BETANEWS.ID, KUDUS – Suara Adzan terdengar berkumandang di masjid garasi PO Haryanto, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Terlihat beberapa kru armada berbondong – bondong datang ke masjid. Tak ketinggalan Haryanto (61) Owner PO Haryanto ikut datang ke masjid untuk Salat Dzuhur berjemaah.
Seusai salat berjemaah, pria yang akrab disapa Pak Haji itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengaku selama merintis usaha otobus angkutan kota antarprovinsi itu punya jimat. Dengan jimat itulah, segala kerumitan usaha bisa dilaluinya.
“Jimat saya ya itu Mas, doa orang tua saya. Terkhusus doa ibu saya. Tanpa doa beliau tidak mungkin apa yang saya lakukan bisa sukses,” ujar Haryanto kepada betanews.id, Rabu (20/5/2020).
Baca juga : Lahir di Keluarga Sederhana, Haryanto Kecil Harus Cari Rumput untuk Ditukar Nasi
“Bahkan sampai saat ini, saya masih sering minta doa ibu. Saya juga sering menciumi telapak kaki beliau. Tak jarang pula saya menggendong ibuku. Pokoknya ibu saya bicara apa saya patuh dan tidak berani bantah. Takut kualat,” tambahnya.
Selain doa ibu, tambahnya, dalam menjalankan roda usahanya tersebut, selalu minta ridlo kepada Allah. Dengan cara selalu disiplin menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Antara lain dengan cara selalu menjalankan salat lima waktu, salat dhuha dan salat malam. Usai salat, dia mengaku bermunajat kepada Sang Kuasa agar usahanya selalu lancar dan berkah.
“Untuk salat lima waktu itu, saya juga menekankan pada semua kru PO Haryanto. Semua kru wajib jalankan salat lima waktu. Bus malam juga harus berhenti di masjid saat masuk Salat Subuh. Agar penumpang dan kru bisa salat berjemaah,” jelas suami dari Nurhana ini.
Pria yang menggemari wayang kulit itu mengatakan, dirinya juga suka bersilaturahmi ke ulama dan kiai. Sering juga mendatangi persemayaman para wali. Hal itu dilakukan agar dapat berkah dan barokah para Wali Allah.
Dia menuturkan, selain itu semua, yang tak kalah penting adalah sedekah. Dengan bersedekah, rezeki akan dilancarkan oleh Allah. Jangan pernah khawatir saat sedekah harta akan berkurang. Yang ada, harta yang dibuat sedekah itu akan diganti berkali lipat oleh Allah.
Baca juga : Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto
“Kalkulator Allah itu beda Mas sama kalkulator manusia. Kalkulator manusia harta dikurangi ya berkurang. Tapi kalkulator Allah itu, saat manusia sudi mengurangi hartanya untuk sodakoh, maka Allah akan menggantinya lebih,” jelasnya.
Oleh sebab itu, kata dia, setahun sekali secara rutin mengadakan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa. Bahkan, dia mengaku punya anak asuh yatim piatu sekitar 3 ribu orang. Selain sedakah dia juga beramal jariyah dengan membangun beberapa masjid di beberapa wilayah.
“Lha itu Mas, semua rahasia sukses saya dalam menjalankan bisnis otobus kami. Tentu dengan manajemen bagus dan layanan yang memuaskan para pelanggan kami. Semoga saja bus Haryanto makin berkembang dan sukses,” harapnya.
Editor : Kholistiono

