BETANEWS,ID, KUDUS – Seorang perempuan keluar dari sebuah ruangan di Hotel Graha Muria Colo, Senin (1/6/2020) sore. Hari itu, Ia bersama pemangku pariwisata kawasan Muria melakukan rapat simulasi pembukaan objek kunjungan di wilayah tersebut. Seusai rapat, wanita bernama Mutrikah (53) itu berbagi informasi soal rencana simulasi tersebut.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus itu menjelaskan, simulasi akan dilakukan mulai 8 hingga 14 Juni 2020. Dua tempat wisata yang akan dibuka untuk simulasi yakni Makam Sunan Muria dan Taman Sardi. Menurutnya, untuk simulasi harus di tempat wisata yang lokasinya masih zona hijau Covid-19.

“Simulasi ini akan dilakukan selama satu pekan. Sementara kita lakukan di dua tempat terlebih dahulu. Untuk persiapan di wisata Sunan Muria saat ini sudah 90 persen,” jelas wanita berkacamata itu.
Baca juga: Ojek Colo Tutup, Idho : ‘Ini Bertahan Hidup dengan Sisa-sisa Tabungan’
Dalam simulasi itu, pengelola wisata harus menyiapkan saranan dan prasarana, seperti tempat cuci tangan dengan sabun, alat ukur suhu dan jaga jarak aman minimal satu meter. Demi menghindari kerumunan, jalan dari tempat parkir juga akan dibuat beda jalur untuk naik dan turun.
“Parkir semua nanti di terminal, untuk jalur naik dan turun juga akan dibuat beda. Agar tidak berpapasan dengan jarak yang dekat. Sementara pembukaan simulasi wisata ini diharapkan hanya untuk peziarah lokal saja,” terangnya.
Untuk keamanan, pengelola akan melibatkan tim kesehatan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Simulasi nanti akan diterapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi semua pihak, dari pengelola maupun wisatawan.
Baca juga: Sambut New Normal, Perusahaan di Kudus Perketat Protokol Kesehatan
Sementara itu, Kepala Desa Colo Mochamad Destari Andryasmoro (38) menambahkan, masyarakat menyambut baik untuk dibukanya kembali Makam Sunan Muria. Karena selama pandemi Covid-19, masyarakat Desa Colo vakum dan hanya di rumah saja.
“Syaratnya kita menerapkan protokol kesehatan untuk perdagangan maupun jasa sebagai pelaku wisata. Selain itu kami juga berharap para pengunjung nantinya ikut bekerjasama mematuhi protokol kesehatan yang ada,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

