BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa jok mobil tampak berjajar di dalam bangunan tak berpintu. Di samping jok tersebut terlihat beberapa orang pemuda begitu sibuk beraktivitas. Tampak tangan seorang pemuda begitu terampil membuat pola pada kain. Setelah pola terbentuk kemudian kain dipotong dan kemudian dijahit. Selama proses menjahit, telihat pria paruh baya menghampiri dan memperhatikan serta sesekali memberi instruksi. Pria paruh baya tersebut yakni Muchtar (61) pemilik usaha pembuatan dan servis jok mobil yang bernama Jati Patuh Leather Car.

Kepada betanews.id, Muchtar sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Menurutnya, JP Leather Car dirintisnya pada tahun 1986. Setelah sebelumnya dia bekerja di bengkel karoseri yang berada di Magelang selama lebih kurang sembilan tahun. Hingga dirinya menikah pada tahun yang sama saat dia memutuskan mengakhiri masa lajangnya. Bedanya, menikah itu awal tahun dan buka usaha pembuatan jok itu akhir tahun.
“Saya menikah itu awal tahun 1986. Saat itu saya masih bekerja di bengkel karoseri di Magelang. Saya merantau di Magelang, istri saya di Kudus. Jadi saya pengantin baru malah jauh dari istri. Karena saya tidak ingin lama – lama jauh sama istri. Pada tahun yang sama kemudian saya memutuskan keluar kerja, dan buka usaha pembuatan jok mobil sendiri di Kudus. Yang penting kumpul istri, rezeki bisa dicari,” ungkap Muchtar sambil tersenyum.
Selain tidak ingin jauh dari istri, lanjut Muchtar juga tidak ingin selamanya jadi buruh terus. “Kalau jadi buruh itu hasilnya tidak bisa berkembang dan pasti juga diperintah – perintah orang yang mempekerjakan kita,” imbuhnya.
Meskipun, saat itu bosnya tidak mengizinkan dia keluar dengan diberi iming – iming kenaikan gaji, Muchtar tetap pada keinginannya untuk keluar kerja dan memulai usahanya di Kudus.
Pria yang merupakan warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengungkapkan, awal – awal merintis usaha pembuatan jok mobil di Kudus lumayan berat. Dirinya harus rela mendatangi bengkel mobil satu ke bengkel mobil lainnya untuk mencari orderan. Kemudian meyakinkan para pemilik bengkel mobil bahwa dia itu bisa membuat jok baru maupun memperbaiki jok lawas. Tak jarang juga kemampuannya diragukan oleh pemilik bengkel maupun pemilik mobilnya langsung.
“Saking nggak percayanya, pernah ada pemilik bengkel yang menyuruh saya untuk praktik membuat jok di bengkelnya. Karena ingin membuktikan dan agar mendapatkan orderan, hal itu pun aku lakukan. Karena untuk mendapatkan orderan pembuatan jok mobil ya kebanyakan lewat bengkel mobil,” ujarnya.
Setelah para pemilik bengkel melihat jok mobil hasil karyanya yang bagus. Lambat laun dari mulut ke mulut pelanggan Muchtar mulai banyak. Hingga pada tahun 1991 dia dipercaya perusahaan – perusahaan besar di Kudus untuk memperbaiki semua jok kendaraan operasional perusahaan tersebut. Perusahaan besar tersebut antara lain, Djarum, Pura, Polytron, dan lainnya.
“Semua tahu kan berapa banyak mobil operasional perusahaan – perusahaan itu. Dari mobil kantor dan ekspedisi semua dipercayakan kepada saya untuk pembuatan dan perbaikan joknya,” ungkap pria yang dikaruniai lima anak itu.
Muchtar mengaku, selain membuat jok mobil dirinya sekarang juga menerima pembuatan sofa. Beberapa kali bebernya, dirinya mendapat orderan dari beberapa instansi pemerintah dan bank di Kudus untuk membuat sofa. Sedangkan untuk pengerjaan, dia dibantu anak – anaknya. Dirinya bersyukur dengan mempunyai keahlian membuat jok, dan keahlian itu bisa diwariskan kepada anak – anaknya.
“Kalau masalah hasil dari usaha saya ya sudah lumayan banyak ya. Tapi yang paling saya banggakan untuk diwariskan kepada anak saya ya keahlian saya membuat jok mobil. Dengan harapan, anak – anak saya kelak punya usaha sendiri dan tidak jadi buruh orang lain,” tutur Muchtar tersenyum.
Editor : Kholistiono

