31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBISNISSempat Diremehkan, Budi...

Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea

BETANEWS.ID, PATI – Serbuk kayu bercampur kapur bertaburan di sekitar tempat budi daya jamur tiram milik Ali Mustofa (36) di Desa Ngembes, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (15/5/2020). Beberapa orang terlihat memasukkan limbah kayu tersebut ke sebuah plastik dengan ukuran tertentu. Setelah itu, plastik-plastik tersebut kemudian dikasih bibit jamur dan ditata dalam sebuah rak yang telah disiapkan.

Pria yang mulai budi daya jamur tiram sejak 12 tahun lalu itu mengatakan, ketertarikannya muncul ketika masih kuliah di Unissula mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di daerah Ungaran. Di sana, ia berjumpa dengan berbagai petani jamur tiram yang akhirnya menjadi jalannya untuk berbisnis.

Pembudidaya jamur tiram ALi MUsthofa. Foto: Titis Widjayanti.

“Awalnya bisa dibilang sering diremehkan orang. Bahkan dari keluarga besar sendiri juga. Sampai keluarga besar bahasanya ‘keweleh’ buat negur saya. Kenapa milih ‘utek-utek’ jamur. Tapi memang saya tipe yang tidak pantang menyerah,” kata Ali.

- Ads Banner -

Baca juga: Harga Sentuh Rp 5 juta per Ekor, Suyatno Bagikan Tips Sukses Ternak Ayam Kalkun

Dari pandangan sebelah mata itulah, Ali kemudian bertekad untuk membangun bisnis jamur tiram hingga kini menjadi sebuah perusahaan yang cukup besar dan menjanjikan bernama CV Agro Muria. Sekarang ini, dia sudah memiliki mitra petani jamur tiram sebanyak 100 orang lebih di Karesidenan Pati.

“Tadinya, ketersediaan jamur di pasaran tidak stabil. Jadi saya memutuskan untuk membangun pasar sendiri dengan mengajak orang lain untuk bertani jamur,” beber Ali.

Dalam model kemitraan ini, pihaknya terus membuka peluang kepada petani untuk menjalin kerja sama. Teknisnya, Ali menyediakan bibit jamur dan hasilnya akan ditampung. Petani pemula juga tidak perlu takut bermitra dengannya. Sebab, mereka akan mendapatkan pembinaan dari pembuatan kandang, perawatan, hingga hasil akhir yang akan ditampung.

“Sekarang ini, setiap minggu saya mengirim 15 ribu baglog bibit jamur tiram kepada para petani yang tergabung dalam paguyuban. Jumlah tersebut bisa bertambah jika ada permintaan tambahan atau anggota baru,” beber Ali.

Baca juga: Perawatan Mudah dan Makin Diminati, Ida Rintis Wisata Edukasi Kaktus

Dengan produksi tersebut, ia kini mulai menjajal pasar luar negeri, dengan menyediakan tepung jamur tiram. Beberapa negara yang sudah siap menerima produk jamur adalah Korea dan China. Menurutnya, jamur tiram mengandung berbagai zat penting dalam tubuh, seperti obat pencegah kanker.

“Akhirnya ada jalan dan sudah siap semua, mulai dari administrasi, mitra dan konsumen untuk ekspor. Hanya saja, yang seharusnya tahun ini sudah jalan, sedikit terkendala karena ada Covid-19. Tapi semua sudah beres. Tinggal jalan dan kirim saja,” pungkas Ali.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler