Beranda blog Halaman 1822

Mantan Anggota DPRD Kudus Meninggal di Depan ATM

0
Petugas melakukan evakuasi jenazah Ngatmin Alimanda. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kudus , Ngatmin Ali Manda meninggal mendadak di depan ATM BNI dekat Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kompleks Perkantoran Mejobo, Jalan Mejobo – Kudus, Kelurahan Mlati Kidul.

Dia yang mengenakan kemeja warna coklat tegeletak tepat di samping pintu ATM BNI dengan tubuh terlentang menghadap ke utara. Ngatmin ditemukan tergeletak sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Kapolsek Kota AKP Khoirul Naim menuturkan, dari keterangan saksi di lapangan, korban turun dari mobil hendak mengambil uang di ATM BNI. Namun sesampai di depan pintu ATM, korban tiba-tiba duduk dengan nafas tersengal-sengal.

Baca juga : Akun Facebook Ketua Komisi D DPRD Kudus Dibajak, Minta Uang Rp 2,5 Juta

“Tiba-tiba korban tiduran di lantai dalam kondisi lemas dan sudah tidak sadarkan diri,” tuturnya, Jumat (3/7/2020).

Petugas keamanan PDAM, lanjut Naim, mencoba menolong bersama satu temannya yang sedang bertugas di sekitar tempat kejadian. Namun, saat dicek korban sudah dalam kondisi meninggal.

“Tadi bantuan ambulans dari BPBD datang lengkap dengan APD (alat pelindung diri) dan dibawa ke UGD RSUD dr Loekmono Hadi,” tuturnya.

Menurut informasi yang didapat Naim dari pihak rumah sakit, sesampai IGD RSUD dr Loekmono Hadi, korban sudah dalam keadaan meninggal. Korban juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiyaan.

“Dari keterangan dokter IGD yang piket, diperkirakan meninggal karena penyakit jantung,” jelasnya.

Naim menambahkan, informasi dari keluarga, korban selama ini memang mempunyai riwayat jantung.

Ngatmin Ali Manda atau biasa dipanggil Ngatmin meninggal dalam usia 55 tahun. Dia yang tinggal di Kelurahan Mlati Kidul, RT 01 RW 01, Kecamatan Kota, Kudus adalah mantan anggota DPRD Kudus periode 2014-2019.

Baca juga : Antisipasi Overload, DPRD Kudus Rekomendasikan Penambahan Alat Tes Swab

Ngatmin menjadi anggota DPRD diusung dari Partai Demokrat. Dia bertarung pada daerah pemilihan IV, meliputi Kecamatan Dawe dan Jekulo. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat periode 2004-2010.

Ngatmin termasuk politikus lama di Kota Kretek. Dirinya juga tercatat pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Kudus berpasangan dengan Heru Fathoni tahun 2008. Pada saat itu, dirinya diusung Partai Demokrat, Partai Nasional Indonesia Marhaenis, Partai Pelopor dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Namun, dirinya harus tersingkir nomor tiga dengan perolehan suara 24.346 orang. Dirinya kalah dengan pasangan Musthofa Wardoyo dan Budiono yang diusung partai PDIP dan Golkar.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kelas 3 Dapat Subsidi Rp 16.500

0
Beberapa warga tampak antre untuk mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Kudus, beberapa waktu lalu. Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang yang hendak masuk ke kantor BPJS Kesehatan Kudus tampak diarahkan untuk cek suhu badan dan cuci tangan terlebih dahulu. Di dalam ruangan, sejumlah petugas melayani warga yang datang ke sana. Beberapa warga yang datang tersebut ada yang menanyakan ketentuan pemberian subsidi bagi peserta BPJS mandiri Kelas 3.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kudus Rahmadi Dwi Purwanto (38) mengatakan, kebijakan pemberian subsidi itu berlaku setelah Keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.

Seorang karyawan Kantor BPJS Kesehatan Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi.

Dalam Perpres tersebut, mulai 1 Juli 2020 ada kenaikan iuran untuk peserta kelas 1, 2, dan 3. Untuk kelas 1, iuran naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu per bulan. Kelas 2 dari Rp 51 ribu naik jadi Rp 100 ribu. Sedangkan kelas 3 naik dari Rp 25.500 rupiah menjadi Rp 42 ribu. Namun, untuk kelas 3 akan disubsidi pemerintah sebesar Rp 16.500 sehingga peserta cukup membayar Rp 25.500.

Baca juga: Dengan GO-Darja, Kini Pendaftaran Pasien di RSUD Loekmono Hadi Tak Perlu Antre

“Mulai 1 Juli 2020, untuk BPJS kelas 3 ada subsidi senilai Rp 16.500. Jadi kelas 3 membayar Rp 25.500. Kelas 1 dan 2 tidak ada subsidi,” terangnya kepada betanews.id, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan, sebelumnya juga ada Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perubahan Iuran BPJS ditegaskan dalam Pasal 34 Perpres 75 tahun 2019 yaitu untuk Kelas 1 sebesar Rp 160 ribu, Kelas 2 Rp 110 ribu, dan Kelas 3 Rp 42 ribu.

“Perpres Nomor 75 itu berlaku selama tiga bulan, mulai 1 Januari hingga Maret 2020. Kemudian ada perubahan lagi Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Jadi iuran BPJS memang ada penyesuaian, sehingga kami mengikuti perubahan yang ada,” jelasnya.

Baca juga: Mulai Berlakukan New Normal, Pasien RSUD Loekmono Hadi Boleh Dijenguk

Sementara itu, Hamdhan Darmaji (40), yang datang ke kantor BPJS Kesehatan Kudus, mengaku tidak keberatan dengan kenaikan iuran. Namun, ia berharap kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta bisa ditingkatkan.

“Kalau saya pribadi tidak keberatan. Saya mengikuti aturan pemerintah saja. Yang penting kualitas pelayanan juga harus dinaikkan. Agar sesuai dengan kenaikan iuran, harus ada peningkatan kualitas pelayanan juga,” harap warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dibuka Kembali, Wisata Ternadi yang Suguhkan Indahnya Alam Muria Ramai Pengunjung

0
Bukit pandang di lokasi wisata alam Dea Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Dok, Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Keindahan lereng Penggunungan Muria langsung menyergap indra penglihatan saat tiba di Destinasi Wisata Ternadi, Sabtu (27/6/2020). Cuaca yang cerah siang itu semakin membuat mudi-mudi betah berlama-lama di tempat yang baru buka kembali sejak ada pandemi Covid-19. Dengan menggenggam telepon seluler (ponsel) masing-masing, mereka tampak asyik mengabadikan diri di spot-spot foto favorit, seperti gardu pandang.

Keindahan alam memang jadi daya tarik utama destinasi wisata yang berada di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu. Sejak tiba di gerbang masuk, wisatawan sudah dimanjakan panorama alam yang masih asri. Pemandangan pertama yang terlihat adalah Bumi Perkemahan dan taman Wanawisata Ternadi.

Pengunjung sedang melewati spot foto favorit di Wanawisata Ternadi, Sabtu (27/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Dari sana, para wisatawan kemudian menempuh jalan tanjakan sekitar tiga kilometer menuju objek wisata utama, tempat berbagai gardu pandang yang jadi spot favorit pengunjung. Makanya, wanawisata yang sedang naik daun di kalangan warga itu tidak pernah membosankan untuk dikunjungi.

Pengelola Wisata Ternadi, Sholeh (43) mengatakan, wisata yang tutup sejak ada pendemi itu, kini sudah bisa dikunjungi. Kepastian pembukaan kembali didapatkan setelah Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengecek persiapan kenormalan baru di destinasi wisata tersebut, Minggu (21/6/2020).

Baca juga: Tugu Pete, Ikon Baru Penambah Keelokan Taman Sardi

“Kemarin juga ada Bapak Bupati ke sini. Untuk ngontrol, melihat-lihat (persiapan kenormalan baru), apakah sudah bisa dibuka apa belum. Nah, (kemudian) dinyatakan diperbolehkan untuk buka kembali,” ungkapnya.

Meski sudah buka kembali, pihaknya belum bisa menarik tiket masuk sebesar Rp 10 ribu, lantaran itu kewenangan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati. Saat ini, pengelola hanya membebankan biaya parkir yang ditarik Rp 5 ribu per sepeda motor.

“Kami sudah tutup sekitar satu bulan. Untuk (pemberlakukan) tiket itu kewenangan Perhutani KPH Pati. Sementara ini kita tarik Rp 5 ribu untuk sepeda motor. Itu jasa parkir,” beber Sholeh.

Menurut Sholeh, gardu pandang memang jadi daya tarik utama di Wisata Ternadi. Pertimbangannya, dari gardu tersebut, pengunjung bisa menikmati lereng pegunungan muria dengan lebih jelas. Selain itu juga bisa jadi spot foto yang menarik.

“Kenapa gardu, ya karena posisi sini kan dikelilingi perbukitan Gunung Muria. Jadi dengan gardu itu, bisa melihat pemandangan seluruh lereng Gunung Muria. Makanya namanya gardu pandang,” papar Sholeh.

Baca juga: Wisatawan dari Luar Kudus Wajib Booking Online

Dia lantas menceritakan awal mula pembukaan wisata tersebut. Sekitar 2017, dirinya bersama Keju (40) iseng membuat angkruk, gardu dari bambu. Setelah itu, difoto dan diunggah ke media sosial. Ternyata, unggahan itu ramai dan kemudain banyak warga yang penasaran dan mendatangi tempat tersebut.

“Sejak ramai itu, sekitar 2017 hingga 2018 awal, Wisata Ternadi mulai populer dan dibuka resmi sebagai salah satu wisata di Kudus. Selanjutnya, gardu pun diperbaiki dan ditambah secara bertahap. Bahkan desain dan bentuknya pun beraneka macam. Hingga pengunjung bisa puas mengambil foto sambil duduk-duduk melihat pemandangan,” tukas Sholeh.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Industri Furniture di Semarang Ini jadi Langganan Artis Hollywood

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produksi furniture di PT H&G Java Semarang. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tiba-tiba menghentikan sepedanya ketika melintas di depan bangunan tua bergaya Eropa di Jalan Raya Kauman Kudu Kecamatan Genuk Kota Semarang, Jumat (3/7/2020). Karena penasaran dengan bangunan yang dikiranya pabrik gula itu, ia pun kemudian memasuki pintu gerbang bertuliskan PT Harrison & Gil Java (H&G) tersebut.

Tak disangkanya, ternyata di dalam bangunan tersebut ada aktivitas industri furnitur. Hebatnya lagi, 100 persen produknya diekspor ke Eropa, Amerika, Timur Tengah dan seluruh dunia.

Didampingi Direktur PT H&G Java, Martha Siahaan, Ganjar melihat sudut demi sudut pabrik furniture yang cukup besar dengan design arsitektur khas Eropa itu. Tak lupa, ia juga mengecek protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan itu pada karyawannya saat ratusan karyawan baru masuk kerja.

Baca juga : Ganjar Sebut UMKM jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi

“Saya kira ini pabrik gula atau bangunan tua tak berpenghuni, ternyata di dalamnya bagus sekali, dan ada kegiatan industrinya. Saya sering lho bersepeda di depan sini,” kata Ganjar.

Kepada Ganjar, Martha menerangkan, bahwa pabrik furnitur tersebut telah beroperasi di Genuk sejak tahun 2001. Sebelumnya, pabrik itu beroperasi di Jepara sejak tahun 1997. Pabrik bergerak di bidang design dan pembuatan produk furnitur berbahan dasar kayu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produk furniture di PT H&G Java Semarang. Foto: Ist

“Produk kami 100 persen ekspor pak, mayoritas ke Amerika, sisanya ke Eropa, Timur Tengah dan Asia. Dalam waktu dekat, kami juga akan mulai membuka pasar dalam negeri untuk memenuhi permintaan yang juga cukup besar,” kata Martha.

Martha menerangkan, produk furnitur asal Indonesia sangat dikenal di dunia internasional. Bahkan, banyak artis-artis Hollywood yang memesan furniturnya di perusahaannya tersebut. Seperti Lady Gaga, Kim Kadarshian, Britney Spears, Holyfield, Paris Hilton dan lainnya.

“Kami juga pernah mendapatkan pesanan furnitur dari Vatikan untuk Paus,” terangnya.

Banyaknya pesanan dari artis-artis top dunia itu lanjut Martha dikarenakan mereka terpikat dengan produk furnitur asal Indonesia. Menurut mereka, design furnitur Indonesia sangat unik dan tidak umum, serta seni ukiran pada kayu yang dinilai mereka adalah yang terbaik.

“Bahan baku kami mayoritas dari Indonesia, hanya beberapa bahan baku yang kami impor. Kayu yang digunakan adalah Mahoni dan sedikit kayu Jati. Ini karya anak bangsa Pak, karena pekerja dan designernya juga asli anak Indonesia,” ucapnya.

Ganjar sendiri sangat kagum setelah menyusuri beberapa bagian pabrik tersebut. Selain bangunan khas Eropa dengan design yang tidak biasa, semua produk di pabrik itu juga dibuat dengan sangat detil dan berkualitas tinggi.

Baca juga : Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

“Sebenarnya, dengan melihat ini kita jadi tahu bahwa produk kita cukup berkualitas. Kita bisa tunjukkan pada dunia, bahwa produk furnitur asal Jateng berkelas,” kata Ganjar.

Di pabrik itu, Ganjar melihat seluruh produknya adalah pesanan dari luar negeri. Dan ternyata, brand pabrik tersebut telah terkenal di negara-negara besar itu.

“Inilah yang akan kita dorong, sehingga perusahaan seperti ini terus bisa bangkit. Sambil tadi saya ngecek protokol kesehatannya dan ternyata sudah diterapkan sangat bagus. Saya harap pabrik ini tidak berhenti dan terus berkembang,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Segar di Mulut Aman di Perut, Es Mie Telur Jelly di Kedai Azzam Diburu Pembeli

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Tambak Lulang, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus tampak bangunan bercat merah jambu. Di dalam bangunan terlihat beberapa orang duduk ngobrol sambil menanti pesanan. Sedangkan di bagian depan beberapa perempuan sedang sibuk menyiapkan aneka pesanan para pelanggan. Satu di antara perempuan itu yakni Dewi Indriyani (36) penjual es mie telur jelly.

Di sela aktivitasnya tersebut, perempuan yang akrab disapa Dewi itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, sebelum berjualan es mie telur jelly, ia sebenarnya sudah punya usaha di bidang fashion, yang ia tekuni hampir selama delapan tahun.

Dewi Indriyani menunjukan menu Es Mie Telur Jelly yang kini ngehits. Foto: Rabu Sipan

Dia pun kemudian menceritakan ide awal membuat es dengan tampilan unik tersebut. Dia mengatakan, pada Oktober 2019, ia mengaku iseng – iseng membuatkan anaknya es mi telur jelly. Tak disangkanya, ternyata anaknya suka banget dengan es mie telur jelly yang dibuatnya. Bahkan beberapa kali minta dibuatkan lagi.

Baca juga : Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend

Penasaran, lanjutnya, ia pun memakai testimoni beberapa temannya, dan mereka juga bilang sama dengan anaknya. Bahkan temannya menyarankan agar es mie telur jellynya dijual aja. Dia pun kemudian menuruti saran itu untuk berjualan es mie telur jelly di emper toko pakaian sekaligus rumah tinggalnya tersebut.

“Tak disangka, pas buka pertama dan dibarengi memposting barang daganganku di media sosial, toko saya ramai didatangi pembeli. Mereka datang tidak mau beli pakaian, tapi beli es mie telur jelly,” ujar perempuan yang akrab disapa Dewi kepada betanews.id, Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, saat itu pembeli es mie telur jellynya sampai antre lama. Bahkan mengular sampai ke jalan – jalan. Karena memang saat itu tempatnya masih di emperan toko pakaiannya. Harganya juga sangat terjangkau, yakni Rp 7 ribu per porsi.

Es mie telur jelly itu, tambahnya berisi jelly berbentuk mie, jelly berbentuk smile, serta berbentuk telur mata sapi. Ketiga jelly tersebut kemudian ditambahkan aneka buah, yakni anggur, melon, pepaya, nanas. Tidak itu saja, tapi masih ditambah biji selasih, susu dan sirup dengan aneka rasa pilihan.

“Untuk menambah kesegarannya tentu tak ketinggalan esnya. Kelebihannya, aneka jelly itu kami buat sendiri dan mempunyai rasa masing – masing. Begitu juga sirupnya, kami juga bikin sendiri. Jadi dijamin enak dan aman untuk dikonsumsi. Sebab itulah kami punya jargon, segar di mulut aman di perut,” jelasnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu mengatakan, dari cita rasa dan kesegaran, serta harga yang tidak bikin kantong bolong, es mie telur jelly itu selalu diburu para pembeli. Sehari, ia mengaku mampu menjual 300 porsi. Penjualan itu di hari biasa, pada akhir pekan pembeli makin ramai.

Dia mengatakan, pembeli yang datang tidak hanya orang Kudus saja tapi juga datang dari kota tetangga. Di antaranya, Pati, Jepara serta Semarang. Bahkan mereka meminta agar dirinya mau membuka cabang di kota mereka.

Karena laris tersebut, lanjutnya, tempat yang dulu dijadikan tempat berjualan pakaian, ia ganti jadi kedai bernama Kedai Azzam. Dengan tempat yang luas, para penikmat es mie telur jelly bisa menunggu pesanan sambil menikmati WiFi gratis.

Baca juga : Sukses di Usia Muda Ala Rahma, Penjual Es Dawet Durian yang Hits di Kudus

“Lagian sejak ada corona usaha pakaian sepi pembeli. Saya pun memutuskan untuk menutupnya saja,” ungkapnya.

Sekarang Kedai Azzam, juga menyediakan menu lain, di antaranya, seblak, ayam geprek, bakso, es dawet duren pelangi, es teler, es doger, es teh dan lain sebagainya. Meski sudah beberapa menu lainnya, es mie telur jelly tetap yang jadi primadona dan terlaris.

“Semoga usaha saya makin lancar dan berkembang. Kelak semoga bisa buka cabang di Jepara,” harap Dewi yang mengaku sekarang harga es mie telur jelly naik jadi Rp 8 ribu seporsi.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus dengan Harga Bersahabat

0
Berbagai produk oleh-oleh yang dijual Toko Wong Djowo. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak sedang memilih kaus yang sedang dipajang di sebuah toko. Mereka berjalan dari satu rak baju ke rak baju lainnya demi menemukan pakaian yang diimpikan. Di sisi lain, dua karyawan wanita terlihat sibuk menata ulang beberapa produk. Toko tersebut adalah Toko Wong Djowo, pusat kaus oleh-oleh khas Kudus yang berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus.

Salah seorang karyawan, Rini Kusuma (34) mengatakan, di toko yang sudah berdiri sejak 2007 tersebut ada sekitar 1.000 stok kaus yang siap untuk dibeli. Untuk harganya sendiri, dikatakan Rini cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus.

Karyawan Toko Wong Djowo menunjukkan salah satu produk kaus oleh-oleh. Foto: Titis Widjayanti.

“Kalau brandnya memang dari awal kita konsep yang ramah kantong. Tapi tetap berkualitas dan nyaman untuk dipakai. Bahannya sendiri dari soft carded, sift cotton combed. Harganya pun variatif, ya. Dari yang untuk anak-anak sama dewasa bedanya tak lebih dari Rp 70 ribu,” papar Rini, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus untuk Lestarikan Bahasa Jawa

Sambil memperlihatkan beberapa produk yang dimaksud, Rini merinci harga kaus di toko tersebut. Mulai dari kaus untuk anak-anak dijual dengan harga Rp 25 ribu sampai dengan Rp 50 ribu. Kaus untuk dewasa dimulai dari harga Rp 30 ribu sampai dengan Rp 55 ribu. Sedangkan untuk kaus lengan panjang dari harga Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu.

“Dari semuanya itu, ada harga spesial lagi. Masuknya harga paket. Ada beberapa kaus yang masuk spesial paket. Di kaus anak-anak itu dengan Rp 50 ribu dapet 3 buah. Di kaus dewasa dengan Rp 100 ribu dapet 4 kaus. Kalau yang nggak masuk paket itu ada potongan harga sebesar 10%,” ungkap dia.

Baca juga: Saptaria Fashion, Produksi Hijab Premium Harga Miring

Selain kaus, di toko tersebut juga menjual gamis, kerudung, daster, tas, hingga gantungan kunci. Dikatakan Rini, gantungan kunci itu produk asli Wong Djowo, sedangkan untuk yang lain diambil dari pedagang. Meskipun begitu, mereka sempat uji coba membuat daster yang seketika langsung habis.

“Jadi semua produk selain kaus sama gantungan kunci, itu ngambil dari pedagang. Cuma, harganya masih terjangkau juga. Kalau daster, kami kemaren buat desain daster. Istilahnya tester. Itu langsung habis. Rencananya nanti akan dibuat lebih banyak,” tukas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Gandeng Perbankan untuk Bangkitkan UKM di Jateng

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah menggandeng sejumlah e-commerce raksasa nasional, kini giliran perbankkan yang digandeng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk membangkitkan sektor ekonomi di tengah pandemi.

Menggandeng Bank Jateng dan BPR BKK, Ganjar menyiapkan sejumlah jurus untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Jawa Tengah. Fokus pada pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) telah melakukan berbagai upaya dalam hal pendampingan, pelatihan serta pembiayaan para mereka.

“Bank Jateng dan BPR BKK sudah menyiapkan untuk membantu membangkitkan UKM. Misalnya permodalan, pendampingan, pelatihan hingga disediakan marketplace BiMart khusus bagi pelaku UKM itu,” kata Ganjar saat menghadiri acara launching marketplace BiMart di Bank Jateng, Kamis (2/7/2020).

Baca juga : Ganjar Sebut UMKM jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi

Sektor UKM lanjut Ganjar memang menjadi salah satu andalan Jateng untuk bangkit di sektor ekonomi. Selain industri menengah dan industri besar, UKM Jateng lanjut Ganjar memiliki pangsa pasar dan potensi yang sangat besar.

Selain itu, UKM juga sudah terbukti tetap bisa survive di tengah pandemi. Hal itu dilihat saat meluncurkan sejumlah program seperti pembuatan masker dan pemberian bantuan bahan baku untuk industri boga.

“Kami sudah lakukan pemanasan, di tengah pandemi ini, mereka bisa buat masker, hazmat dan makanan. Artinya mereka bisa, tinggal kita bantu dampingi dan ayo dibeli. Maka saya sedang mendorong, yuk mulai dari pemerintah, instansi dan lembaga untuk membeli produk UKM. Kita berikan kesempatan pada mereka agar bisa survive, mari kita tunjukkan keberpihakan,” ucapnya.

Namun lanjut dia, produk UKM ini tidak boleh kualitasnya biasa saja. Kualitas produk mereka harus bisa masuk pada market menengah ke atas, sehingga nilainya lebih bagus.

“Caranya gimana, ya kita latih. Makanya sekarang Bank Jateng dan BPR BKK menyiapkan pelatihan mulai produksi, manajemen keuangan, packaging, marketing dan lainnya termasuk permodalan. Semuanya kita lakukan dengan satu harapan UKM ini bisa menjadi kekuatan yang bisa membangkitkan ekonomi di tengah pandemi,” terangnya.

Menurutnya, upaya itu sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan kejayaan sektor ekonomi.

“Pesan Pak Presiden kan jelas, kesehatan diurus, tapi ekonominya jangan sampai ketinggalan. Ini upaya kami untuk melaksanakan perintah itu,” pungkasnya.

Baca juga : Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Sementara itu, Direktur Bank Jateng, Supriyatno mengatakan, pihaknya fokus pada tiga hal dalam pengembangan UKM, yakni finansial, peningkatan SDM dan inovasi model pemasaran terkini. Untuk sektor finansial, pihaknya telah memberikan Kredit KUR kepada 23.924 kepada debitur dengan total outstanding sebesar Rp 2,27 triliun.

“Kami juga telah menyalurkan Kredit Mitra Jateng 25 kepada 25.539 debitur dengan total outstanding 62,2 miliar,” terang Supriyatno.

Sementara di sektor peningkatan SDM, pihaknya juga telah menggelar pelatihan kepada 9.453 pelaku UKM. Pelatihan sudah dilakukan sebanyak 736 kali kepada mereka.

“Sementara di sektor inovasi pemasaran, kami telah membuat marketplace BiMart sebagai media pemasaran bagi pelaku UKM di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Stop Setahun, Pedangdut Ayu Vaganza Kembali Konsumsi Narkoba Karena Sepi Job

0
Ayu Vaganza bersama teman lelakinya diciduk polisi karena gunakan narkoba. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedangdut Ayu Vaganza (23) ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Kudus, Selasa (30/6/2020). Perempuan yang memiliki nama asli Andita Ayu Nilasari ini, ditangkap bersama teman lelakinya, WR (30). Penangkapan dilakukan di rumah kontrakan Desa Dersalam RT 01 RW 02, Kecamatan Bae, Kudus.

Ayu Vaganza menuturkan, dirinya mengkonsumsi narkotika jenis Inex karena sepi job manggung. Menurutnya, selama pandemi Covid-19, dirinya tidak mendapatkan tawaran menyanyi dari manapun.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka. Foto: Imam Arwindra

“Jobnya sepi, gak ada kegiatan. Makanya saya pakai (narkotika) ini,” tuturnya saat Konferensi Pers di Mapolres Kudus, Kamis (2/7/2020).

Baca juga : Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

Dia memberitahukan, dulu dirinya memang pernah menggunakan narkoba, namun sempat berhenti selama satu tahun. Saat manggung pun, dirinya tidak pernah menggunakan barang haram tersebut.

“Dulu pernah pakai (narkoba), tapi sudah sempat berhenti kurang lebih setahun. Ini baru pakai lagi. Kalau manggung gak pernah pakai malah,” jelasnya.

Ayu Vaganza memberitahukan, barang haram tersebut dibelinya dari seorang bernama Genjik (nama panggilan), dengan harga Rp 300 ribu.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menuturkan, pelaku menggunakan narkotika tersebut secara bersama-sama bersama WR yang berasal dari Desa Welahan, RT 4 RW 3, Kecamatan Welahan, Jepara. Hal tersebut dibuktikan dari hasil tes urin yang dinyatakan positif.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Sejak tanggal 27 Juni dilakukan penyelidikan. Tanggal 30 Juni kita lakukan penangkapan,” jelasnya.

Menurut kapolres, dari penangkapan yang dilakukan ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis Inex satu paket yang berisi lima butir. Satu paket narkotika tersebut dibeli dengan harga Rp 1,8 juta.

“Pelaku diketahui, tersangka ini telah bertransaksi Inex beberapa kali. Barang ini diperolehnya dari Semarang,” tuturnya.

Baca juga : Peringati Hari Bhayangkara Ke 74, Polres Kudus Bagikan Ratusan Nasi

Katanya, pelaku menggunakan narkotika tersebut bukan hanya untuk konsumsi pribadi, melainkan dijual agar memperoleh keuntungan.

“Alasan karena job sepi, makanya konsumsi Inex. Dan rencana akan dijual lagi. Namun kita masih dalami lagi,” tuturnya.

Dari kejadian tersebut, Ayu Vaganza dan teman lelakinya akan dijerat pasal 112 ayat 1, Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009. Mereka akan diancam hukuman pidana minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Sebut UMKM jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi

0
Ganjar Pranowo saat menghadiri acara penandatanganan kerjasama Bank Jateng dengan PT BKK Jateng untuk pengembangan UMKM di Jawa Tengah, Kamis (2/7/2020). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai menjadi salah satu kekuatan untuk kebangkitan ekonomi, terutama di Jawa Tengah (Jateng). Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen untuk menghidupkan dan mengembangkan UMKM, sehingga ekonomi akan kembali bangkit setelah sekian waktu melemah akibat pandemi Covid-19.

“Tantangan saat ini adalah membangkitkan kembali ekonomi dengan mencari momentum pijakan. Kekuatan saat ini apa, ya UMKM,” ujar Ganjar Pranowo saat menghadiri acara penandatanganan kerjasama Bank Jateng dengan PT BKK Jateng untuk pengembangan UMKM di Jawa Tengah, Kamis (2/7/2020).

Baca juga : Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Ia menyebutkan, bahwa potensi UMKM di Jawa Tengah sangat tinggi. Hal itu dilihat dari beberapa UMKM di daerah-daerah yang tetap survive di masa pandemi.

“Oh, potensi UMKM di Jawa Tengah sangat tinggi. Kita sudah buat pemanasan kemarin saat pandemi kita minta bikin masker, mereka bisa. Suruh praktik bikin hazmat mereka bisa,” ungkapnya.

Untuk itu, Ganjar mengapresiasi langkah Bank Jateng yang bekerjasama dengan PT BKK Jateng tersebut untuk mendukung perkembangan UMKM di Jawa Tengah.

“Sekarang kita coba Bank Jateng dan PT BKK Jateng untuk membantu permodalan dan pendampingan. Selain itu juga sudah disiapkan marketplace Bimart atau Bima Market. Kita harapkan UMKM tetap survive, kualitasnya harus tidak biasa-biasa saja dan masuk kelas menangah syukur-syukur atas,” imbuhnya.

Ganjar membeberkan kunci keberhasilan pendampingan UMKM saat ini adalah marketing, teknologi informasi, budgetting, dan akses produk.

“Bukan permodalan yang pertama dibutuhkan. Ternyata yang dibutuhkan masyarakat itu marketing, penggunaan teknologi, budgetting, dan akses produk. Kita latih mereka, karena inilah kekuatan ekonomi di masa pandemi,” paparnya.

Baca juga : Sejak April Hingga September 2020, Pemerintah Tanggung Pajak UMKM

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan semua pihak terkait untuk bekerja keras untuk membangkitkan ekonomi.

“Bukan hanya kesehatan yang diurus, tapi juga kebangkitan ekonomi. Untuk itu, saya titip pesan kerahkan semua tenaga, waktu dan pikiran untuk membangkitkan ekonomi,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

UD Pendowo Putro, Toko Besi Terlengkap di Kudus

0
Beberapa karyawan toko besi UD Pendowo Putro sedang menaikkan besi ke mobil. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak sibuk di dalam gudang yang penuh berisi besi. Mereka terlihat mengangkat besi menggunakan hoist crane untuk ditaruh di mobil. Tempat tersebut yakni Usaha Dagang (UD) Pendowo Putro, toko besi yang diklaim terlengkap di Kudus.

Pemilik UD Pendowo Putro, yakni Mustain menuturkan, usaha yang dirintisnya sejak 2011 itu menyediakan aneka macam jenis dan ukuran besi. Dari besi beton yang ukuran terkecil hingga yang terbesar ada semua di UD Pendowo Putro. Bahkan sekarang besi jenis lainnya juga tersedia.

Salah satu karyawan toko besi UD Pendowo Putro sedang menyusun besi. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Usaha Konter Pulsa Gulung Tikar, Umam Bangkit Rintis Usaha Besi Begel

“Luas toko saya ini sekitar 2 ribu meter persegi. Hampir semuanya penuh dengan besi. Aneka jenis dan ukuran besi ada semua ada di toko saya. Banyak pilihan dan pastinya semuanya SNI,” ujar Mustain kepada betanews.id, Jumat (26/6/2020).

Pria warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu merinci aneka macam besi yang dijualnya. Dari besi berukuran paling kecil yakni besi beton diameter enam milimeter. Besi ukuran tersebut kebanyan digunakan begel.

Sedangkan besi diameter delapan itu tuturnya, multifungsi bisa digunakan untuk begel, tapi seringnya digunakan untuk tiang kolom praktis. Untuk besi diameter 10 milimeter biasa digunakan tiang kolom dan ring balk.

Selain itu, lanjutnya, di UD Pendowo Putro juga menyediakan besi diameter 12, 13, 16, 22 hinga 30 milimeter. “Semua besi tersebut tersedia polos dan ulir. Untuk bangunan di tanah yang bergerak dianjurkan menggunakan besi ulir lebih kuat,” jelasnya.

Selain besi beton, tuturnya UD Pendowo Putro juga menyediakan besi wermesh. Besi wermesh itu tersedia dua pilihan ada yang gulungan dan lembaran. Ada juga besi pelat dengan ketebalan dari satu milimeter hingha satu centimeter ada semua.

“Kami juga menyediakan besi baja WF untuk kontruksi. Ada juga besi CNP, UNP, besi siku, holo galfanis, atap galvalum serta atap galvalum,” rinci pria yang gemar bersepeda tersebut.

Baca juga : Tak Hanya Murah, Begel dan Cakar Ayam Buatan Umam Gunakan Besi Baru

Dia menuturkan, selain lengkap, harga besi di UD Pendowo Putro juga terbilang paling murah di Kota Kretek. Itulah sebabnya, pelanggannya tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga eks seKaresidenan Pati.

“Saya berharap pandemi Covid-19 cepat hilang. Agar iklim usaha kembali normal dan lancar lagi,” harap Mustain.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kampus UMK Diliburkan Sepekan

0
Kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) akan meliburkan sementara aktivitas di kampus menyusul adanya satu pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Rektor UMK Suparnyo membenarkan, jika ada satu pegawainya yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Dengan kejadian tersebut, dirinya akan meliburkan sementara aktivitas di kampus dari tanggal 3-10 Juli 2020.

“Kita akan libur dulu selama satu minggu ke depan,” tuturnya, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan, meski kegiatan kampus diliburkan, namun untuk pelayanan mahasiswa baru tetap berjalan. Menurutnya, pihaknya masih membuka pelayanan bagi pendaftaran mahasiswa baru.

Baca juga : Wisuda UMK Akan Digelar Juli Mendatang dengan Cara Drive Thru

“Kami pastikan aman. Kami sudah terapkan protokol kesehatan, dan petugas yang melayani tidak ada kontak (dengan pasien Covid-19),” tegasnya.

Suparnyo memberitahukan, selain meliburkan aktivitas kampus kecuali pelayanan mahasiswa baru, mulai Jumat (3/7/2020) besok, pihaknya akan menyemprot disinfektan ke seluruh area kampus. Hal tersebut akan dilakukan secara rutin.

Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan pada persiapan new normal.

“UMK mulai menghadapi new normal kan tanggal 8 Juni. Ternyata masih ada mahasiswa yang tidak mengenakan masker. Nanti kita akan evaluasi semua,” tuturnya.

Suparnyo memberitahukan, pihaknya juga sudah meminta DKK untuk melakukan tes rapid guna traking kontak dengan pasien Covid-19. Menurutnya, hari ini, Kamis (2/7/2020) sudah ada 26 pegawai UMK yang dites rapid.

“Pekerjaannya (pegawai yang positif Covid-19) itu penjaga malam. Jadi yang kontak beliau sedikit. Ini yang kontak semuanya sudah dites rapid,” tuturnya.

Baca juga : Ada Tambahan Tujuh Kasus Positif Covid-19 di Kudus, Tiga Meninggal

Sepengetahuan Suparnyo, pegawainya yang terkonfirmasi positif Covid-19 memang suka berkumpul dengan orang. Menurutnya, penularan Covid-19 yang terjadi pada pegawainya terindikasi dari luar.

“Tahu kan dia memang suka kumpul-kumpul di desanya. Kemungkinan itu tertular dari luar,” tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi memberitahukan, bagi masyarakat yang merasa memiliki kontak dengan pasien agar segera melapor ke puskesmas. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan traking kontak dengan pasien.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sidak Verifikasi PPDB, Ganjar Tegaskan Akan Coret Siswa yang Curang

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau proses validasi dan verifikasi data faktual di SMAN 3 Semarang, Kamis, (2/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menegaskan akan mencoret calon siswa yang terbukti melakukan kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ini disampaikannya saat meninjau proses validasi dan verifikasi data faktual di SMAN 3 Semarang, Kamis, (2/7/2020).

Ganjar menyebutkan, sudah ada temuan pelanggaran PPDB, sejak awal pendaftaran. Temuan-temuan pelanggaran tersebut berkutat soal integritas calon siswa dan orang tuanya.

Gubernur ganjar Pranowo disampaikannya saat meninjau proses validasi dan verifikasi data faktual di SMAN 3 Semarang, Kamis, (2/7/2020). Foto: Ist.

“Temuan sudah ada, jumlahnya saya belum mendapat laporan. Kalau yang awal-awal kita kasih peringatan, tapi kalau temuannya saat validasi dan verifikasi ini, kami sudah berkomitmen dengan jelas. Mohon maaf, kalau nanti terdapat pelanggaran, kami coret langsung,” tegas Ganjar.

Dalam proses pemeriksaan ini, Ganjar juga mengoptimalkan seluruh guru di SMA/SMK se Jateng. Dengan begitu, maka clearence data diharapkan dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi unsur manipulasi, kebohongan, aspal, dan sebagainya.

“Kami ingin menciptakan integritas, jadi kalau ada yang mengatakan PPDB di Jateng lama dan terkesan bertele-tele, itu sebenarnya tidak benar. Kami sedang berhati-hati soal ini,” terangnya.

Baca juga: Ganjar Minta Kepala Sekolah Tak Main-Main dalam Verifikasi Calon Siswa

Tak hanya memastikan proses validasi berjalan lancar, ia juga memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan di sekolah itu. Dalam pantauannya, pihak sekolah memecah kerumunan dengan memperbanyak ruangan untuk proses validasi.

Setelah mengecek satu persatu proses validasi dan verifikasi data, orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga melihat tidak ada kerumunan orang tua maupun calon siswa. Mereka semua tertib mengantre, baik saat proses pengecekan data awal sampai akhir.

“Sekarang kita mulai proses terus menerus. Saya hanya ingin memastikan, protokol kesehatannya disiapkan agar tidak berkerumun. Serta, proses verifikasi faktualnya juga harus ketat dengan harapan data yang masuk benar adanya,” kata Ganjar.

Ketegasan Ganjar soal integritas dalam PPDB didukung oleh orang tua dan calon siswa. Menurut mereka, apabila ada orang tua atau calon siswa yang memalsu data demi bisa sekolah di SMA tertentu, maka harus dicopot.

“Prihatin ya, di zaman sekarang masih ada yang ngakalin (berbuat curang) seperti itu. Ini harus diperhatikan, karena ini sikap dan akan menjadi keteladanan. Kalau masih kecil anaknya diajarin seperti itu, ke depan akan jadi apa,” kata Agus Prasetyo, orang tua siswa asal Plombokan Semarang.

Baca juga: Disdik Jateng Ancam Coret Calon Siswa yang Terbukti Palsukan Data PPDB

Hal senada disampaikan Ahmad Fadhil, calon siswa di SMAN 3 Semarang. Menurutnya, kalau ada yang memalsukan data, maka harus didiskualifikasi.

“Itu kurang baik. Kalau sekarang saja anaknya diajari seperti itu, nanti besar gimana? Kan tambah rusak. Kalau ditemukan ada yang palsu, didiskualifikasi saja,” katanya.

Fadhil yang masuk SMAN 3 Semarang melalui jalur prestasi ini mengingatkan kepada kawan-kawannya untuk selalu jujur. Menurutnya, kejujuran akan menuntun semuanya ke jalan yang benar.

“Kalau bisa jujur saja, sebab kalau jujur, pasti ditunjukkan jalannya oleh Tuhan,” tutur atlet Karate tingkat Popda Kota Semarang ini.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus untuk Lestarikan Bahasa Jawa

0
Karyawan Kaus oleh-oleh Wong Djowo sedang menata produk, Kamis (25/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua perempuan berbaju sama terlihat sedang menata kaus di sebuah toko cinderamata. Kaus yang sebagian besar bertemakan Kabupaten Kudus itu tersedia dalam berbagai ukuran. Ada yang untuk anak-anak yang desainnya lucu-lucu dan juga untuk dewasa dengan desain menyesuaikan.

Berbagai kaus bertemakan Kota Kretek itu merupakan kaus oleh-oleh yang bisa ditemui di toko Wong Djowo. Toko yang berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus itu sudah jadi pusat oleh-oleh khas selama beberap tahun.

Karyawan Kaus oleh-oleh Wong Djowo sedang menata produk, Kamis (25/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Salah seorang karyawan, Rini Kusuma (34) mengatakan, Toko Wong Djowo sendiri sudah ada sejak 2007 yang dirintis oleh Erlis Junaedi (38). Awalnya, sang pemilik hanya menjual dua desain kaus yang terus berkembang hingga sekarang punya toko oleh-oleh. Desainnya sendiri juga beraneka ragam. Dari tulisan sanepa Jawa, slogan-slogan singkat, dan produk wisata Kudus.

Baca juga: Kenalkan Sejarah Semarang Lewat Kaus Semar Polos

“Jadi awalnya memang berangkat dari dua desain di tahun 2007. Saat ini sudah banyak. Bahkan kalau dibicarakan lebih lama, sebelum fokus ke kaus berawal dari usaha souvenir dari batok kelapa. Tapi namanya bukan Wong Djowo. Terus tahun 2007 itu mulai fokus ke bisnis kaus dengan brand ini,” papar Rini Kusuma (34), Kamis (25/6/2020).

Perempuan yang dari awal bekerja di Wong Djowo tersebut menambahkan, selain didesain sendiri oleh sang pemilik, beberap desain produk yang lain juga dirancang oleh desainer khusus. Semua rancangan produk yang dijual itu tetap mengedepankan seputar Kudus dan kata-kata berbahasa Jawa.

“Jadi kenapa desainnya seperti itu dan namanya Wong Djowo, karena memang ingin mengedukasi, mengenalkan Bahasa Jawa serta melestarikannya. Ditambah, dengan ikon kota seperti tempat-tempat bersejarah di sini yang kami angkat di desain kaos, menjadikan brand kami sekaligus sebagai media promosi tentang Kota Kudus,” kata dia.

Baca juga: Harga Mulai Rp 85 Ribuan, Dadiwae Jadi Solusi Cetak Kaus Hasil Desain Sendiri

Hingga saat ini, toko yang buka setiap hari itu sudah menjadi salah satu tujuan wisatawan yang mampir ke Kudus. Dikatakan Rini, beberapa wisatawan selalu datang ke tokonya dan membeli kaus tersebut untuk oleh-oleh. Setiap harinya, ada sekitar 30 orang pembeli yang datang. Bahkan, saat menjelang hari raya, bisa sampai kehabisan stok.

“Ini seperti yang bisa dilihat, beberapa desain habis dan masih proses pembuatan. Karena memang kemarin menjelang Lebaran, alhamdulilah, banyak yang memborong. Seperti desain kaus Wong Djowo dan Wanita (Wani Di Tata). Dua desain awal itu belum ada stoknya lagi,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dari Jualan Kambing, Pirman Mampu Biayai Putranya Jadi TNI

0
Awik Supirman sedang memberi makan kambing yang dijualnya menjelang Hari Raya Idul Adha, Senin (29/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Bau khas kambing tercium dari pekarangan di Dukuh Klotok, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di lahan yang rindang itu, terlihat kandang dan seorang pria yang sedang memberi makan kambing. Pria tersebut yakni Awik Supirman (50) pedagang kambing yang mampu mengantarkan putranya jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sembari melanjutkan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Pirman itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai menekuni berjualan kambing sejak 1990. Dia bersyukur puluhan tahun jualan kambing, hasilnya mampu untuk membiayai putra pertamanya jadi TNI.

Awik Supirman sedang memberi makan kambing yang dijualnya menjelang Hari Raya Idul Adha, Senin (29/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Anak kedua saya juga rencana ikut jejak kakaknya. Kalau anak bungsu kami masih duduk di Madrasah Aliyah, rencananya kuliah. Dan biaya semua itu, ya dari hasil jualan kambing,” ujar Pirman kepada Betanews.id, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Sebulan Jelang Idul Adha, Pirman Mulai Kebanjiran Pesanan Kambing

Dia mengatakan, selain bisa membiayai pendidikan anaknya, hasil berjualan kambing itu digunakan beli beberapa tanah. Dia juga mengaku sudah daftar haji empat tahun yang lalu.

Pria yang mengenakan topi kulit bundar itu menambahkan, pekerjaan berjualan kambing itu meneruskan dari ayahnya. Sebenarnya dulu setelah lulus sekolah pada 1987, ia pernah kerja di pabrik selama tiga tahun. Namun, karena bayarannya tidak sesuai, ia pun memutuskan untuk berhenti.

“Saat berhenti bekerja itu, saya memutuskan untuk ikut jualan kambing almarhum bapak. Kemudian saya tekuni hingga sekarang,” ungkapnya.

Baca juga: Bisa Titip dan Siap Antar, Masri Punya Pelanggan Hewan Kurban dari Berbagai Daerah

Dia mengatakan, berjualan kambing di pasar hewan Desa Gulang, Desa Gebog, dan Pasar Jetak Kaliwungu. Setiap pergi berjualan, dia membawa sekitar 15 hingga 20 ekor. Dari total tersebut, sehari mampu menjual antara 10 hingga 17 ekor kambing.

“Kambing yang saya jual itu berbagai jenis. Ada jenis kambing jawa randu, kambing etawa, dan kambing madras. Untuk harga mulai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor,” tandas Pirman.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pemenang Lelang Akan Jual Kembali Honda Win Kisaran Rp 6 Juta Per Unit

0
Belasan sepeda motor Honda Win milik Pemkab Kudus yang dilelang. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Lelang paket motor Honda MCB Win 100 aset milik Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) Kudus dimenangkan peserta lelang bernama Yulianto. Paket lelang berupa 19 unit Honda Win tersebut dimenangkan dengan harga tertinggi Rp 85 juta.

Pemenang lelang, yakni Yulianto menuturkan, dirinya berani menawar dengan harga tertinggi Rp 85 juta karena merasa yakin motor Honda MCB Win 100 banyak dicari orang. Menurutnya, motor produksi tahun 2003 tersebut sedang digandrungi terutama anak muda.

“Iya dari kemarin yang hubungi saya banyak,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2020).

Baca juga : Lelang 19 Unit Honda Win Punya Pemkab Kudus Tembus 101 Penawar, Terjual Rp 85 Juta

Dia yang berasal dari Magelang, merencakan akan menjual motor tersebut dengan harga kisaran Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per unitnya. Menurutnya, harga tersebut sudah sesuai dengan pasaran motor Honda MCB Win 100 sekarang.

“Saya akan jual lagi dengan harga antara Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Itu tidak modif ya, namun apa adanya,” jelasnya yang memang sudah terbiasa melakukan jual beli kendaraan.

Menurutnya, dalam pekan ini dirinya akan melunasi biaya pembelian motor sebesar Rp 83 juta dan juga akan membawa motor tersebut ke Magelang. “Iya minggu ini nanti semua beres,” tuturnya.

Katanya, dia mengetahui adanya lelang tersebut dari situs Kkantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono menuturkan kegiatan lelang tersebut dilakukan secara daring tanggal 30 Juni 2020. Menurutnya, penyelenggara lelang sepenuhnya diserahkan KPKNL Semarang. “Yang melakukan lelang KPKNL Semarang, bukan kami,” tuturnya.

Dirinya mengaku juga kaget 19 unit motor Honda MCB Win 100 banyak diikuti peserta lelang. Menurutnya, total peserta lelang paket ke tiga tersebut yakni 101 akun.

“Kan ada lima paket yang dilelang. Rata-rata paling 50 an. Ini bisa nyampai 101 akun peserta,” jelasnya.

Baca juga : Pemkab Kudus Lelang 19 Honda Win Mulai Rp 9,1 Juta

Menurutnya, barang lelang sudah bisa diambil asalkan pembayaran pelunasan sudah dilakukan.

Dikatakan Eko, pemenang lelang paket ketiga bernama Yulianto berasal dari Magelang. Menurutnya, pemenang lelang masih harus melunasi biaya pelunasan sebesar Rp 83 juta. Selain itu, pemenang juga dikenakan bea lelang pembeli sebesar Rp 1,7 juta. Untuk Pembayaran dibatasi paling akhir tanggal 7 Juli 2020.

“Jadi harga limitnya, harga pertama kita buka Rp 9,1 juta. Harga tertinggi Rp 85 juta. Sudah kasih uang jaminan Rp 3,6 juta, jadi masih kurang Rp 83 juta,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -