31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Awet Tanpa Pengawet, Bubur Eni Terjual Puluhan Kilogram Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Di gang 11 Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, aroma santan dan gula jawa menyambut siapa saja yang melintas. Di teras sebuah rumah, Eni (54) sibuk membungkus pesanan bubur untuk pelanggan yang datang silih berganti.

Di hadapannya, lima panci besar berisi aneka bubur sumsum, ketan hitam, candil, mutiara, dan kacang hijau nyaris kosong tanda laris manis. Dengan cekatan, Eni membungkus bubur ke dalam cup dan menyerahkannya satu per satu kepada pelanggan.

Baca Juga: Viral di Tiktok, Pentol Keripik Ali Roso Selalu Ramai Dikerumuni Pembeli

-Advertisement-

Eni bercerita bahwa usaha bubur rumahan ini ia mulai pada Juli 2010, berawal dari saran seorang teman. Saat itu, ia hanya memasak bubur dengan panci kecil berisi seperempat hingga setengah kilogram. Kini, Eni mampu mengolah puluhan kilogram bubur per hari.

“Awal-awalnya pakai panci kecil, seperempat kilogram, setengah kilo, lalu naik jadi satu kilo. Alhamdulillah sekarang punya banyak pelanggan,” ujar Eni saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dari lima varian yang ia jual, bubur sumsum menjadi favorit pelanggan. Eni mengaku, dalam sehari ia bisa menghabiskan dua panci sumsum, masing-masing berisi 5 kilogram. Ia mengaku, semua buburnya dibuat sendiri tanpa tambahan pengawet, pemanis buatan, atau santan instan.

“Semua pakai bahan alami. Santannya dari kelapa asli, gulanya gula jawa murni. Nggak pakai Kara, nggak pakai pemanis buatan. Meski mahal, kualitas tetap nomor satu,” jelasnya.

Eni juga bercerita tentang pengalaman pelanggannya. Menurutnya, pernah ada pelanggan yang mengatakan bahwa bubur buatannya tidak basi hingga malam, meski tanpa disimpan di kulkas.

Buah hasil konsisten dalam menjaga kualitas, Eni bisa menjual hingga 6 panci bubur dalam sehari. Dari penjualan tersebut pendapatannya bisa mencapai Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per hari.

“Kadang nggak habis, ya saya kasih tetangga. Nggak apa-apa, yang penting rezeki tetap berkah,” bebernya.

Baca Juga: Fahmy Bakery, Roti Lembut yang Terjual Hingga 1.500 Biji Sehari

Selain berjulalan di rumah, ia juga menerima pesanan untuk berbagai acara seperti hajatan, ulang tahun, dan acara lainnya. Meski usaha Eni berkembang pesat, ia mengaku tidak berminat membuka cabang.

“Saya tidak suka buka cabang. Dulu pernah dibohongi, tidak jujur,” tambahnya

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER