Di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, tepatnya di depan pabrik Mulyatek, tampak sebuah gerobak berwarna kuning bertuliskan Tahu Uap Mas Heri. Di sana terlihat banyak pembeli yang sedang menunggu pesanan mereka.
Di balik gerobak, tiga orang yang sedang sibuk menggoreng tahu dengan dua wajan dalam api yang besar. Satu di antaranya adalah Sri (40), Pemilik Tahu Uap Mas Heri.
Di tengah kesibukannya, ia sudi berbagi cerita tentang usaha tersebut. Sri menjelaskan, bahwa usaha franchise yang ia buka sejak 2023 berawal dari Fyp yang pernah viral di TikTok, sehingga membuat Sri tertarik untuk mencobanya.
Baca juga: Kopi Khas Turki Kini Hadir di Kudus, Sensasi Kopi Ala Timur Tengah yang Jadi Idaman Baru
“Sudah berjalan lebih satu tahunan, awalnya sering lihat di TikTok-nya Mas Heri, terus jadi tertarik buat coba jualan ini,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sri mengaku sudah mempunyai tiga cabang franchise Tahu Uap Mas Heri, tiga cabang itu berada di Purwosari, Gor Kudus, dan Getas Pejaten. Ia juga menambahkan, bahwa sebelum membuka usaha franchise yang sekarang ini, dirinya sempat menyuplai telur puyuh di rumah.
“Tapi sekarang saya merasa lebih cocok dengan usaha Tahu Uap Mas Heri. Jadi saya fokus ini saja,” bebernya.
Selain tahu uap, outlet ini juga menjual otak-otak uap yang dibandrol dengan harga Rp660 per biji, selain itu ada beberapa harga paket mulai Rp5.000 dapat 7 biji, hingga paket Rp20.000 dapat 30 biji.
“Aslinya franchise ini hanya menjual tahu saja, tapi kita juga menambahkan otak-otak, jadi sebelum menambahkan harus ada izin dulu agar tidak disalahgunakan. Kalau bahan tahunya ini sama kaya tahu pada umumnya tapi yang membedakan bumbu dari rempah-rempah yang berkualitas, ditambah kita pakai minyak yang berkualitas,” terangnya.
Baca juga: Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari
Sri menambahkan, dalam sehari ia mampu menjual sebanyak sekitar 3.000 biji sampai 4.000 biji. Menurutnya rasa kriuk dari tahu ini mampu bertahan sampai satu hari sehingga banyak pelanggan yang cocok akan rasa gurih kriuknya.
“Biasanya kami buka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Disini pembeli lebih banyak yang suka campur dua-duanya, tahu uap sama otak-otak, banyak dari remaja sampai orang tua suka berlangganan disini,” tambahnya.
Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

