31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

Di sebelah MA Miftahul Huda Tayu, sebuah stan sederhana mulai ramai dikerumuni pembeli. Aroma cireng hangat yang baru digoreng bercampur bumbu gurih tercium sejak pagi. Meski baru dibuka pada November 2025, usaha milik Robican (28) itu sudah memiliki banyak pelanggan.

Alhamdulillah, walaupun belum lama buka, responnya bagus. Banyak yang penasaran dan akhirnya balik lagi,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Robican biasanya buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Konsep yang ditawarkan pun berbeda dari cireng pada umumnya. Jika biasanya cireng hanya disajikan dengan saus atau bumbu tabur, ia menghadirkan inovasi cireng kuah creamy.

-Advertisement-

Baca juga: Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus

“Cireng kuah creamy ini perpaduan bumbu keju dan chili oil. Menu ini yang menjadi daya tarik utama,” bebernya.

Sebelum memiliki stan tetap, Robican lebih dulu menjajakan cireng secara keliling dengan bantuan karyawan. Penjualannya terus meningkat dari hari ke hari hingga akhirnya ia melihat peluang untuk membuka lapak permanen.

“Sebelumnya saya jualan keliling dibantu karyawan. Karena peminatnya makin banyak, akhirnya saya putuskan buka stand tetap supaya lebih mudah ditemukan,” jelasnya.

Tak hanya soal kuah creamy, Robican juga mengusung konsep cireng prasmanan dengan 10 varian isian. Mulai dari ayam lembut, ayam suwir, ayam geprek, ayam bakar, keju, ati ampela, usus ayam, kulit ayam, seblak, hingga jando. Pelanggan bebas memilih isian sesuai selera.

Setelah digoreng, cireng bisa dipadukan dengan beragam topping dan bumbu seperti chili oil, balado, barbeque, jagung manis, hingga bon cabe. Kombinasi ini menciptakan sensasi rasa yang lebih variatif dan kekinian.

Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

Robican mengaku, bahwa cireng yang ia jual merupakan hasil produksinya sendiri. Dan dalam sehari, ia mampu menghasilkan hingga 2.400 cireng.

Melihat respons positif tersebut, Robican tak ingin berhenti sampai di sini. Ia sudah menyiapkan mimpi yang lebih besar.

“Semoga ke depan bisa punya pabrik sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” tambahnya.

Penulis: Wulan Divatia Dewi, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER