31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaKUDUSPolres Kudus Gelar...

Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus bersama dengan Kepolisian Resort (Polres) Kudus melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (2/6/2020). Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi dampak terburuk pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan TFG tersebut, terlihat diorama wilayah Kabupaten Kudus tersusun apik di bagian tengah ruang koordinasi. Tampak minatur gedung-gedung, di antaranya bangunan rumah sakit, kantor polisi, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Diorama tersebut juga menggambarkan detail jalan dan lokasi bangunan sesuai dengan kondisi lapangan. 

Kegiatan simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (2/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi mengungkapkan, TFG dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya konflik sosial di Kudus saat pandemi. Menurutnya, jika hal tersebut benar-benar terjadi, pemerintah daerah sudah siap. 

- Ads Banner -

“Tapi mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi. Namun jika diasumsikan terjadi, kita sudah siap,” tuturnya dalam kegiatang yang dihadiri Plt Bupati Kudus, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, perwakilan rumah sakit, camat dan pengelola pasar swalayan.

Baca juga: Enam Nakes Positif Corona, Puskesmas Kaliwungu Ditutup Sementara

Menurutnya, jika Covid-19 trennya semakin meningkat, tidak menutup kemungkinan akan ada peningkatan kriminalitas, penjarahan, dan konflik sosial lainnya. 

Makanya, Catur menginginkan agar seluruh kalangan dan lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kebersamaan, koordinasi, komunikasi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia memastikan, langkah-langkah pembatasan yang dilakukan bukan untuk mengekang masyarakat. Hal tersebut bentuk perhatian pemerintah daerah agar warganya terhindar dari Covid-19. 

“Kami ingin menyelamatkan warga Kudus. Kami cinta warga Kudus. Jadi kami berharap kerja sama dari semua pihak untuk menekan kedisiplinan serta tanggung jawab di tengah kebijakan New Normal,” tuturnya.

Kabag OPS Polres Kudus AKP Catur Kusuma Adhi menambahkan, kontijensi di tengah pandemi Covid-19 merupakan kondisi tidak pasti. Bisa saja akan lebih baik atau bahkan semakin memburuk.

“Akan ada tiga siaga dalam simulasi TFG ini. Yakni siaga merah satu, siaga merah dua, dan siaga merah tiga,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, siaga merah satu yakni suatu kejadian pasien yang terjangkit Covid-19 semakin banyak. Hingga tujuh rumah sakit rujukan di Kudus tidak mampu menampungnya. Maka perlu dipersiapkan rumah sakit darurat di Kudus. 

Baca juga: Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Selain itu, kemungkinan terburuk lainnya yakni pasien meninggal Covid-19 semakin banyak. Jika ada penolakan atau penuh, pihaknya sudah mempersiapkan lahan pemakaman di pemakaman umum Kelurahan Mlatinorowito, tepatnya di belakang Kantor Samsat Kudus.

“Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, rencananya Akbid Kabupaten Kudus akan jadi rumah sakit darurat. Selain itu, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) juga kami laksanakan,” tuturnya.

Selanjutnya yakni siaga merah dua. Kondisi ini ditandai dengan pandemi terus berlanjut, bahan pokok menipis, dilanjutkan munculnya keresahan masyarakat karena tidak bisa bekerja. Sehingga kemungkinan akan muncul kriminalitas serta penjarahan di Kota Kretek.

“Kami akan melakukan pengamanan di beberapa titik rawan kejahatan di Kudus. Terutama di tempat umum seperti swalayan, pasar tradisional, toko modern, fasilitas kesehatan dan tempat-tempat lainnya,” jelasnya sambil menunjuk lokasi-lokasi yang dimaksud menggunakan laser.

Baca juga: Makam Sunan Muria dan Taman Sardi Akan Dibuka Sepekan untuk Simulasi

Terakhir, lanjut Catur, yakni siaga merah tiga. Yaitu saat pandemi semakin memburuk. Dari dua status siaga sebelumnya strategi yang dicanangkan tidak berhasil. Menurutnya, pihaknya akan melakukan sistem pengamanan kota. Akses masuk ke dalam Kabupaten pun akan ditutup.

“Jika kondisi semakin memburuk. Masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan, tidak dipungkiri kebijakan tersebut akan berlaku. Kami berharap semua pihak agar dapat bekerja sama dalam menyongsong kehidupan New Normal,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler