31 C
Kudus
Senin, Agustus 2, 2021
spot_img
BerandaKulinerSukses di Usia...

Sukses di Usia Muda Ala Rahma, Penjual Es Dawet Durian yang Hits di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan orang tampak meramaikan sebuah warung yang berada di tepi utara Jalan Lingkar Utara, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (23/6/2020). Di bagian depan, terlihat seorang perempuan dengan dibantu seorang pria sibuk menyiapkan pesanan para pelanggannya. Perempuan tersebut adalah Siti Rahmawati (24) pemilik Kedai Dapoer Gentong.

Seusai melayani para pembeli, Rahma bersemangat berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dalam ceritanya, usaha yang baru dirintis pada 15 Maret 2020 itu, bisa dibilang dengan modal nekat. Karena bekal buka usaha yang ia gunakan sebagian besar dari utang.

pelanggan sedang menikmati es dawet durian yang laris manis dibeli pelanggan Kedai Dapoer Gentong, Selasa (23/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

Diakuinya, dalam mendirikan usaha itu, ia menghabisakan dana sekitar Rp 70 juta. Modal tersebut berasal dari hasil tabungannya dan hasil pinjaman. Uang tersebut digunakan untuk sewa tempat, renovasi lokasi, dan membeli bahan baku.

- Ads Banner -

“Modal sih ada, tapi sedikit dan masih kurang banyak untuk memulai usaha. Sebab itulah agar cukup modal, kekurangannya saya carikan pinjaman,” ujar perempuan berhijab itu.

Baca juga: Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend

Warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu menuturkan, sedari dulu memang gemar berwirausaha. Apalagi, cita-citanya memang ingin jadi pengusaha. Bahkan, kegemaraannya berbisnis itu sudah ia praktikkan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Saat SMP, sembari sekolah, ia juga berjualan pulsa. Hobi jualan itu berlanjut hingga duduk di bangku SMA dan kuliah. Bahkan saat kuliah, selain jualan pulsa, ia juga pernah jualan baju dan produk kecantikan secara daring.

“Jualan saya itu hasilnya lumayan. Dari ketiga jenis usaha itu, setiap pekannya saya bisa mendapatkan omzet Rp 5 juta hingga Rp 7 juta dari tiap jenis usaha,” ungkap Rahma yang baru diwisuda tahun ini.

Anak pertama dari empat bersaudara itu menambahkan, selain berwirausaha, ia juga suka dengan kuliner.  Oleh sebab itu, setelah lulus dia berniat merintis usaha kuliner. Namun, saat ia minta izin, kedua orang tuanya malah tidak memberikannya.

“Orang tua saya itu inginnya agar saya itu kerja saja. Memanfaatkan ijazah sarjana yang baru saya dapat. Namun, tekad saya untuk merintis usaha sudah bulat,” beber Rahma.

Baca juga: Martabak Menara, Si Manis yang Legendaris di Kudus

Dari situ, ia kemudian bertekad merintis usaha kuliner dengan nama Dapoer Gentong. Di warungnya itu,  dia menyediakan aneka menu makanan, seperti soto gentong dan soto mie yang dihargai Rp 5 ribu seporsi. Sedangkan menu minumannya ada es dawet dan es dawet durian.

“Es dawet original kami banderol Rp 5 ribu dan es dawet durian kami jual mulai harga Rp 10 ribu sampai Rp 18 ribu seporsi,” bebernya.

Dia mengatakan, beberapa bulan buka, pelanggan Dapoer Gentong sudah lumayan banyak. Apalagi saat akhir pekan, kedainya selalu ramai dikunjungi pembeli. Dia juga bersyukur, dari hasil usahanya tersebut, ia bisa mencicil utangnya.

“Semoga saja usaha saya ini bisa berkembang. Pelanggan makin ramai, dan bisa buka cabang. Agar bisa buka lapangan kerja untuk orang lain,” tukas Rahma.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 6 - Demak Tenggelam dan Kembalinya Selat Muria

Tinggalkan Balasan

30,114FansSuka
14,822PengikutMengikuti
4,331PengikutMengikuti
48,437PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler