BETANEWS.ID, KUDUS – Temuan makanan basi kembali mencuat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan ulat hidup pada menu tahu bakso viral di jagat maya.
Menu tersebut diketahui diterima siswa TK IT Al Qolam Undaan Lor pada Kamis (12/3/2026). Video itu beredar di status WhatsApp, terlihat beberapa ulat belatung bergerak di atas potongan tahu bakso yang kondisinya sudah berair.
Kondisi makanan yang tampak basi tersebut membuat sejumlah siswa enggan mengonsumsinya.
Salah satu wali murid TK IT Al Qolam, Mukaromah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku anaknya juga mendapatkan tahu bakso yang sudah tidak layak makan.
Menurutnya, anaknya bahkan melihat langsung adanya ulat pada makanan tersebut sebelum akhirnya dibuang.
“Anak saya bilang tahu baksonya ada ulatnya. Akhirnya dibuang dan tidak dimakan. Teman-temannya juga katanya sama, ada ulatnya,” bebernya.
Sementara itu, guru TK IT Al Qolam Undaan, Uli Zulfa membenarkan adanya temuan ulat pada menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari tersebut.
Ia menjelaskan, menu yang diterima sekolah saat itu berupa makanan kering, yakni tahu bakso dan roti. Menu tersebut dibagikan kepada siswa untuk dibawa pulang sebagai bagian dari pembelajaran puasa Ramadan.
Baca juga: DPRD Kudus Soroti Minimarket Buka hingga Dini Hari, Satpol PP Diminta Tegakkan Perda
“Pengiriman hari Kamis, 12 Maret, memang menunya ada tahu baksonya,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui kondisi makanan tersebut setelah ada laporan dari salah satu wali murid yang menemukan ulat pada tahu bakso yang diterima anaknya.
“Semua menu dibagikan ke anak-anak dan dibawa pulang. Kami baru tahu setelah ada laporan dari wali murid,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa makanan tersebut berasal dari paket MBG yang dikirim oleh penyedia layanan. Menu MBG untuk TK IT Al Qolam diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Undaan Lor, yang dikelola oleh Yayasan Sami Aji Food di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus.
Pihak sekolah menyebut bahwa pihak SPPG telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis atas kejadian tersebut. Dalam keterangan tersebut, pihak penyedia makanan juga berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Undaan Lor belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi oleh awak media.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto mengaku, belum menerima laporan resmi terkait temuan ulat pada menu MBG tersebut. Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengecekan dan klarifikasi kepada pihak penyedia makanan.
“Nanti akan kami klarifikasi ke pihak SPPG. Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi, tapi akan kami cek terlebih dahulu,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

