31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Terinspirasi dari TikTok, Usaha Pangsit Paeco Jadi Primadona di Jepara

Di kawasan Alun-alun Kelet, Jepara, tampak gerobak merah bertuliskan Pangsit Paeco nyaris tak pernah sepi setiap sore. Seorang pria terlihat dengan telaten melayani satu persatu pembeli yang antre demi menikmati kuliner pangsit kekinian itu. 

Pria itu adalah Eko (30), pemilik Pangsit Paeco. Ia mengaku ide usaha tersebut lahir dari kebiasaan menggulir video di media sosial. Dari TikTok dan YouTube, Eko menemukan konsep pangsit kekinian yang kemudian ia kembangkan sesuai selera lokal.

“Awalnya cuma scroll-scroll TikTok, terus kepikiran. Sebelumnya saya juga pernah jualan kuliner, tapi konsepnya beda. Dari YouTube dan TikTok itu akhirnya muncul ide jualan Pangsit Paeco,” ujar Eko saat ditemui beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Murah Meriah Cuma Rp500, Bolang-baling Udin Kudus Banjir Pesanan

Usaha Pangsit Paeco resmi dibuka pada 13 Agustus 2024. Tak disangka, sejak awal beroperasi, sambutan masyarakat begitu luar biasa. Dalam waktu singkat, Pangsit Paeco menjadi salah satu kuliner favorit warga Kelet dan sekitarnya.

Menurut Eko, daya tarik utama Pangsit Paeco terletak pada konsep level kepedasan yang bisa disesuaikan selera pembeli. Pelanggan bebas memilih level pedas 1, 2, atau 3, bahkan boleh menambah tingkat kepedasan tanpa biaya tambahan.

“Di sini yang membedakan itu level pedasnya. Mau nambah juga tidak apa-apa, free. Terus mie jebewnya juga beda,” jelas Eko.

Eko juga menyebut pilihan menu yang ditawarkan, di antaranya Pangsit Rebus Chili Oil, Pangsit Goreng Chili Oil, dan Mie Jebew Pangsit. Menurutnya, semua menu tersebut diminati pembeli.

“Kita cuma punya tiga menu, tapi semuanya favorit. Harganya juga sama semua, Rp12.000,” bebernya.

Soal rasa, Pangsit Paeco tak main-main. Ia memilih bahan baku berkualitas, mulai dari ayam segar, tepung pilihan, hingga kulit pangsit yang lembut. Bumbu dan kuah diracik sendiri untuk menghasilkan cita rasa khas yang membedakan dari produk sejenis.

Baca juga: Hadir di Tengah Kota Kudus, Grit Coffee & Chill Tawarkan Cita Rasa Muria

“Bahan-bahannya ayam, tepung, kulit pangsit, sama bumbu-bumbu racikan sendiri. Kuahnya juga bikin sendiri. Kalau mie kita beli online,” terang Eko.

Pangsit Paeco buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, atau hingga dagangan habis. Waktu operasional sore hingga malam ini dinilai pas, karena menjadi momen favorit warga mencari jajanan setelah beraktivitas seharian.

“Semoga ke depan bisa punya banyak cabang,” tambahnya.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER