BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan new normal atau kenormalan baru belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Syarat yang harus terpenuhi sebelum penerapan new normal yakni grafik penularan Covid-19 harus menurun hingga menyentuh batas bawah.
“Kita belum akan menerapkan kenormalan baru dalam waktu pendek. Kalau melihat grafiknya masih tinggi, ini tentu belum bisa diterapkan. Grafiknya (penularan Covid-19) harus turun dulu hingga hampir menyentuh batas bawah,” ujar Ganjar beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Ganjar meminta seluruh lapisan masyarakat dan instansi pemerintahan menyiapkan diri untuk skenario new normal. Dia menegaskan seluruh perkantoran dinas pada jajarannya mulai melakukan penataan pekan ini. Selain instansi pemerintah, dia juga menginstruksikan agar swasta juga menyiapkannya, termasuk pabrik, pasar dan swalayan.
“Instansi pemerintah harus memberi contoh lebih dulu. Maka mulai Selasa (26/5) diwajibkan untuk melakukan penataan, sebelum kenormalan baru benar-benar diterapkan untuk semua lapisan masyarakat. Karena ini belum bisa diterakpan, kita latihan dulu,” ujar Ganjar.
Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi
Dia menjelaskan, seluruh layanan umum harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Instansi yang berhubungan dengan masyarakat secara langsung harus ada tabir pembatasnya. Untuk layanan back office agar mengtur jarak agar tidak terlalu dekat.
Untuk instansi swasta, Ganjar menginstruksikan agar menyesuaikan diri. Meski begitu, dia menganggap penerapan protokol kesehatan ini telah banyak diterapkan instansi swasta. Protokol kesehatan ini telah banyak diterapkan di pabrik, pasar, dan swalayan.
Di Kudus kemarin sudah ada yang menerapkan, maka beberapa pabrik juga kita minta untuk melakukan itu agar bisa ditiru. Pasar-pasar di Salatiga juga telah lebih dulu,” katanya.
Baca juga: Ganjar Pastikan Protokol Kesehatan Penanganan PMI di Bandara Berjalan Ketat
Kalau penerapan di pabrik, pasar maupun mal sudah menjadi pengetahuan umum, mulai visualnya, bentuk serta polanya, menurut Ganjar dengan sendirinya semua akan menemukan satu formula yang bagus.
Bahkan khusus untuk supermarket dan mal, Ganjar telah menginstruksikan agar Bupati dan Walikota lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan. Ganjar menyebut saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.
“Kita sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan pasca lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik,” tandasnya.
Baca juga: Gerakkan Sektor UMKM, Ganjar Borong 3 Juta Masker Senilai Rp 10 Miliar
Agar aturan protokol kesehatan itu berjalan optimal, Ganjar mengatakan agar seluruh daerah menerjunkan seluruh potensi penegak peraturan, dari Satpol-PP, Satpam sampai peran pengawasan masyarakat. Terlebih beberapa daerah telah menerbitkan regulasi, dari Peraturan Walikota maupun Peraturan Daerah.
Editor: Suwoko

