Jelang Srikandi Cup, Bupati Kudus Minta Hotel dan Kuliner Tak Getok Harga

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meminta pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar saat gelaran Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 berlangsung. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, kedatangan peserta dan suporter dari berbagai negara justru harus dimanfaatkan untuk memberikan kesan positif terhadap Kabupaten Kudus.

Turnamen sepak bola putri internasional U-16 tersebut akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 14-23 Agustus 2026. Ajang ini diikuti tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.

Sam’ani mengatakan Pemkab Kudus telah melakukan koordinasi untuk memastikan pelaksanaan turnamen berjalan lancar. Selain kesiapan venue dan penyelenggaraan, pemerintah juga mendorong masyarakat turut menyambut para pemain, ofisial, pendamping, serta suporter yang datang ke Kudus.

-Advertisement-

Menurutnya, kehadiran tamu dari luar negeri merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah. Mulai dari kuliner, produk lokal, hingga keramahan masyarakat Kudus diharapkan dapat meninggalkan kesan baik bagi para tamu.

“Kita sebagai warga Kabupaten Kudus, dari pemerintah Kudus, juga sudah berkoordinasi berkali-kali untuk menyiapkan dan menyambut turnamen Women Soccer Srikandi ini biar sukses di Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani belum lama ini di Pendopo Kudus.

Dia meminta masyarakat menjaga kebersihan, kesehatan, serta higienitas makanan selama berlangsungnya turnamen. Hal tersebut dinilai penting karena para tamu yang datang dari luar negeri akan membawa pengalaman mereka selama berada di Kudus ke negara masing-masing.

Sam’ani bahkan berharap momentum tersebut bisa menjadi sarana promosi gratis bagi Kabupaten Kudus. Jika para tamu mendapatkan pengalaman positif, bukan tidak mungkin mereka kembali berkunjung atau turut mengenalkan kuliner dan produk khas Kudus di mancanegara.

“Kesempatan untuk promosi, biar mereka nanti pulang ke negaranya bisa membawa kesan yang baik. Kalau bisa, suvenir atau kulineran di Kabupaten Kudus juga dibawa ke mancanegara,” ujarnya.

Di sisi lain, Sam’ani menyoroti adanya pihak yang diduga memanfaatkan momentum turnamen internasional untuk menaikkan harga. Ia menegaskan praktik menaikkan harga secara tidak wajar tidak sejalan dengan upaya Pemkab Kudus membangun citra daerah di hadapan tamu dari luar negeri.

Sam’ani mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengantisipasi persoalan tersebut. Dinas Perdagangan juga diminta memastikan harga barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen tercantum secara jelas dalam daftar harga.

“Kalau harga harus sudah tertuang di dalam daftar, ya. Tidak boleh ada yang menaikkan harga secara tidak wajar,” tegasnya.

Ia menuturkan, Pemkab Kudus akan segera memanggil Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus. Tujuannya agar tidak ada yang menaikkan harga sepihak saat turnamen berlangsung, tetapi justru memberikan diskon karena ada peningkatan pengunjung.

“Janganlah menaikkan harga. Justru kalau bisa itu memberikan diskon,” tandasnya.

Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 sendiri menjadi salah satu momentum penting bagi Kudus untuk memperkuat citra sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional. Dengan persiapan penyelenggaraan yang baik dan dukungan masyarakat serta pelaku usaha, turnamen ini diharapkan tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER