BETANEWS.ID, KUDUS – Suara lalu-lalang kendaraan terdengar di Pangkalan Ojek Muria. Sejumlah orang terlihat sedang ngobrol dengan raut wajah tampak murung di sana. Satu di antaranya adalah Idho Suprastio (34), dia sedang bersantai di pos ojek itu.
Idho begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepad betanews.id tentang kondisi perekonomiannya saat ini. Sudah satu pekan dia tidak bekerja. Sedangkan dua pekan sebelumnya penumpang ojek di kawasan wisata Muria sudah sepi.
“Sudah sepekan ini nggak kerja, mulai bingung ini tidak ada penghasilan lain. Masih mikir angsuran motor, sebentar lagi Lebaran. Menjelang Ramadan biasanya ramai, ini malah nggak kerja,” keluh tukang Ojek Muria itu, Sabtu (4/4/2020).
Baca juga : Jumlah Kedatangan Pemudik di Terminal Kudus Menurun Tajam
Bapak satu anak itu juga menjelaskan, saat menjelang Ramadan biasanya banyak peziarah berdatangan. Sehingga penghasilannya bisa naik hingga dua kali lipat, bahkan lebih. Idho sudah menginginkan semua kembali seperti semula, bisa bekerja dan tidak ada lagi wabah Virus Covid-19.
“Bulan-bulan seperti ini biasanya tukang ojek Muria panen penumpang. Ini ya bertahan hidup dengan sisa-sisa tabungan. Kalau kurang ya utang,” terang warga Desa Colo, RT 03 RW 03, Kecamatan Dawe, Kudus itu.
Satu di antara sejumlah teman Idho yang ada di sana, seorang pria berkumis tebal mengenakan topi sedang duduk terdiam. Dia yakni Sikatno (47), dia menambahkan, jika saat ini perekonomian warga Colo sedang lesu. Khususnya warga yang mata pencariannya di lokasi wisata Muria.
Baca juga : Tolak Pemudik Luar Menawan Dikarantina di Balai Diklat Sonya Warih
“Pedagang tutup, ojek tutup, semua mengeluh dampak virus ini. Semoga segera teratasi dan kembali seperti semula. Ya kita bertahan saja demi menghindari wabah Virus Corona ini,” pungkas tukang ojek Muria sekaligus Ketua RT 05 RW 03 Desa Colo itu.
Editor : Kholistiono

