BETANEWS.ID, JEPARA – Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Jepara tidak hanya berdampak pada rute pelayaran menuju Karimunjawa, tetapi juga pada perbaikan sarana infrastruktur.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan pada tahun ini Jepara sudah mendapat alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Karimunjawa melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Hanya saja, saat ini perbaikan jalan itu belum bisa dilaksanakan.
“Kita sudah dapatkan IJD di Karimunjawa. Cuman, karena terkendala cuaca, ini jadi repot juga,” kata Wiwit pada Jumat, (6/2/2026).
Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Teluk Awur Jepara Dipenuhi Sampah
Wiwit menyebut, pada tahap pertama, perbaikan jalan di Karimunjawa mendapat alokasi anggaran dari pusat sebesar Rp 8,6 miliar.
“Kendala ini jadi tantangan kita sendiri. Karena progresnya 0, sekian persen. Mudah-mudahan setelah kapal-kapal ini bisa (menyeberang) ke sana, barang-barang (material dan alat) harus segera ke sana,” lanjut Wiwit.
Saat ini penyeberangan ke Karimunjawa memang belum sepenuhnya dibuka total. Sebab cuaca buruk dan gelombang tinggi masih terjadi di perairan Jepara dan Karimunjawa.
Selain anggaran Rp8,6 miliar yang sudah diterima, Wiwit melanjutkan pada tahun ini ia akan kembali mengajukan anggaran perbaikan jalan untuk Karimunjawa lewat IJD di tahap ke dua. Total anggaran tambahan yang diusulkan di tahun ini sebesar Rp 50 miliar.
Baca juga: Malangnya Petani Jepara, Lahannya Puso Terendam Banjir Tak Tercover Asuransi
“Total Rp 58,6 miliar (anggaran IJD) untuk memuluskan jalan di Karimunjawa,” jelas Wiwit.
Diketahui, masalah jalan rusak di Karimunjawa memang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini terus disuarakan masyarakat kepada pemerintah.
Sebab buruknya infrastruktur akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan daya tarik wisatawan. Sebagaimana realitanya, Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu destinasi unggulan, tak hanya bagi Bumi Kartini, melainkan juga nasional.
Editor: Suwoko

