BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang mengenakan seragam berwarna merah terlihat sedang duduk sambil berbincang-bincang. Mereka tak lain adalah operator SPBU di Jalan A Yani No 3, Kudus. Operator bagian BBM Solar itu tampak bersantai karena belum ada pelanggan.
Satu di antaranya mereka yakni Susilo Nugroho mengungkapkan, bahwa saat ini pembeli bahan bakar jenis Solar sudah jarang. Berbeda dengan Premium dan Pertamax, meski ada penurunan tetapi tidak begitu banyak.
Sementara itu, Zakia (37), Admin SPBU 4459304 membenarkan hal tersebut. Dia juga menjelaskan persentase penurunan di sana. Untuk BBM jenis Solar, penurunan hingga 75 persen, Premium tidak ada penurunan dan Pertalite turun 30 persen.
Baca juga : Pertamina Promo Pertamax Cashback 30 Persen, Banyak Warga Kudus Belum Tahu
“Sedangkan Pertamax turun hingga 20 persen, Pertamax Turbo masih stabil,
Pertamax Dex turun 50 persen. Premium masih stabil, karena cuma ada tiga kali dalam seminggu dan permintaan tinggi,” terangnya kepada betanews.id.
Hartono (69), selaku penanggung jawab SPBU 4459304 menambahakan, bahwa saat ini memang mengalami penurunan konsumen. Meski dari pihak Pertamina sudah melakukan promo dan program cash back, tetapi masih belum secara maksimal diakses warga.
“Penjualan Bio Solar yang biasanya 6 hingga 7 ton, sekarang menjadi 2 ton per bulan. Pertalite yang biasanya 15 ton, sekarang 10 hingga 12 ton. Pertamax biasanya 5 ton sekarang sekitar 4 ton. Pertamax Turbo masih stabil 400 liter. Pertamax Dex biasanya bisa sampai 400 liter, sekarang turun 200 liter,” tambahnya.
Sama halnya dengan SPBU di Jl. Raya Kudus-Jepara Km 5. Ahmad Shiddiq, Pengawas SPBU 44.593.13 mengungkapkan, di SPBU tersebut juga terjadi penurunan penjualan. Dia merinci, penjualan di dua bulan terakhir.
Baca juga : Program Ramadan Cashback, Pertamina Obral Pertamax
“Pada bulan Maret lalu, penjualan Pertamax 80.684 liter, Pertalite 214.835 liter, Permium 101.865 liter dan Bio Solar 99.228 liter. Sedangkan pada bulan April 2020, penjualan Pertamax 20.654 liter, Pertalite 60.559 liter, Premium 30.210 liter dan Bio solar 31.167 liter,” ungkapnya.
Sedangkan menurut Teddy Hermawan, Kasi Fasilitasi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kudus menyampaikan, jika penggunaan BBM jenis Bio Solar di Kudus mengalami penurunan drastis akibat dampak Covid-19.
“Penyaluran BBM jenis Bio Solar bulan Januari 7.115.090 liter, bulan Februari 6.789.407 liter, bulan Maret 6.682.305 liter dan bulan April 4.715.728 liter. Untuk BBM jenis lain tidak banyak menurun,” katanya, Selasa (19/5/2020).
Editor : Kholistiono

