lebih berat bagi suporter,” katanya.
Krisna menilai apabila Persiku berkandang di luar Jawa Tengah, antusiasme suporter berpotensi menurun karena jarak tempuh yang cukup jauh. Situasi tersebut dikhawatirkan membuat laga kandang justru terasa seperti pertandingan tandang.
Sementara itu, Direktur Utama PT Relasi Sportiva Indonesia (RSI), Amirul Fuad Adha, membenarkan rencana pelepasan saham mayoritas Persiku. Meski demikian, manajemen lama disebut masih akan memiliki sebagian kecil saham klub.
Menurut Fuad, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap performa Persiku selama dua musim terakhir di Liga 2. Dalam dua musim itu, Persiku belum mampu bersaing di papan atas dan lebih banyak berjuang di zona bawah klasemen.
“Kami ingin Persiku tetap bertahan di Liga 2 dan syukur-syukur bisa naik ke Liga 1,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan kondisi finansial klub menjadi salah satu pertimbangan penting. Pasalnya, jumlah penonton yang fluktuatif membuat manajemen harus menanggung biaya operasional pertandingan dalam jumlah besar ketika pemasukan tiket menurun.
“Kalau penonton sepi, biaya operasional pertandingan tetap harus ditanggung manajemen,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

