31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaCerita Umi yang...

Cerita Umi yang Pernah Dinyatakan Positif Covid-19 Usai Kuret

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pemuda berjalan memasuki gang pemukiman wargga untuk menyalurkan bantuan sembako. Seorang perempuan yang menerima sembako tersebut yakni Umi Latifah (36), satu warga Kudus yang pernah terpapar virus Covid-19. Setelah menerima sumbangan dari Komunitas Peduli Lau, dia berbagi cerita kepada betanews.id.

Umi sempat kaget saat dirinya ketika itu dinyatakan positif Covid-19. Saat itu dirinya pulang dari RS Aisyiyah Kudus, setelah dikuret karena keguguran. Menurutnya dia hanya merasakan tenggorokan kering sebelum keguguran.

“Saya tidak merasakan gejala apa-apa, cuma tenggorokan kering saja. Itu pun sebelum saya kuret. Kemudian saya diisolasi sehari semalam dan diizinkan pulang setelah dites,” terangnya, belum lama ini (21/5/2020).

- Ads Banner -

Baca juga : Paska Melahirkan, Ibu Asal Kudus Positif Covid-19

Setelah empat hari di rumah, kemudian dirinya ditelepon oleh pihak Dinas Kesehatan, jika hasil tesnya sudah keluar dan ternyata Umi dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu, dirinya dijemput ke rumah untuk dilakukan karantina selama 26 hari.

“Seingat saya itu ketika tiga hari sebelum puasa pertama, entah harinya apa saya lupa saat dijemput pihak rumah sakit dan kemudian dikarantina,” imbuhnya.

Ketika masuk tempat karantina, katanya, dirinya sehat dan tidak menggunakan alat bantu kesehatan seperti infus dan oksigen.

Umi juga menyampaikan jika tidak merasakan gejala apa-apa. Karena baginya tidak pernah terpikir terpapar Covid-19. Tapi tiga hari sebelum keguguran itu dirinya merasakan tenggorokannya sakit, dan sempat minum larutan. Setelah itu dirinya mengalami pendarahan sedikit-sedikit dan sempat ke dokter kandungan.

Ketika itu, dirinya juga sudah diberikan obat penguat kandungan. Dan biasanya, setelah dikasih obat seperti itu langsung berhenti, karena bukan kali ini saja dirinya mengalami pendarahan. Namun, malamnya dirinya mengalami pendarahan hebat.

“Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit. Ketika sore sebelum ke rumah sakit itu, yang saya rasakan itu badan panas dan menggigil,” ungkapnya.

Baca juga : Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

Lanjutnya, hal yang dia khawatirkan saat itu adalah suami dan putranya. Karena sebelum dijemput dari pihak rumah sakit, dia tidur bersama putra dan suaminya. Kemudian putra dan suaminya serta keluarga juga ikut dirapid tes.

Namun katanya, setelah dirinya dikarantina, suaminya merasakan tenggorokan gatal dan kemudian dirinya berkonsultasi dengan perawat. Akhirnya, suaminya dikarantina selama seminggu dan dites swab. Hasilnya dinyatakan negatif.

“Saya bersyukur karena hasil tes suami dan putra saya negatif. Waktu pulang dari kuret itu juga masih banyak tetangga yang datang menjenguk, Alhamdulillah mereka tidak terpapar seperti saya,” jelas warga Desa Lau, RT 02 RW 05, Kecamatan Dawe, Kudus itu.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler