31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pelaku Fesyen Senang Dilibatkan dalam Tradisi Dandangan, Impak Besar Dinantikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi Dandangan yang selalu digelar menyambut Bulan Suci Ramadan di Kabupaten Kudus tahun ini tampil berbeda. Untuk pertama kalinya, sektor fasyen dilibatkan secara khusus dalam tradisi budaya peninggalan Sunan Kudus tersebut, membuka ruang besar bagi brand busana lokal untuk unjuk potensi.

Sebanyak 48 stan khusus fasyen disediakan dalam gelaran Dandangan tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen diisi oleh brand lokal asal Kudus.

Owner Kemala Studio, Aris Yuni Astuti, mengaku antusias bisa terlibat dalam Tradisi Dandangan. Karena pada tahun-tahun sebelumnya sektor fashion belum mendapat ruang seperti sekarang.

-Advertisement-

Baca juga: Tabuhan Bedug Wabup Bellinda Tandai Dibukanya Tradisi Dandangan Kudus 2026

“Senang sekali bisa dilibatkan. Ini baru pertama kalinya fesyen masuk di Dandangan. Biar masyarakat tahu kalau potensi fesyen di Kudus itu luar biasa dan memang wajib diangkat,” katanya, Senin (9/2/2026) sore.

Menurutnya, selama ini brand fesyen Kudus identik dengan busana muslim seperti gamis. Namun pada Dandangan tahun ini, ragam produk yang ditampilkan jauh lebih variatif, mulai dari busana muslim, pakaian kasual, hingga distro pria.

“Kemala Studio sendiri menyasar anak muda. Tidak semua perempuan cocok pakai gamis, jadi kami hadirkan blus dan one set yang lebih kasual dan bisa dipakai anak muda dan tidak bisa pakai gamis,” jelasnya.

Produk Kemala Studio dipasarkan dengan harga mulai Rp150 ribu hingga Rp450 ribu. Selain produk siap pakai, Kemala Studio juga menawarkan layanan busana custom dengan jumlah terbatas.

“Keunggulan produk custom, pembeli tidak perlu takut kembaran. Karena itu yang sangat dihindari cewek,” katanya.

Aris menyebut penjualan selama tiga hari pertama cukup menggembirakan, terutama karena banyak produk yang tergolong baru diperkenalkan ke masyarakat.

Sementara itu, brand fasyen pria Dream Story juga merasakan dampak positif dari keterlibatan fashion dalam Tradisi Dandangan. Aldi Fairuza (28), tim promosi Dream Story, mengatakan bahwa partisipasi dalam Dandangan memberikan eksposur besar bagi brand lokal.

“Fashion itu tidak ada matinya. Selalu berkembang seiring zaman. Dan Dandangan ini pengunjungnya semua segmen, dari anak-anak sampai orang tua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa Dream Story yang mengusung tren fashion anak muda, khususnya pria, baru pertama kali mengikuti Tradisi Dandangan. Namun ia merasa hasil penjualan di luar dugaan.

“Kami mulai buka hari Minggu, 8 Februari 2026, dan hasilnya luar biasa. Dalam satu hari bisa terjual sekitar 350 potong,” ungkapnya.

Dream Story memasarkan produknya dengan harga terjangkau, mulai Rp100 ribu hingga Rp160 ribu. Untuk mengikuti Dandangan, brand tersebut menyewa empat stan yang digabung menjadi satu.

Baca juga: Perputaran Uang Dandangan Diprediksi Bisa Capai Rp1,5 Miliar Sehari

“Melihat pencapaian hari pertama, kami optimistis bisa kembali modal. Bahkan harapannya bisa stabil seperti hari pertama seperti kemarin,” katanya.

Keterlibatan fashion dalam Tradisi Dandangan dinilai menjadi langkah baru dalam memadukan budaya dan ekonomi kreatif lokal. Selain memperkaya wajah Dandangan, kehadiran brand fashion lokal juga membuka peluang peningkatan omzet pelaku UMKM menjelang Ramadan.

Para pelaku fashion berharap ke depan semakin banyak brand lokal Kudus yang dilibatkan, sehingga Tradisi Dandangan tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga etalase kekuatan ekonomi kreatif daerah.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER