BETANEWS.ID, JEPARA – Salah satu program unggulan pada masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Muhammad Ibnu Hajar, yakni Bupati Ngantor di Desa, resmi ditutup.
Program tersebut pertama kali diluncurkan pada Selasa (15/4/2025) di Balai Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, dan telah berjalan selama lebih dari satu tahun.
Dalam pelaksanaannya, Bupati Jepara bersama hampir seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jepara berkantor di balai desa.
Pelaksanaan Bupati Ngantor di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, pada Rabu (20/5/2026), menjadi penutup rangkaian program yang telah menyasar seluruh desa di Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan program tersebut dijalankan dengan harapan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa semakin efektif sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat lebih cepat ditangani.
Meskipun program itu telah selesai, Wiwit memastikan seluruh usulan masyarakat akan terus diupayakan penyelesaiannya secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Baca juga : Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jepara Masih Rendah, Baru Sasar 26,84 Persen Pekerja
“Usulan akan diselesaikan dan ditindaklanjuti. Ada yang sudah dilaksanakan, ada juga yang belum,” ujar Wiwit usai pelaksanaan kegiatan Program Bupati Ngantor di Desa Bondo.
Sementara dalam pelaksanaan di Desa Bondo, terdapat 12 petinggi di Kecamatan Bangsri yang hadir. Mereka satu per satu mengurai sekaligus mempertajam berbagai usulan yang sebelumnya telah disampaikan pada edisi pertama Program Bupati Ngantor di Desa.
Tercatat terdapat 35 usulan dari desa-desa di Kecamatan Bangsri yang mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, irigasi, wisata, UMKM, pendidikan, kesehatan, lampu jalan, hingga pupuk subsidi.
Sejumlah usulan telah direalisasikan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses tindak lanjut. Seluruh usulan pun dibahas secara langsung bersama Bupati Jepara dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar penanganannya lebih terarah dan tepat sasaran.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian utama di antaranya pembangunan infrastruktur yang direncanakan kembali digarap tahun ini. Selain itu, persoalan irigasi juga terus diupayakan melalui pengajuan proposal bantuan ke pemerintah pusat.
Wiwit menegaskan bahwa kegiatan pertajaman usulan tersebut penting agar seluruh aspirasi masyarakat tidak tertinggal dan dapat segera ditindaklanjuti.
“Pertajaman usulan sebelumnya. Jangan sampai tertinggal untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

