31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKUDUSMelihat Mushaf Akbar...

Melihat Mushaf Akbar yang Dimiliki Museum Gusjigang Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Gusjigang X-Building di dalam kompleks Museum Jenang Kudus, yang biasa disebut Museum Gusjigang, memamerkan cuplikan sejarah Kabupaten Kudus lewat berbagai koleksinya.

Museum yang dibangun bulan Mei 2017 itu antara lain menampilkan miniatur Kabupaten Kudus, termasuk Masjid Menara Kudus yang merupakan ikon kabupaten.

Pengunjung melihat berbagai koleksi yang ada di Museum Gusjigang Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Ada Kudus di Dalam Museum Jenang Mubarok Sentra Bisnis dan Budaya

- Ads Banner -

Museum itu juga menunjukkan sejarah makanan khas Kudus, Jenang Kudus Mubarok, yang mulai diproduksi tahun 1910.

Museum Gusjigang juga memiliki ruangan koleksi Alquran. Ruangan dengan nama Galeri Alquran tersebut memamerkan berbagai macam Alquran dengan berbagai ukuran dan bahan.

Galeri Alquran di museum Gusjigang itu berisi Alquran kuno daun lontar, Alquran bahan kulit sapi, Alquran mini stambul Turki, Alquran sampul pintu Kakbah, Alquran bahan kertas kuno, Alquran kuno dari surau, dan Alquran kuno dari pesantren.

Kemudian ada juga Mushaf Akbar dengan corak motif Kudusan dipadukan dengan motif khas nusantara. Mushaf Akbar ini menggunakan bahan kanvas tebal, berdimensi tinggi 3 meter dan lebar 2 meter, jika dibentangkan bisa mencapai 4,5 meter.

“Di museum ini ada beberapa galeri, dan galeri yang baru saja ditambahkan itu ada galeri Alquran. Yang paling menarik perhatian yaitu ada di koleksi Alquran raksasa yang kita namai Musyaf Akbar,” ungkap Rodliyah Puspa Rini, Kepala Mubarok Sentra Bisnis dan Budaya.

Menurutnya, Mushaf Akbar ini, di Indonesia hanya beberapa saja jumlahnya, dan salah satunya ada di museum ini.

Mengenai desain dan pembuatnya, Mushaf Akbar ini di buat oleh seniman dari Jogja dan kaligrafer asal Kudus yang sekaligus pengasuh Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Alquran (PSKQ), yaitu Muhammad Assiry.

Untuk proses pembuatannya, Mushaf tersebut dilukis secara manual tulis tangan yang digambar di atas kanvas tebal.

Baca juga : Kunjungi Museum Jenang Kudus, Gus Muhaimin : ‘Ini Sangat Luar Biasa’

Galeri Quran ini, lanjut Rini, adalah sebagai salah satu galeri yang menyimbolkan semboyan Gusjigang atau bagus, ngaji dan dagang. Sehingga semboyan ngaji ditambahkan digaleri tersebut.

Rini melanjutkan, Mushaf Akbar belum seutuhnya jadi. Sejauh ini masih terisi Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Baqarah ayat 1-4.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler