BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara setiap hari Jumat bakal rutin mengadakan kegiatan Jepara Bersih-Bersih.
Hal itu sesuai arahan dari Presiden Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul Internasional Convention Center, Bogor pada Senin, (2/2/2026) lalu.
Lokasi pertama yang dipilih yaitu Pantai Teluk Awur di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Teluk Awur Jepara Dipenuhi Sampah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan dalam pelaksanaannya, gerakan itu turut melibatkan berbagai pihak. Mulai dari personel TNI, Polisi, Jaksa, pemerintah tingkat kecamatan dan desa, serta relawan.
Ary menjelaskan, gerakan Jepara Bersih-Bersih sebenarnya sudah lama direncanakan. Kegiatan itu juga menjadi salah satu kegiatan rutin yang selama ini sudah dijalankan. Yaitu kegiatan bersih-bersih dengan kerja bakti setiap jumat di masing-masing kecamatan.
“Gerakan Jepara Bersih-Bersih sebenarnya sudah direncanakan, karena memang kegiatan rutin tahunan. Dipercepat karena arahan presiden,” katanya saat ditemui usai kegiatan Jepara Bersih-Bersih di Pantai Teluk Awur, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut Ary mengatakan, gerakan itu secara resmi mulai diberlakukan pada hari ini. Pelaksanaannya tidak hanya di Pantai Teluk Awur, tetapi dilakukan serentak di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara.
“Dimulai hari ini ada inisiasi dari Polres, Kodim, Kejaksaan, Pemkab untuk bersama-sama dengan masyarakat dan relawan untuk membersihkan sampah yang ada di lingkungan pantai,” katanya.
Namun dalam pelaksanaannya, gerakan itu tidak hanya menyasar lingkungan pantai. Desa atau kecamatan yang tidak memiliki garis pantai diwajibkan untuk membersihkan area sungai dan wilayah yang terdampak bencana banjir.
Baca juga: Sempat Kosong, Dua Jabatan Kepala Dinas di Jepara Akhirnya Terisi
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Agung Bagus Kade Kusmiantara mengatakan melalui gerakan itu ia ingin mengedukasi masyarakat, terutama pelaku wisata di daerah pantai agar memiliki kepedulian terkait persoalan sampah.
Agung ingin persolaan sampah bisa ditangani bersama. Sebab jika lingkungan pantai bersih dan disenangi pengunjung maka bisa memberikan kontribusi berupa pendapatan bagi daerah.
“Sampah ini merupakan salah satu persoalan yang krusial saat ini. Apalagi pantai ini akan selalu mendapat sampah kiriman di setiap musim hujan. Sehingga kami ingin masyarakat ini bisa tereduksi untuk sama-sama membersihkan sampah,” katanya.
Editor: Suwoko

