BETANEWS.ID, KUDUS – Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Ahmad Sa’ad (46) untuk terus berusaha. Warga Desa Kesambi RT 2 RW 1, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus ini sukses membangun usaha tas “Azam Sport 1” yang kini mampu menjangkau pasar hingga luar pulau.
Pria akrab disapa Sa’ad yang ditemui di kediamannya yang juga rumah produksinya menceritakan, awal mula dirinya mengalami difabel sejak usia dini. Sejak usia tiga tahun terkena penyakit polio setelah sempat terjatuh dari sepeda dan pasca- kejadian itu dia mengalami demam tinggi hingga kejang.
Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Di usianya mulai masuk sekolah dasar (SD), ia sempat minder dengan kondisinya hingga tak mau bersekolah. Setahun berselang, melalui bantuan Dinas Sosial Kudus, Sa’ad akhirnya mau melanjutkan pendidikan di Surakarta.
“Di Solo saya belajar, ternyata banyak juga orang dengan kondisi seperti saya yang bisa sukses. Dari situ saya tidak mau kalah dan harus bisa mandiri dan bisa sukses seperti mereka,” tuturnya.
Setelah lulus di jenjang SMP dan sudah kuat secara mental untuk bertemu orang lain, dirinya kemudian ikut bekerja dengan kakaknya sebagai penjahit tas. Beberapa tahun ikut bekerja sampai menikah dan membangun rumah tangga dengan kebutuhan yang cukup banyak, ia kemudian memutar otak untuk menghidupi pasangannya.
Baca juga: Berawal dari Pasar Kliwon, Es Dawet Sido Mampir Kini Punya Tiga Cabang
“Saya berpikir, hasil kerja satu minggu uang habis langsung dalam satu hati itu, kemudian saya memberanikan diri untuk membuat usaha produksi tas. Dengan pengalaman kerja selama lima tahun, saya rasa sudah cukup untuk bisa mandiri,” ungkapnya.
Tidak memiliki jejaring karena baru pertama rintis usaha, ia berkeliling menawarkan produknya dari pintu ke pintu dengan tubuhnya yang memiliki keterbatasan. Selama sekitar satu tahun, ia melakukan pemasaran door to door ke berbagai daerah seperti Kudus, Pati, Jepara, hingga Demak. Ketekunan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Usaha tas yang ia rintis sejak 14 tahun lalu, tepat setelah menikah, kini berkembang pesat. Bahkan brand tas Azam Sport 1 miliknya, kini diminati sejumlah instansi maupun konsumen individu hingga luar Jawa.
“Alhamdulillah, dari hasil usaha mampu mencukupi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak hingga pesantren dan SMP, serta membeli sepeda motor, membeli tanah, dan tabungan,” ujarnya.
Ia mengaku, sedikitnya selalu ada 50 pcs tas setiap bulannya dibeli pembeli secara online. Tak hanya itu, rumah produksinya juga sedang menyelesaikan pesan dari beberapa instansi, mulai tas goodie bag dari Kementerian Sosial sebanyak 1.500, tas dari RSUD dr. Loekmonohadi, dan tas pinggul dari Pertamina.
Editor: Kholistiono

