BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus akan menjadi tuan rumah Women’s Soccer Trilogy 2026, rangkaian tiga turnamen sepak bola putri nasional dan internasional yang diperkirakan diikuti lebih dari seribu atlet. Ajang yang digelar mulai Juni hingga Agustus 2026 itu diyakini mampu memperkuat sektor sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Seluruh rangkaian pertandingan akan dipusatkan di Super Soccer Arena (SSA) Kudus. Event tersebut menjadi bagian dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mendorong perkembangan sepak bola putri Indonesia melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Kepastian penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy 2026 di Kudus mengemuka dalam audiensi antara panitia penyelenggara dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (2/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seluruh rangkaian turnamen.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik dipusatkannya ajang sepak bola putri berskala nasional dan internasional tersebut di Kota Kretek. Menurutnya, kehadiran atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah maupun negara akan memberikan dampak positif bagi banyak sektor usaha.
“Sport tourism Kabupaten Kudus bisa semakin meningkat. UMKM, hotel, termasuk sewa kendaraan, semua akan berdampak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation karena mengadakan kegiatan ini di Kudus,” ujar Sam’ani.
Baca juga : Juarai Hydroplus Soccer League Kudus, Scorpion dan Samba Persada Women Maju ke Putaran Nasional
Ia menuturkan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut para peserta yang datang ke Kudus. Selain memastikan kesiapan fasilitas pendukung, pemerintah juga berkoordinasi dengan pelaku usaha agar mampu memberikan pelayanan yang optimal selama turnamen berlangsung.
Menurut Sam’ani, sektor perhotelan menjadi salah satu yang akan merasakan dampak langsung dari penyelenggaraan event tersebut. Pasalnya, jumlah peserta yang datang ke Kudus diperkirakan mencapai ribuan orang.
“Sejumlah hotel di Kudus dan sekitarnya sudah kami kondisikan untuk menyambut sekitar 1.500 atlet, ofisial, dan suporter. Insyaallah kapasitasnya mencukupi. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan kuliner, wisata, dan keramahan masyarakat Kudus kepada para tamu yang datang,” katanya.
Sam’ani menegaskan, Pemkab Kudus siap mendukung kelancaran penyelenggaraan turnamen tersebut. Koordinasi dengan TNI dan Polri juga dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta selama berada di Kudus.
“Women’s Soccer Trilogy ini ada yang berskala internasional. Jadi, mari Kudus menjadi tuan rumah yang baik, menyambut tim dari luar negeri dengan santun serta menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” kata Sam’ani.
Perwakilan Djarum Foundation, Slamet Raharjo, menyampaikan bahwa Women’s Soccer Trilogy akan diawali dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang berlangsung pada 23–28 Juni 2026. Setelah itu, turnamen berlanjut dengan Hydroplus Soccer League All-Stars pada 5–12 Juli 2026.
Puncak rangkaian kegiatan akan digelar melalui Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus 2026. Turnamen bertaraf internasional tersebut akan menghadirkan tim sepak bola putri dari Yordania, Arab Saudi, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.
“Selain enam negara tersebut, Indonesia sebagai tuan rumah juga akan menurunkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Kehadiran tim-tim dari berbagai negara itu menjadikan Kudus sebagai salah satu pusat penyelenggaraan sepak bola putri internasional di kawasan Asia Tenggara,” ujar Slamet.
Ia mengungkapkan, Srikandi Merdeka Cup U-16 diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta. Sementara itu, secara keseluruhan jumlah peserta yang akan datang ke Kudus dari tiga event tersebut diperkirakan mencapai 1.500 orang.
“Kalau dihitung dari event MilkLife All-Stars, Hydroplus All-Stars, sampai Srikandi Merdeka Cup, diperkirakan akan ada 1.000 hingga 1.500 peserta maupun ofisial yang datang ke Kudus. Itu belum termasuk suporter,” sebutnya.
Menurut Slamet, dipilihnya Kabupaten Kudus sebagai pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy tidak terlepas dari sejarah panjang pembinaan sepak bola putri yang selama ini dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation di Kota Kretek.
“Dengan dukungan fasilitas bertaraf internasional di Super Soccer Arena, semoga nantinya mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola putri yang siap bersaing di level dunia,” harapnya.
Editor: Kholistiono

