Menolak Gulung Tikar Meski Produksi Bedug dan Rebana Tak Lagi Memesona

BETANEWS.ID, KUDUS – Meski tak lagi menjadi usaha yang cemerlang seperti dahulu, produksi rebana di Kabupaten Kudus masih tetap bertahan. Sugiarto (48), perajin di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, tetap menjalankan usahanya demi menjaga warisan keluarga.

Pemilik Istana Bedug itu mengatakan, saat ini produksi rebana masih berjalan meski penjualan atau pesanannya jauh menurun dibanding masa sebelum pandemi. Ia bertahan tak hanya menjaga warisan dari orang tuanya, namun juga demi pekerja yang telah setia ikut dengannya selama ini.

“Sekarang per bulan untuk pesanan rebana sekitar 30 set, padahal dulu sebelum corona bisa kirim ratusan set. Apalagi pesanan bedug, yang dulunya bisa mencapai 10 unit terjual, sekarang satu unit pun kesusahan,” keluhnya.

-Advertisement-

Satu set rebana terdiri dari delapan alat, yakni empat rebana, dua kaprak, satu tung, dan satu darbuka. Produk dibuat dari kayu mahoni dan nangka dengan harga sekitar Rp2,5 juta per set.

Baca juga: Ramadan Sepi Pesanan, Perajin Bedug dan Rebana di Kudus Hanya Terima Satu Order

Sugiarto menyebut, dulu pasar rebananya menjangkau hampir seluruh Indonesia. Kini permintaan paling stabil justru datang dari wilayah Kalimantan.

Penurunan produksi juga berdampak pada jumlah tenaga kerja. Jika sebelumnya ia mempekerjakan lebih dari 30 karyawan, kini hanya tersisa sekitar 15 orang.

“Masih bertahan karena ini peninggalan orang tua, dan masih ada pesanan sedikit-sedikit. Lagi pula kalau distop juga kasihan para karyawan yang hingga kini telah membersamai,” kata seorang ayah yang dikaruniai empat anak tersebut.

Saat ini, ia juga mulai mencari usaha tambahan, salah satunya di bidang travel, untuk menopang gaji karyawan dan ekonomi keluarga di tengah menurunnya industri alat musik tradisional.

“Karena sudah sepi, jadi saya mulai mencari celah usaha lain untuk menghidupi keluarga. Alhamdulillah, travel ini bisa menopang kebutuhan dapur,” ujarnya.

Ia menambahkan, ratusan set rebana dan 30 bedug masih tersimpan dengan baik sebagai stok. Artinya, ketika ada yang memesan, pihaknya baru memasang kulit kerbau dan finishing bagian yang membutuhkan kerapian.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER