Keren, Mahasiswa Teknik Industri UMKU Ciptakan Kursi Tunggu Bertenaga Surya

BETANEWS.ID, KUDUS – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menghadirkan inovasi kursi tunggu ramah lingkungan. Fasilitas ini dilengkapi stopkontak dan lampu yang seluruhnya ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Karya tersebut diberi nama “PLTS Industrial Shelter”. Bangunan ini memiliki tinggi 2,5 meter dan panjang 2,1 meter.

Material yang digunakan cukup beragam, mulai dari besi hollow, kayu, PVC board, hingga atap spandek pasir. Kombinasi bahan tersebut membuat shelter tampak kokoh sekaligus fungsional.

-Advertisement-

Dosen mata kuliah Proses Manufaktur UMKU, Kukuh Mukti Wibowo, mengatakan shelter ini merupakan hasil karya mahasiswa angkatan 2024. Seluruh proses perancangan hingga pembuatan dilakukan secara kolaboratif.

“Shelter ini bisa digunakan civitas academica untuk menunggu atau sekadar mengerjakan tugas. Kami juga menyediakan meja agar lebih nyaman,” ujarnya melalui siaran tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Berbeda dengan kursi tunggu pada umumnya, lanjut Kukuh, fasilitas ini tidak bergantung pada listrik konvensional. Energi matahari diubah menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat elektronik.

Baca juga : Kisah Sa’ad, Difabel Tangguh yang Sukses Tembus Pasar Nusantara Lewat Usaha Tas

“Shelter ini ramah lingkungan karena tidak bergantung pada listrik kampus maupun PLN,” jelas Kukuh.

Ia berharap proyek ini menjadi awal bagi mahasiswa untuk terus berinovasi. Ke depan, karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bermanfaat di kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Salah satu mahasiswa, Ahmad Kafin Zuda Azka, mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek tersebut. Ia bersama 21 rekan seangkatannya menyelesaikan pembangunan shelter dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

“Meski menghadapi sejumlah kendala, proses pengerjaan berjalan lancar. Bahkan, banyak mahasiswa yang baru pertama kali mencoba mengelas dan menggunakan peralatan manufaktur,” ujar Kafin.

Kafin mengaku bersama teman-temannya belajar dari nol, mulai dari mengelas hingga merakit. Ia bersyukur semuanya bisa diselesaikan dengan baik.

“Semoga inovasi ini menjadi langkah awal menuju kampus yang lebih ramah lingkungan. Kami ingin mendorong UMKU menjadi ‘Green Campus’,” harapnya.

Apresiasi juga datang dari Kaprodi S1 Teknik Industri UMKU, Nunung Agus Firmansyah. Ia menilai karya mahasiswa ini sudah mengarah pada teknologi tepat guna.

Menurutnya, inovasi sebelumnya masih sebatas desain ergonomis tanpa penerapan teknologi. Kini, penggunaan panel surya menjadi nilai tambah yang signifikan.

“Shelter ini sudah dilengkapi teknologi panel surya, sehingga manfaatnya lebih nyata,” ujarnya.

Ke depan, pihak prodi mendorong mahasiswa untuk mengembangkan produk yang bisa dihilirisasi. Harapannya, inovasi seperti ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER