Tunggakan Pelanggan Aktif PDAM Jepara Capai Rp7,6 Miliar, 70 Persen di Antaranya Berhasil Ditagih

BETANEWS.ID, JEPARA – Jumlah tunggakan dari pelanggan aktif di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo per 31 Desember 2025 mencapai Rp7,6 miliar.

Direktur Utama PDAM Jepara, Luqman Hakim, menyebutkan jumlah tersebut merupakan akumulasi tunggakan dari 53.383 pelanggan aktif, dengan jangka waktu tunggakan paling lama antara lima hingga sepuluh tahun.

Sebagai upaya penagihan, pada Januari 2026 pihaknya melakukan inventarisasi data pelanggan yang menunggak dengan pengecekan secara langsung.

-Advertisement-

“Bulan Februari kami mulai melakukan penagihan. Alhamdulillah, per 3 Juni 2026 sudah berhasil tertagih Rp5,3 miliar dari 3.519 pelanggan atau sekitar 70 persen dari total tunggakan pelanggan aktif,” ujar Luqman saat ditemui di Kantor PDAM Jepara, Jumat (5/6/2026).

Luqman melanjutkan, jumlah tunggakan pelanggan aktif yang masih tersisa saat ini sekitar Rp2,3 miliar.

Selain tunggakan dari pelanggan aktif, pihaknya juga masih memiliki tugas untuk menyelesaikan tunggakan dari pelanggan yang meteran airnya disegel maupun dibongkar.

Untuk pelanggan yang disegel, per 31 Desember 2025 jumlah tunggakannya mencapai Rp7,74 miliar dari 7.676 pelanggan. Dari jumlah tersebut, baru berhasil tertagih sekitar Rp253,7 juta dari 256 pelanggan.

Sementara itu, tunggakan dari pelanggan yang sambungannya telah dibongkar mencapai Rp1,96 miliar dari 1.550 pelanggan yang sudah tidak aktif. Dari jumlah tersebut, baru berhasil tertagih sekitar Rp56 juta dari 26 pelanggan.

Baca juga : Operasi Patuh Candi 2026 Digelar Mulai 8 Juni, Polisi Ingatkan Pengendara Hindari Pelanggaran Ini

“Untuk pelanggan segel dan bongkar, kami akan melakukan pembenahan layanan terlebih dahulu, baru kemudian melakukan penagihan,” ujarnya.

Hingga 2027, pihaknya menargetkan pembangunan tujuh sumur sebagai sumber air baku. Dari target tersebut, enam sumur kini telah terealisasi, terdiri atas lima sumur baru dan satu sumur sewa.

Lima sumur yang dibangun sendiri meliputi Sumur Bulungan 1 untuk melayani pelanggan di Desa Wonorejo, Kedungcino, Kuwasen, dan Bandengan. Kemudian Sumur Bulungan 2 untuk melayani wilayah Desa Bulungan dan Desa Lebak.

Selanjutnya, Sumur Blimbingrejo yang dibangun sebagai pengganti sumur sewa di Desa Blimbingrejo yang masa sewanya telah berakhir dan akan digunakan oleh kelompok tani setempat.

Kemudian Sumur Bapangan untuk melayani pelanggan di Kelurahan Bapangan, Saripan, Pengkol, dan Panggang. Terakhir, Sumur Krapyak 1 untuk melayani pelanggan di Desa Krapyak serta Kelurahan Demaan, Kauman, dan Jobokuto.

Adapun sumur sewa yang telah dimanfaatkan adalah Sumur Krapyak 2 yang digunakan untuk menambah layanan di wilayah Desa Krapyak yang saat ini berkembang dengan banyak kawasan perumahan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER