31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kisah Mbah Jaimah, Hidup Sebatang Kara Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

BETANEWS.ID, KUDUS – Api tampak berkobar di belakang sebuah rumah berukuran 5×4 meter persegi di tepi Jalan Pacikaran Lau, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Seorang pria paruh baya terlihat membantu membakar sampah di belakang rumah tersebut. Dia yakni Legiman (65), Ketua RT yang ikut membantu Komunitas Peduli Lau merenovasi rumah Mbah Jaimah.

Sambil membersihkan kebun belakang rumah itu, Legiman sudi berbagi cerita tentang Mbah Jaimah. Sebelumnya, Mbah Jaimah memang sudah pernah diajak ikut cucunya, tetapi tidak mau. Dia lebih memilih menghuni rumah peninggalan suaminya.

Mbah Jaimah dibantu warga sedang membersihkan pekarangan rumah. Foto : Ahmad Rosyidi

“Keluarga Mbah Jaimah memang tidak mampu. Putrinya sudah meninggal, sekarang tinggal menantu dan dua cucunya. Mereka juga termasuk warga miskin, jadi ya tidak bisa membantu Mbah Jaimah,” tutur Ketua RT 01 RW 05 itu kepada betanews.id, Minggu (17/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Komunitas Peduli Lau Renovasi Rumah Mbah Jaimah

Menurutnya, Mbah Jaimah masih sering dijenguk oleh cucunya. Selain cucunya, tetangga juga kadang memberi makanan kepada Mbah Jaimah. Tetapi hal tersebut tidak bisa terus digantungkan.

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah. Agar Mbah Jaimah bisa hidup layak di masa tuanya. Atap rumahnya ini juga perlu direnovasi, saya khawatir kalau roboh dibiarkan lama-lama,” sambungnya.

Sebelumnya, rumah peninggalan suami Mbah Jaimah itu cukup luas hingga belakang. Karena hidup sendiri, akhirnya diperkecil. Karena sudah tua, Mbah Jaimah tidak bisa merawat rumahnya itu.

“Selain tidak punya uang, dia juga sudah tua, jadi tidak bisa merawat rumah. Semua dibawa masuk ke dalam hingga berantakan penuh barang-barang. Saya bangga kepada pemuda Lau, yang masih memiliki jiwa sosial membantu warga,” ungkapnya.

Baca juga : Galang Dana untuk Warga, Komunitas Peduli Lau Salurkan 50 Paket Sembako

Sementara itu, Mbah Jaimah (75), mengaku pernah diajak tinggal di rumah cucunya. Tetapi tidak betah karena banyak nyamuk di sana. Dia juga tidak mau kalau disuruh menjual rumah warisan suaminya itu.

“Saya diajak ke sana, tapi tidak betah karena banyak nyamuk. Saya lebih senang di sini, ramai dan lebih dekat kalau mau ke pasar. Saya juga tidak mau disuruh jual rumah. Mereka yang jual rumah juga uangnya sudah habis,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER