31 C
Kudus
Senin, Agustus 2, 2021
spot_img
BerandaKulinerMartabak Menara, Si...

Martabak Menara, Si Manis yang Legendaris di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang pria tampak sibuk menyiapkan martabak telur di teras bangunan berlantai dua yang berada di Jalan Sunan Kudus, Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus. Sore itu, sudah banyak pelanggan yang rela antre untuk mendapatkan Martabak Menara yang legendaris itu.

Amir Mahmud (38), pemilik Martabak Menara menuturkan, dirinya merupakan generasi kedua di usaha tersebut. Ayahnya lah yang merintis usaha martabak tersebut sedari muda, dengan label Martabak Metropolitan.

Amir Mahmud, generasi kedua pemilik Martabak Menara. Foto: Rabu Sipan.

Namun, ia tidak mengetahui dengan pasti tahun awal merintis usaha. Yang diketahuinya, ayahnya yang bernama Jazuli itu merupakan penjual martabak ketiga yang datang di Kudus. Ayahnya itu berasal dari Lebaksiu, Tegal, kampung martabak Indonesia.

- Ads Banner -

“Ayah saya bukan yang pertama jualan martabak di Kudus, tapi yang ketiga. Yang pertama di depan Alfamart, yang kedua Haji Masruri. Namun, mereka sudah meninggal semua, hanya ayah saya yang masih hidup,” ujar pria yang akrab disapa Amir kepada Betanews.id, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Pertahankan Resep Warisan, Cara Jitu Martabak Menara Selalu Laris Manis

Warga Desa Gribig, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu menambahkan, ayahnya dulu berjualan martabak keliling dari satu kota ke kota lainnya. Setiap ada acara keramaian, pasti ayahnya memanfaatkannya untuk berjualan martabak. Meski berpindah-pindah, tapi tempat menetap ayah Amir adalah Kudus.

“Ayah saya kemudian menikah dengan ibu saya yang asli warga Kudus. Punya anak dua dan yang satunya adalah diriku,” beber bapak tiga anak itu.

Pria yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu mengatakan, setelah menikah ayahnya tetap berjualan martabak keliling. Bahkan, ia mengaku sering diajak ayahnya berjualan, dengan ditaruh di glodok gerobak.

Hingga pada 1994, ayahnya menyewa lokasi di tempat sekarang untuk menjajakan martabaknya. Sejak menetap itu, Martabak Metropolitan justru laris manis dibeli.

“Pada tahun 2002, nama saya ubah. Sebab, meski namanya Martabak Metropolitan tapi terkenalnya itu Martabak Menara. Ya sudah saya ganti saja Martabak Menara. Ayah saya juga setuju, kok,” jelasnya.

Baca juga: Kue Balok Parikesit, Jajanan Hits dengan Sensasi Lumer di Mulut

Menurutnya, yang membuat usahanya itu selalu ramai adalah penggunaan resep warisan yang selalu terjaga dan tidak pernah berubah. Karena laris manis itu, pihaknya sekarang sudah punya dua cabang di Kudus dan Jepara.

“Keunggulan Martabak Menara itu di bumbunya. Bumbu martabak kami tidak menggunakan bumbu instan atau bumbu jadi di pasaran. Tapi dari zaman ayah saya hingga sekarang bumbu Martabak Menara kita racik sendiri,” tutup Amir.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 6 - Demak Tenggelam dan Kembalinya Selat Muria

Tinggalkan Balasan

30,114FansSuka
14,822PengikutMengikuti
4,331PengikutMengikuti
48,437PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler