Peminat Kurban Kerbau di Jepara Masih Tinggi, Harganya Mulai Rp18-33 Juta

BETANEWS.ID, JEPARA – Di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu, minat masyarakat untuk berkurban masih cukup tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya penjualan kerbau di sentra peternakan atau yang biasa dikenal sebagai Hotel Kerbau, Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Di tempat itu, puluhan kandang berbilik anyaman bambu dengan atap seng dan genteng telah berdiri selama puluhan tahun sebagai kawasan peternakan kerbau.

Ghufron (46), salah satu peternak, bercerita bahwa dahulu terdapat sekitar 60 kandang yang berdiri di tempat tersebut. Namun saat ini jumlahnya berkurang dan hanya menyisakan sekitar 36 kandang.

-Advertisement-

Kandang-kandang itu dulunya tidak hanya berdiri di sepanjang jalan utama desa, tetapi juga di bantaran Sungai SWD II. Pada 2023, sungai tersebut dilakukan normalisasi sehingga kandang kerbau yang berada di bantaran sungai digusur.

“Kandangnya sendiri ini sudah lama, sejak saya kecil juga sudah ada. Memang dari dulu warga Guwo beternak kerbau dan ditempatkan di sini,” katanya saat ditemui Betanews.id di lokasi Hotel Kerbau pada Kamis (21/5/2026).

Meskipun jumlah kandang sudah banyak berkurang, minat masyarakat untuk membeli kerbau sebagai hewan kurban di Hotel Kerbau tersebut masih tinggi.

Baca juga : Jelang Iduladha, Pasar Hewan Kudus Sepi Pembeli, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun

Bahkan pada tahun ini, jumlah kerbau yang berhasil dijual oleh Ghufron lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Ghufron mengatakan, awalnya ia sempat mengira bahwa penjualan kerbau tahun ini akan lesu. Terlebih banyak petani di desanya yang mengalami gagal panen.

“Tahun ini alhamdulillah ternyata malah ramai. Kerbau yang laku, kalau saya sudah ada 45 ekor, tahun kemarin sekitar 40-41 ekor,” sebut Ghufron.

Kerbau yang berhasil ia jual tidak seluruhnya berasal dari hasil peternakannya sendiri. Ia juga membeli dari peternak lain untuk kemudian dijual kembali.

Kerbau-kerbau tersebut saat ini seluruhnya masih berada di kandang. Hewan itu akan dikirim kepada pembeli sekitar H-1 atau hari-H Iduladha 1447 Hijriah.

“Kisaran harganya mulai Rp18 juta sampai Rp33 juta. Posisi kerbau memang masih dititipkan di kandang peternak karena dari dulu sistem pembelian di sini memang seperti itu,” ungkapnya.

Meskipun menyediakan jasa perawatan kerbau hingga menjelang Iduladha, menurut Ghufron, layanan tersebut tidak dikenakan biaya tambahan. Pembeli hanya membayar sesuai harga kesepakatan saat membeli kerbau.

“Tapi kadang ada yang memberi lebih Rp100 ribu sampai Rp200 ribu untuk uang rokok. Kalau biaya jasa khusus tidak ada,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir mengatakan, tren penjualan hewan kurban di beberapa pasar hewan di Jepara cukup tinggi.

Meskipun demikian, ia mengaku tidak bisa mengetahui secara pasti apakah hewan kurban tersebut akan disembelih di Jepara atau tidak.

“Tahun ini tren masyarakat untuk berkurban hewan memang makin tinggi. Kesadaran masyarakat untuk berkurban dengan tetap menjaga stok atau populasi hewan juga semakin meningkat,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER