BETANEWS.ID, KUDUS – Setiap sore, suasana di depan MI Miftahul Falah Cendono, Kudus, selalu berubah ramai. Asap kuah bakso mengepul, bunyi ketukan mangkuk bersahut-sahutan, dan antrean pembeli tampak ramai di satu titik. Pusat keramaian itu datang dari sebuah gerobak dengan nama yang unik, yaitu Bakso Ngock.
Nama unik itu bukan sekadar gimmick. Nama itu datang dari suara khas sepeda motor milik sang penjual yang berbunyi “ngock ngock” setiap kali melintas. Dari situlah, warga sekitar mulai menyebutnya Bakso Ngock, nama yang akhirnya melekat.
Baca Juga: Corndog, Makanan Khas Korea Selatan yang Laris Manis di Kudus
Edi Kurniawan (33), sang penjual bakso mengaku berjualan setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Namun, jam tutup sering kali hanya formalitas. Dagangannya kerap habis sebelum malam benar-benar larut.
“Kadang belum jam sembilan sudah habis,” ujar Edi sapaan akrabnya.
Tingginya minat pelanggan membuat Edi memperluas usahanya. Kini, Bakso Ngock juga bisa ditemui di cabang depan Masjid Cendono, sebagai solusi bagi pembeli yang tak kebagian di lokasi utama.
Bukan hanya namanya yang mudah diingat, cita rasa Bakso Ngock juga punya ciri khas kuat. Andalannya adalah bakso urat dengan tekstur kenyal namun empuk, serat uratnya terasa jelas di setiap gigitan. Dintambah kuahnya yang gurih, cocok dinikmati kapan saja.
“Banyak pelanggan bilang bakso uratnya beda. Kuahnya juga gurih,” ungkap Edi saat ditemui benerapa waktu lalu.
Baca Juga: Lezat dan Lembut, Donat Kentang Soffi Jadi Favorit Warga Kudus
Soal harga, Bakso Ngock tergolong ramah di kantong. Dengan harga mulai Rp3 ribu per mangkok, bakso ini menjadi favorit pelajar hingga keluarga.
“Alhamdulillah banyak yang suka dan laris,” tambahnya.
Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Haikal Rosyada

