Khayra, Model Cilik Asal Kudus Bakal Wakili Indonesia di Ajang Internasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, salah satu toko hijab dan baju muslim bernama Bunda Mariya House Of Fashion, yang berada di utara Jalan Mayor Basuno, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus nampak seorang perempuan berhijab sedang melayani salah satu pembeli. Ia adalah Mariya Ulfa (39), ibu dari Khayra Lathifa Yasmine (5), model cilik yang pada Juni mendatang menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang model Internasional di Singapura.

Khayra Lathifa Yasmine saat mengikuti Indonesian Face Model. Foto : Ist

Bunda Mariya, begitu ia akrab disapa menceritakan kisah putri kecilnya yang akrab dipanggil Si Nok atau Ayra tersebut. Dikatakannya, Si Nok memang sedari kecil sudah pintar bergaya di depan kamera ketika di foto. Selanjutnya, baru sekitar pertengahan tahun 2019, dirinya berdiskusi dengan sang suami yang berprofesi sebagai guru salah satu SMP di Kudus untuk menyekolahkan anak perempuannya di sekolah modeling. Awal mula sang suami menolak, ia lebih merekomendasikan si anak untuk kursus atau sekolah musik. Namun, Bunda Mariya memberikan pengertian dan akhirnya Ayra bergabung dengan Studio 5 Kudus.

“Kebetulan baru sekitar tahun lalu ikut bergabungnya. Ya dari diskusi dengan ayahnya. Saya lihat sejak kecil Si Nok ini kok kewes banget waktu difoto. Udah bisa bergaya gitu Mbak. Akhirnya setelah cari-cari referensi sekolah modeling di sini yang bagus yang mana, akhirnya bergabung ke Studio 5 itu,” ujarnya, Sabtu (14/3/2020).

-Advertisement-

Baca juga : David Wujudkan Impian jadi Superhero Lewat Usaha Pembuatan Cosplay

Setelah itu, baru empat kali ikut serta dalam kelas modeling, sang pelatih menyarankan Ayra untuk mengikuti ajang perlombaan modeling pertama di foodcourt PHD Kudus. Di sana, Ayra menyabet juara dalam kategori catwalk. Semenjak itu, Ayra dan dirinya menjadi lebih semangat dan antusias. Padahal, sebelumnya ia katakan tidak punya angan-angan untuk menyabet juara. Hal tersebut didasarkan pada kepasrahan dari Bunda Mariya yang merasa bahwa saingan anaknya juga bagus-bagus dan umurnya lebih tua.

“Melihat Si Nok ini berjalan di catwalk lancar dan berani saja sudah alhamdulilah. Apalagi lomba pertama ya seadanya, pakai gaun yang dipunya. Gaun pesta, terus saya kasih jepit pita. Pokoknya kostum seadanya. Tapi ternyata dapet juara. Akhrinya dari sana Si Nok juga senang, saya juga semakin semangat,” jelas dia.

Sejauh ini, Ayra sudah menyabet juara hingga lebih dari kali sepuluh. Dari bermacam kategori hingga juara umum. Bahkan di kejuaraan yang terakhir kemaren, Bunda Mariya sempat minder dan pasrah karena setelah berhasil menyabet juara dari tingkat kota hingga nasional, saingan Ayra semakin ketat dan bagus-bagus. Namun ia tetap tak menyerah dan berdoa supaya anaknya mendapatkan hasil yang terbaik. Dikatakannya, ketika di Jakarta, sang anak dikarantina seminggu dan ada tiga kali penilaian. Pertama intelegensi, kedua adalah bakat dan ketiga adalah catwalk. Sedangkan untuk catwalk ada dua kali sesi. Yakni catwalk baju batik dan baju pesta.

Baca juga : Ada Sentuhan Cinta, Tanaman Hias Milik Giat Diburu Pembeli

“Waktu sebelum penampilan bakat, saya berpikir bahwa anak saya harus berbeda. Kebetulan, selain modeling Si Nok ini sudah beberapa bulan saya latih baca puisi untuk acara di sekolah. Nah kebetulan kok berguna di ajang ini juga. Awalnya dia mau nyanyi, tapi saya pikir dan bilang langsung kalau nyanyi itu udah biasa. Semua anak pasti bisa. Dan akhirnya dia mau baca puisi,” kata dia.

Setelah itu, ia katakan bahwa sampai pada pengumuman akhir yang ia ingat hampir pukul 00.00 WIB dan semua piala habis, ia sudah pasrah. Bunda Mariya yang waktu itu seorang diri menemani sang anak di dalam gedung, memutuskan untuk keluar dan menjemput Ayra di belakang podium. Sesampainya di sana, ia melihat si anak sedang duduk sambil menahan kantuk sendirian. Merasa tak tega, ia menggendong sang anak dan mengajaknya kembali ke kamar hotel untuk tidur.

“Ya saya kasihan dan nggak tega melihat anak saya yang masih kecil begitu, hampir jatuh nahan ngantuk di kursi sendirian. Terus tak bopong mau balik kamar. Tapi sesampainya di luar gedung tiba-tiba mendengar samar-samar pengumuman selanjutnya. Yakni juara harapan dua dengan nama yang tak asing. Untuk memastikan, saya bertanya dengan beberapa orang yang kebetulan sedang berjalan di dekat saya. Dari sana saya baru yakin, bahwa nama dan nomor undi yang disebutkan adalah Khayra Lathifa Yasmine. Lantas saya bergegas kembali ke belakang podium, dan langsung berlari ke dalam gedung untuk menyaksikan dari arah depan sambil menangis,” ucapnya.

Dirinya tidak menyangka, anaknya bisa dapat juara. “Saya nggak berhenti nangis sambil maju di depan panggung. Saya berterima kasih sekali pada Allah, sama guru-gurunya juga yang sudah melatih. Ternyata semua pengorbanan selama ini nggak sia-sia,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER