90 Koperasi Merah Putih di Kudus Siap Beroperasi Agustus, 22 Gedung Masih Dikebut

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus terus dikebut. Dari total 90 unit yang direncanakan tahun ini, saat ini masih tersisa 22 gedung yang dalam proses penyelesaian dan ditargetkan seluruh pembangunan fisik rampung pada akhir Juli 2026.

Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie, mengatakan progres pembangunan KDKMP di sejumlah desa berjalan sesuai target. Setelah fisik bangunan selesai, tahap berikutnya adalah melengkapi sarana operasional agar koperasi dapat berfungsi secara optimal.

“Insyaallah akhir Juli seluruh fisik 90 KDKMP sudah selesai. Saat ini tinggal 22 unit yang masih dalam proses pengerjaan,” katanya.

-Advertisement-

Menurutnya, meskipun sebagian bangunan telah berdiri, koperasi belum bisa beroperasi sepenuhnya karena masih menunggu kelengkapan peralatan dan sarana prasarana (sarpras) pendukung lainnya.

“Sampai saat ini operasional belum berjalan penuh karena rak-rak dan perlengkapan lainnya masih dalam proses pengadaan. Setelah lengkap, akan dilakukan finalisasi seperti pemasangan Wi-Fi, CCTV, dan sistem pendukung lainnya agar semuanya terkoneksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan kendaraan operasional dari pemerintah pusat juga mulai berdatangan secara bertahap. Sejumlah armada yang sudah diterima oleh beberapa KDKMP di Kudus antara lain truk, mobil pikap, dan bentor atau kendaraan roda tiga pengangkut barang.

Baca juga : Ada SPPG Berdekatan dengan TPA, Satgas MBG Kudus Surati BGN

“Dropping kendaraan dari pusat sudah berjalan. Yang sudah datang ada satu truk, pikap, dan bentor. Pengirimannya dilakukan secara bertahap,” katanya.

Untuk mekanisme distribusi, kendaraan terlebih dahulu dikirim ke Kodim 0722/Kudus sebelum diserahkan kepada masing-masing desa.

“Perwakilan desa datang ke Kodim untuk mengecek kendaraan. Setelah proses serah terima selesai, kendaraan langsung dibawa ke desa masing-masing,” terangnya.

Di sisi lain, sebanyak 42 desa maupun kelurahan di Kudus yang saat ini belum dibangun KDKMP terkendala ketersediaan lahan. Terutama di daerah perkotaan yang tidak memiliki lahan memadai atau lahannya masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Permasalahan desa yang belum memiliki lahan atau lahannya masuk LSD sudah kami laporkan. Saat ini kami menunggu tindak lanjut dan koordinasi dari kementerian, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan sebagian besar pembangunan telah menunjukkan progres signifikan. Dari 22 KDKMP yang masih dalam proses pembangunan, beberapa di antaranya sudah mencapai progres di atas 70 persen, sementara sebagian lainnya masih sekitar 40 persen karena baru mulai dibangun dalam waktu dekat.

“Ada yang progresnya sudah lebih dari 70 persen, ada juga yang masih 40 persen karena baru dibangun sekitar satu bulan lalu. Kami optimistis semuanya bisa selesai sesuai target. Akhir Juli dan awal Agustus, 90 unit KDKMP di Kudus bisa mulai beroperasi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, berbagai pihak juga dilibatkan, termasuk PLN, dinas terkait, hingga pemerintah desa.

“Target dari pusat, Agustus nanti seluruh KDKMP sudah bisa beroperasi. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan berbagai instansi agar semua kebutuhan pendukung bisa segera terpenuhi,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER